Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Haruskah kita mengkhawatirkan ‘7Bakries’ akan mengganggu IHSG?

91

Selamat siang…

Melihat status dari beberapa rekan di Facebook, saya melihat adanya kekhawatiran bahwa jika Aburizal Bakrie tidak terpilih, maka 7 saham Bakrie akan jatuh, dan kejatuhannya akan menyeret jatuhnya IHSG, seperti di bulan Oktober tahun lalu.

Terhadap kekhawatiran tersebut, saya melihat permasalahan sebenarnya terbagi menjadi dua pertanyaan:

  • Apakah saham Bakrie akan jatuh jika Aburizal Bakrie tidak terpilih menjadi Ketua Umum Golkar? Jawaban saya: Tidak tahu atau Belum tentu.  Saya tidak mau berspekulasi.  Lagian, saya bukan pengamat politik.  Posisi terakhir dari saham BNBR masih diatas suport di level 124 sehingga pasar masih berpendapat bahwa peluang Aburizal Bakrie untuk terpilih sebagai Ketua Umum Golkar masih terjaga (lihat tulisan kami sebelumnya mengenai hal ini).   Tekanan pada IHSG hari ini lebih disebabkan karena kekhawatiran orang akan kondisi fundamental BUMI.
  • Apakah kejatuhan dari saham-saham (jika misalnya nih, Aburizal tidak terpilih dan kemudian 7 Bakries jatuh) akan membuat IHSG mengalami kejatuhan seperti tahun kemarin? Jawaban saya: Bisa.. tapi pengaruhnya tidak akan sebesar tahun kemarin.  Berkurangnya pengaruh dari saham-saham Bakrie terhadap pergerakan IHSG secara umum ini, disebabkan oleh nilai kapitalisasi dari saham Bakrie yang sudah semakin kecil jika dibandingkan dengan nilai kapitalisasi IHSG.  Jawaban ini kami peroleh dari fakta berikut:

091007 Bakries

Pada tabel diatas, saya melakukan perbandingan atas kapitalisasi saham Bakrie ketika IHSG mencapai titik tertinggi (9 Januari 2008), posisi terakhir IHSG sebelum kejatuhan IHSG di bulan September – Oktober 2008 (29 Agustus 2008),  level terendah IHSG (28 Oktober 2008), dan pada posisi penutupan kemarin (6 Oktober 2009).  Dari keempat titik tersebut, terlihat bahwa saham-saham Bakrie cenderung mengalami penurunan persentase kapitalisasinya terhadap IHSG.  Bahkan, pada harga penutupan kemarin, kapitalisasi dari saham Bakrie sudah mencapai kurang dari 5%.  Setengah dari posisi saat sebelum IHSG mengalami kejatuhan di bulan September – Oktober 2009.

So… kekhawatiran kami bahwa pelaku pasar akan tetap berhati-hati dalam mensikapi kenaikan indeks regional sepertinya terbukti.  BBRI memang sudah sempat mencapai kisaran 8500 – 8700 yang merupakan target kami tadi pagi.  Tapi IHSG ternyata tidak mampu bertahan di teritori positif (setidaknya hingga jam 14.17).  Saham-saham yang kemarin menembus rekor harga, terlihat tengah mengalami suport testing atas titik rekor sebelumnya.  BMRI di 4950 dan UNTR di 15700.  ASII bahkan masih mampu bertahan di teritori positif.  Posisi terakhir dari Indeks Hangseng sudah berada diatas resisten 21100.  Jika Indeks ini ditutup diatas resisten ini, setidaknya kita punya bekal signal positif untuk besok.  Akan tetapi, jika Dow Jones Industrial kembali terkoreksi nanti malam.. susah juga.  Anyway… IHSG sepertinya masih cukup kuat diatas kisaran suport 2500- 2505 yang menjadi suport pertama saya hari ini.

Happy trading, semoga untung!!!

Perencana Trading
*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.