Konsep ABAB & BABA dalam sebuah Triangle

60

Selamat siang…

Ketika kita memasuki sebuah periode konsolidasi, pola triangle/segitiga (dan berbagai variasinya, seperti wedge, atau pennant) adalah pola yang paling sering terlihat.  Sedemikian seringnya sehingga pengenalan pola triangle ini seakan-akan merupakan ‘sarapan wajib’ bagi seorang yang mempelajari pola pergerakan harga.  Jika seseorang gagal dalam mengenali sebuah pola triangle, sudah bisa dipastikan orang tersebut akan gagal pula dalam mempelajari pola pergerakan harga.

Salah satu penyebab dari kegagalan seseorang dalam mengenali sebuah triangle adalah sebagai akibat dari melupakan konsep persentuhan triangle dengan pergerakan harga.  Sebuah triangle yang benar, akan menggunakan konsep persentuhan ABAB (atas-bawah-atas-bawah) atau BABA (bawah-atas-bawah-atas).  Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihatnya pada gambar di bawah ini:

090908 Triangle ABBA

Syarat pertama dari sebuah triangle adalah adanya sebuah trend turun yang bertemu dengan trend naik, vice versa.  Jadi, sebuah triangle memerlukan sebuah trend turun, dan sebuah trend naik.  Pada gambar IHSG diatas, syarat pertama ini terpenuhi.  Trend turun telah digambar dengan benar, dengan cara menghubungkan titik pertama dan kedua, dan ditemukan titik ketiga sebagai konfirmasi.  Trend naik yang merupakan suport dari triangle juga telah ditetapkan dengan benar dengan cara menghubungkan titik 4 dan titik 5.  Akan tetapi, syarat ABAB atau BABA, tidaklah terpenuhi.  Dari gambar di bawah dapat dilihat bahwa persentuhan antara pergerakan harga dengan triangle, terjadi Atas – Bawah – Bawah – Atas.

090908 Triangle ABBA - 2

Triangle yang valid, memerlukan persentuhan yang benar antara pergerakan harga dengan suport atau resisten dari triagle itu.  Sebagai contohnya adalah apa yang terlihat pada IHSG:

090908 Triangle ABAB

Pada triangle diatas (triangle tersebut adalah pergerakan IHSG dalam dua bulan terakhir), dapat dilihat bahwa pergerakan harga, telah menyentuh triangle dengan pola: Atas – Bawah – Atas – Bawah.  Triangle yang seperti ini dikatakan lebih valid dari triangle yang pada gambar sebelumnya.

Ini artinya: Kedepan, arah pergerakan IHSG ditentukan oleh penembusan suport atau penembusan dari resisten dari triangle ini. Resisten dari triangle di kisaran 2350 – 2360 atau suport suport dari triangle di kisaran 2270 – 2280.  Penembusan atas resisten akan membuka potensi kenaikan menuju kisaran 2480 – 2520, disisi lain, penembusan atas support di 2270 – 2280 akan membuka potensi penurunan menjuk

Mana yang akan ditembus? Suport? atau Resisten? Saya bukan orang yang suka bertaruh karena selama harga bergerak di dalam triangle, potensi penembusan tetap 50:50.

Bagaimana menurut anda?

Happy trading… semoga untung!!!

You might also like More from author

5 Comments

  1. Dani says

    ABAB dan BABA nya sangat mencerahkan kita pak..
    Boleh nanya sedikit.. :
    1. Apakah ada timeframe tertentu untuk menentukan adanya triangle (dalam case diatas ada 2 time frame yaitu 2 dan 6 bulan)
    2. Target breakout 2480-2520 atau 2150-2200 bagaimana cara menghitungnya pak..

    Maaf ya pak Tommy.. kebanyakan nanya yah.. 🙂

  2. rencanatrading says

    Begini pak Dani:
    1. Mengenai time frame, saya kira tidak ada batasnya. Tergantung chartnya apa.. kalau chartnya monthly, satu triangle bisa memakan waktu lebih dari setahun (anda bisa lihat di IHSG tahun 1990-an deh.. disana ada ascending triangle yang berjalan 2 – 3 tahun). Kalau saya sih.. saya lebih ngejar ‘right look’-nya. Jadi, bentuk dari triangle tersebut harus proporsional… sempurna… tidak miring, tidak aneh. Harus ‘cantik’ lah…
    2. Target triangle dihitung dari tinggi triangle tersebut, yang kemudian diproyeksikan pada saat break out. Dalam gambar yang ketiga, tinggi triangle adalah jarak dari titik B yang pertama, hingga garis resisten. Ketika break out terjadi (harga penutupan tadi sore kan sudah diatas resisten tuh.. jadi ya sudah tembus ke atas), dari titik break out ditarik garis ke atas sepanjang tinggi triangle. Dengan tinggi triangle sekitar 120 – 160 poin, dan resisten di 2360, maka ketika 2360 ditembus, maka target harganya adalah 2360 + 120 = 2480 hingga 2360 + 160 = 2520.

    Agar lebih jelas, memang harus menggunakan gambar. Mungkin lain kali saya bahas.

    Terima kasih atas pertanyaannya.

  3. belajar trading saham says

    salam mas satrio..saya amsi zawal (YMid: zawjane) yang kemarin sempat chatting via YM..mohon maaf baru bisa kunjungi blognya..salam kenal. memang mas satrio ini jagonya analisis teknikal seperti user emailnya 🙂 saya harus banyak belajar dari blog ini…
    kalo Fibonacci retracement dengan triangle ini, lebih valid mana dalam menentukan support dan resistence mas?

  4. Di Pojok-Kanan-Atas* « Rencana Trading

    […] bersih, karena saya sudah pegang cash semenjak hari Kamis kemarin ketika IHSG mencapai target dari triangle jangka pendek dan tidak bisa bertahan diatas resisten).  Saya mungkin baru melakukan lagi posisi trading jika […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.