Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Memang tidak ada pilihan kecuali harus memprediksi sendiri…

125

Saya adalah penggemar berat dari buku Investment Psychology Explained karangan Martin Pring.  Salah satu chapter dalam buku itu yang judulnya adalah Independent Thinking. Dalam bab ini, pembaca dihadapkan dengan beberapa kenyataan seperti:

  • ‘News’ itu bisa menjadi ‘candu’ bagi seorang trader.  Kebutuhan seorang trader untuk tetap mencari berita atau ‘fakta fundamental’ sebelum melakukan positioning (terutama posisi jual) bisa sangat merusak.  Contoh yang saya ingat cuman satu: Para analis fundamental baru melakukan downgrade view-nya atas BUMI ketika harga saham sudah berada di kisaran 800 – 1200 di bulan Desember 2008.  Mereka sama sekali tidak bereaksi ketika harga turun dari kisaran 7000 – 8000.  Bahkan ketika harga sudah berada di sekitar level 5000.  Anda bisa bayangkan deh.. Jika pada BUMI saja kondisinya seperti itu, bagaimana dengan saham-saham sekelas TMPI?
  • Bagaimana sikap kita terhadap Broker, ‘Pakar’, atau bahkan ‘Guru’.  Well.. mereka (termasuk juga saya) tidak ada yang 100% benar.  Kalau saya mungkin masih akan memberikan early warning.  Stoploss pendek.  Tapi, sebagian besar ‘rekan-rekan’ saya ini.. cuman pake kode ‘disclaimer ON yaaaa…’ atau hal lain yang mirip.  Sebagian besar yang lain? Diem.. menghilang.. kadang juga tidak berbekas.

Pernahkan anda membaca halaman disclaimer saya dengan serius?  Tahukah bahwa sebenarnya.. kita semua ini.. para trader.. adalah orang yang bertanggung jawab terhadap ekuitas kita masing-masing?

In the Stock Market, if you hold a position, people next to you could be your first enemy.

Semua sebenarnya bermula dari fakta bahwa dana atau ekuitas yang anda pakai sebagai trading ini adalah ekuitas anda sendiri.  Anda yang harus bertanggung jawab terhadap uang itu.  Saya tidak. Orang lain juga tidak.  Itulah yang membuat anda tidak mempunyai pilihan kecuali harus memprediksi sendiri.  Memiliki pendapat sendiri.  Gunakan pendapat orang lain hanya sebagai referensi.

Karena itu adalah uang anda sendiri.

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

2 Comments
  1. F says

    Istilah ‘saham gorengan’ — banyak yg meliputinya, tp apa kasus ini unique di Indonesia? Pasti tidak…

    Mungkin ini avenue stock market analysis yg baru — mencari kebersamaan antara menu dengan saham; misalnya saham gorengan keju pisang coklat, saham cap cai, saham rebus telor cornet, sate saham, dan lain lain… banyak kemungkinan

    Jgn lupa cabenya

    F

    1. Perencana Trading says

      Dear F..

      Sebenarnya.. ini juga bukan kasus unique di Indonesia. Akan tetapi, karena ‘Jual beli dengan tidak membuat perpindahan kepemilikan’ itu dilarang secara hukum. Sedangkan kita memang sedang berpindah fase, dari ‘yang dulunya ketat sekarang longgar’… ini menjadi fenomena menarik.

      Anyway.. saya seorang asmatis… gorengan tidak baik untuk saya… karena bisa bikin kumat…

      hehehe
      Happy trading… semoga untung!!!
      Perencana Trading

Leave A Reply

Your email address will not be published.