Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Dow 10.000… Will it be sustainable?

106

Selamat pagi..

  • Dow Jones Industrial (DJI) akhirnya bisa ditutup diatas level psikologis 10.000.  Perlu kita lihat dalam satu dua hari kedepan apakah penembusan ini mampu dipertahankan.  Pada DJI memang masih ada target lama dari inverted head and shoulder di 11.000 – 11.500.
  • IHSG kemarin berhasil kembali diatas resisten 2500 – 2505.  Untuk sementara, potensi kenaikan yang terlihat baru mencapai kisaran resisten 2550 – 2560.  Secondary resisten di 2625 – 2650.
  • Harga minyak masih tertahan di kisaran resisten US$75 – US$76.  Jika resisten ini mampu ditembus, harga minyak berpeluang untuk terus bergerak naik menuju ke kisaran US$85 – US$90.
  • Potensi kenaikan terbesar yang terlihat hari pagi ini, terdapat pada ITMG dengan target di kisaran 25000 – 25300.  Saham-saham penambang batubara yang lain terlihat masih terhambat dengan resisten pertamanya.  Posisi trading sebaiknya hanya dilakukan jika resisten pertamanya bisa ditembus (PTBA di 14500-14550, dan BUMI di 2950) dengan target ke resisten keduanya (PTBA di 15000 – 15100 dan BUMI di 3200 – 3250).  Manfaatkan momentum jika harga Minyak mampu menembus resisten di US$76 per barrel.
  • MEDC terlihat masih belum bergerak.  Posisi spekulatif bisa dilakukan.  Akan tetapi, posisi ini sebaiknya baru diperbanyak jika harga mampu menembus resisten di 3150 dengan target ke kisaran resisten 3250 – 3400.
  • Untuk saham-saham CPO… harga penutupan kemarin sebenarnya berada di kisaran resisten.  Perhatikan apakah AALI mampu menembus resisten di 22800, karena jika tembus, potensi kenaikannya ke 23500 – 24000 bisa ‘mengerek’ saham-saham CPO lainnya.
  • Saham-saham terkait suku bunga (Banks dan ASII) potensi kenaikannya masih terbatas.  BBCA dan BMRI dengan resisten di level psikologis 5000.  BBRI dengan resisten di 8200 – 8250.  Posisi spekulatif pada saham-saham ini sebenarnya cukup menarik.  Tapi, karena potensi kenaikannya tidak sebesar saham-saham komoditas… posisi di saham-saham ini sebaiknya tidak terlalu besar.

Terus melemahnya mata uang US$ terhadap berbagai mata uang di dunia sepertinya akan membuat komoditas terus akan mengalami pergerakan.  Harga emas masih cukup jauh dari kisaran US$1200 – US$1250 (target jangka pendek kami).  Ini membuat potensi penguatan harga-harga komoditas sebenarnya masih cukup terbuka.  Disisi lain, posisi IHSG yang sudah berada di level tinggi, sebaiknya tetap membuat kita berhati-hati.

Happy trading, semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah dulu halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.