Membuat trading plan di saham Bakrie.. Mengapa tidak?*

63

Selamat sore…

Hidup itu adalah sebuah pilihan.  Sama seperti ketika kita beli-jual saham, kita harus memilih untuk menjadi seorang trader atau menjadi seorang investor.  Sama seperti ketika seseorang memutuskan untuk memasukkan saham-saham apa saja yang termasuk menjadi saham incarannya, masuk ke dalam portfolionya.

Saya tidak memasukkan semua saham Bakrie ke dalam trading plan saya, cuman karena itu adalah pilihan saya.  Saya memilih untuk hanya memasukkan saham-saham yang dianalisis oleh 15 orang analis atau lebih ke dalam saham yang menjadi target saya untuk melakukan trading.  Jadi.. jika tidak semua saham Bakrie tidak masuk ke dalam trading plan saya, bukan karena masalah suka tidak suka atau (terutama) masalah bisa atau tidak bisanya sebuah saham itu untuk diprediksi.

Prediksinya sebenarnya tetap sama saja.  Anda bisa lihat pada gambar diatas, pada saham DEWA memang terdapat sebuah bearish raising wedge dimana penembusan atas suport di 175 – 177 telah membuka potensi penurunan hingga kisaran 135 – 145.  Atau pada gambar disamping kiri ini, dimana BTEL memang terlihat bergerak mendatar dalam sebuah flat-range 119 – 163.  Koreksi yang terjadi kemarin sih, memperlihatkan bahwa batas atas dari flat range tersebut, masih berfungsi sebagai resisten.  Potensi penurunan memang masih ada, tapi sepertinya masih terbatas hingga suport dari trend naik jangka pendeknya di kisaran 135 – 140.  Akan tetapi, jika trend naik ini tidak mampu menahan, berarti next suport ada di 118 – 120, atau worse case: ke 99 – 100.  Ini artinya: saham-saham Bakrie sepertinya masih akan turun, tapi potensi penurunannya masih terbatas oleh adanya suport yang kuat.  Kalau suport itu tembus.. baru kita bisa melihat potensi penurunan ke next suport.. yang agak jauh juga sih…. hehehe.

Detailnya, bisa kita lihat pada tabel berikut ini:

 

 

Catatan akhir:

  • Harga dari BNBR, BUMI, dan BTEL masih belum menyentuh suport levelnya.  Ini berarti potensi penurunan masih ada.  Tapi jika kita memperhatikan arah penurunannya, bisa dilihat bahwa potensi penurunannya sudah mulai terbatas.
  • Untu saham UNSP, ENRG, ELTY dan DEWA, sudah sempat menyentuh suport levelnya.  Bisa saja saham ini rebound.  Akan tetapi, perhatikan juga bahwa jika suport tersebut ditembus, potensi penurunan yang terjadi masih cukup lumayan.

So… apakah anda mau memasukkan saham-saham Bakrie ke dalam trading plan anda? itu sepenuhnya terserah anda.  Tapi, bagi saya, yang terpenting adalah:

  • Trading itu harus terencana.  Harus berdasarkan trading plan yang jelas. Tidak ngawur… tidak berantakan… tidak awut-awutan.
  • Fokus.  Fokuslah pada sejumlah saham tertentu.
  • Milikilah kemampuan memprediksi.  Bertransaksilah berdasarkan prediksi anda sendiri.
  • Cara prediksi yang digunakan, sebaiknya adalah cara prediksi yang memberikan arah pergerakan harga.  Bukan sekedar naik atau turun.  Dan bukan sekedar signal beli-jual.
  • Buatlah perencanaan yang jelas mengenai entry dan exit strategy.
  • Buatlah penghitungan yang jelas atas ‘reward to risk ratio’-nya

Hidup itu adalah sebuah pilihan.  Meski memprediksi pergerakan harga saham Bakrie bukan sesuatu yang sulit, saya memilih untuk tidak memasukkan semua saham Bakrie ke dalam ‘List of Battlefield’.

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah halaman disclaimer sebelum membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.