Ancaman dari harga komoditas*

25

Selamat pagi…

Kekhawatiran kami tadi malam terhadap potensi penurunan harga minyak sepertinya cukup beralasan.  Hal ini karena koreksi 4.47% yang terjadi pada harga minyak Nymex, ternyata juga memicu terjadinya koreksi pada Nickel (turun 4.36%), Timah (turun 1.88%), dan CPO (turun 2.22%).  Penurunan ini berpotensi memberikan tekanan yang cukup dalam pada IHSG hari ini, mengingat sektor perbankan, yang dipimpin oleh BMRI, terlihat sudah memulai aksi profit taking-nya pada perdagangan kemarin.  IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi (atau mungkin juga flat-turun) pada kisaran 2425 – 2520.  Level 2454 (posisi terendah kemarin) akan menjadi suport pertama untuk hari ini.  Jika ditutup dibawah level tersebut, IHSG pada IHSG akan muncul signal bearish.  Suport kedua di 2425 adalah batas atas dari suport dari trend naik jangka menengah di kisaran 2377 – 2425.  Hanya penembusan atas kisaran suport ini yang menandakan berakhirnya trend naik jangka menengah yang berawal dari bulan Oktober tahun kemarin.

Pada perdagangan kemarin, potensi penurunan yang jelas, baru terlihat pada BMRI dengan potensi penurunan menuju 4300 – 4450.  Koreksi pada harga minyak dan komoditas, dikhawatirkan akan memicu munculnya signal bearish pada saham-saham komoditas yang hingga posisi terakhirnya kemarin, terlihat masih berada dalam trend naiknya.

  • BUMI harga sahamnya memang telah mencapai kisaran target jangka pendek kami di 3400 – 3650.  Potensi kenaikan belum sepenuhnya tertutup.  Akan tetapi, BUMI akan menunjukkan signal reversal dengan target di kisaran 3000 – 3100 jika hari ini ditutup dibawah 3350.
  • MEDC kemarin ditutup pada batas atas dari gap 2875 – 2925.  Jika suport di 2875 gagal bertahan, posisi spekulatif sebaiknya hanya dilakukan pada kisaran 2750 – 2800.  Perhatikan juga resiko dari target triangle pattern jika suport di 2750 ditembus.
  • PTBA kemarin masih ditutup pada kisaran suport 14050 – 14150.  Jika suport ini gagal bertahan, potensi penurunan akan muncul, setidaknya hingga kisaran 13450 – 13800.
  • Kegagalan menembus resisten di 25300 membuat ITMG terperangkap pada pergerakan flat pada kisaran 23150 – 25300.  Posisi pembelian spekulatif bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran suport 23000 – 23500.  Akan tetapi, pelaku pasar sebaiknya juga mewaspadai kemungkinan penembusan atas suport 23150 karena penembusannya akan membuka potensi penurunan hingga mencapai kisaran 21000 – 21500
  • UNTR kemarin ditutup di level psikologis 15000.  Untuk hari ini, kisaran 14500 – 14850 akan menjadi suport levelnya.  Perhatikan juga suport dari bearish raising wedge di 14100 – 14300 karena penembusan atas suport ini akan membuka potensi pelemahan dengan arah ke kisaran 12000 – 12500.
  • Untuk AALI, perhatikan suport dari triangle di kisaran 20000 – 20500.  Meski posisi beli sepertinya menarik untuk dilakukan, perhatikan juga resiko jika suport ini ditembus karena akan membuka potensi pelemahan menuju kisaran 17500 – 18000.
  • LSIP malah sudah mengalami penembusan atas suport di level psikologis 7500.  Penembusan suport ini memiliki potensi pelemahan lanjutan menuju kisaran 6700- 7100.
  • Untuk ANTM, kegagalan penembusan atas gap di 2600 – 2625, membuat suport dari neckline inverted head and shoulder di level 2500 menjadi pertaruhan.  Jika suport ini gagal bertahan, koreksi akan terjadi setidaknya menuju kisaran 2250 – 2300.
  • Dan terakhir, untuk INCO, pergerakan flat terlihat pada kisaran 4125 – 4375.  Waspadai jika terjadi penembusan atas suport di 4125 karena akan membuka potensi penurunan menuju kisaran 3875 – 3950.

Ketika trend naik sudah berlangsung terlalu lama dan terlalu panjang, kehati-hatian dan kewaspadaan adalah kunci dari keberhasilan kita untuk menyelamatkan diri dari kerugian yang berlarut-larut.  Pelaku pasar sebaiknya memperhatikan stoploss dari posisi yang dimilikinya, dan disiplin dalam melakukan stoploss agar kerugian tidak berlarut larut.

Happy trading, semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah dulu halaman disclaimer sebelum membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

1 Comment

  1. Ancaman dari Regional & BUMI* « Rencana Trading

    […] Trend naik IHSG dengan potensi kenaikan ke 2500 – 2550 akan mendapat cobaan yang berat pada hari ini.  Tekanan dari indeks regional ditambah dengan potensi koreksi yang masih terlihat pada saham BUMI (lebih jelas mengenai potensi koreksi BUMI dapat anda liat disini).  Kondisi ini membuat kita sebaiknya lebih memperhatikan kemampuan dari suport 2425 untuk bertahan karena suport ini adalah penentu arah pergerakan IHSG baik untuk jangka pendek dan jangka menengah.  Selain posisi suport dari IHSG, kita juga sebaiknya memperhatikan suport dari saham-saham komoditas karena penembusan atas suport ini akan membuka potensi koreksi yang cukup dalam. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.