Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

‘Menerawang’ arah dari harga WTI Crude Oil (Minyak Nymex)*

197

Selamat malam…

Tingginya komponen saham-saham penghasil komoditas pada kapitalisasi IHSG, telah meningkatkan pengaruh dari pergerakan harga minyak terhadap pergerakan IHSG.  Kapitalisasi dari MEDC sendiri, selaku emiten yang merupakan penambang minyak, sebenarnya tidak terlalu besar.  Akan tetapi, karena harga komoditas energy dan metal sangat dipengaruhi oleh harga minyak, maka harga minyak ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Mengingat harga minyak itu banyak macamnya, tergantung dari jenis minyak itu sendiri(sedikit bacaan mengenai harga minyak bisa anda peroleh disini) maka dalam memprediksikan harga minyak, kita harus memilih salah satu benchmark.  Benchmark yang kita gunakan adalah West Texas Intermediate (WTI) Crude Oil atau yang sering juga disebut sebagai Minyak Nymex (Nymex Oil).

090924 WTI Crude

Dari grafik tersebut dapat kita ambil beberapa point sebagai berikut:

  1. Untung jangka menengah, harga minyak Nymex terlihat bergerak flat pada kisaran US$58.32 per barrel hingga US$73.23 per barrel.
  2. Untuk jangka pendek, terdapat dua buah pola harga (price pattern) yang kedepan berpotensi untuk menunjukkan arah pergerakan harga dari harga minyak, yaitu pola head and shoulder dan pola rectangle.
  3. Untuk pola head and shoulder, penembusan atas garis neckline yang merupakan suport dari head and shoulder di level US$69 per barrel, telah membuka potensi penurunan hingga level US$61 per barrel.
  4. Untuk pola rectangle, penembusan atas suport dari rectangle di level US$68 per barrel telah membuka potensi penurunan hingga level US$63.5 per barrel.

Kondisi dimana harga minyak berada dibawah suport di kisaran US$68 – US$69 ini, telah membuka potensi penurunan hingga kisaran US$61 – US$63.5 per barrel. Ini artinya, dengan harga minyak yang hingga ulasan ini dibuat tengah berada di level US$66.3, berarti masih ada potensi penurunan sebesar 4 persen hingga 8 persen lagi dalam waktu dekat.

Lantas, apa pengaruhnya dengan rencana trading yang akan kita buat?

  • Perhatikan posisi harga terakhir dari saham-saham komoditas yang anda miliki.
  • Jika harga berada di dekat resisten, posisi profit taking sebaiknya dilakukan.
  • Jika harga berada di posisi suport, perhatikan potensi penurunannya jika terdapat suport yang ditembus.
  • Jika ada suport yang ditembus, dan kemudian harga memperlihatkan potensi penurunan yang cukup signifikan, jangan ragu-ragu untuk menggunakan mengeksekusi posisi stoploss.
  • Jika anda sudah melakukan stoploss.  Jangan lupa juga untuk melakukan buyback ketika harga sudah mencapai target harga bawah.

Sementara itu dulu dari saya.  Jika anda memerlukan update mengenai arah pergerakan harga dari saham-saham komoditas, anda bisa mengikutinya pada ulasan saya besok pagi.

Happy trading, semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah dulu halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.