Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Buy High and Sell Higher*

181

Selamat siang…

Ketika harga bergerak turun, seorang trader biasanya melakukan posisi beli ketika harga berada di sekitar posisi suport.  Posisi ini dilakukan karena ketika harga berada di sekitar suport resikonya relatif kecil dibandingkan potensi kenaikannya.  Posisi stoplossnya relatif dekat jika dibandingkan posisi resisten yang menjadi target harga.

Sekarang, saat lain yang sesuai untuk melakukan posisi beli adalah ketika harga menembus sebuah resisten.  Ketika sebuah resisten ditembus, maka posisi beli menjadi menarik karena resikonya kembali menjadi kecil, jika dibandingkan dengan potensi kenaikannya.  Ketika sebuah resisten ditembus, maka resisten tersebut akan berubah menjadi suport.  Kondisi seperti ini adalah posisi yang baik untuk melakukan penambahan posisi, sambil menaikkan posisi stoploss.  Atau juga untuk melakukan posisi baru.  Akan tetapi perlu diingat: Penembusan atas sebuah resisten, ditentukan oleh posisi CLOSING(harga penutupan)! Bukan oleh posisi INTRADAY! Masalahnya:  kalau nunggu posisi closing kan sering kali terlambat nih… jadi biasanya, saya mengambil sebagian ketika market running, dan sebagian lagi ketika market akan closing, ketika yakin harga bisa ditutup menembus resisten.

Saham-saham yang hingga siang ini sudah berada (last price) diatas resisten diantaranya: BBRI, ASII, UNTR.  BMRI juga tepat berada pada posisi resisten sehingga perlu diperhatikan.

Kondisi regional memang masih belum jelas.  Saya terutama concern dengan posisi Hangseng yang masih berada dibawah resisten.  Tapi karena rules yang saya pakai adalah: Beli ketika harga akan bergerak naik dan jual ketika harga akan bergerak turun, maka saya akan melakukan posisi spekulatif ketika saya melihat adanya potensi bahwa harga akan bergerak naik.  Jelek-jeleknya.. kalau pada posisi closing nanti harga kembali dibawah resisten, kan tinggal bagaimana saya bisa berdisiplin dalam melakukan posisi stoploss.

Strategi ‘Buy High and Sell Higher’ seperti ini adalah sebuah strategi yang umum untuk dilakukan.  Akan tetapi, strategi ini memerlukan trading skill yang lebih tinggi dibandingkan strategi ‘buy low sell high’ karena strategi ini memerlukan kedisiplinan dan juga ‘skill’ dalam melakukan posisi cut loss.  Ini membuat strategi ini sebaiknya hanya dilakukan oleh trader yang sudah berpengalaman.

Oh iya.  Ketika pada penutupan sore harga kembali dibawah resisten, ada baiknya kita disiplin dalam melakukan stoploss karena sebuah ‘false break’ (penembusan yang gagal) adalah sebuah signal bearish.

Happy trading, semoga untung!

Perencana Trading

*bacalah dulu halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

1 Comment
  1. […] tetap seperti tadi: ‘BUY HIGH and SELL HIGHER‘.  Beli saham yang berhasil menembus resisten’ karena posisi stoploss dari saham-saham […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.