Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Trendnya memang masih turun…*

89

Selamat pagi…

Ketika saya kemarin menulis: ‘Itupun hanya untuk posisi nambah.. Untuk posisi baru, kok rasa-rasanya resiko sudah terlalu tinggi’, itu semua disebabkan karena trend jangka menengahnya sudah merupakan trend turun.  Dan ketika trend turun, kenaikan harga, adalah kesempatan untuk jualan.  Bukan untuk menambah posisi.  Itu pula alasannya, mengapa kalau dalam cheatsheet edisi semalam, sebagian besar rekomendasinya adalah take profit, atau SellOnStrength(SOS).

Nah.. sekarang, regionalnya kan jelek.  Suport dari IHSG 2590 – 2595 (atau bisa juga 2585 – 2595). Jika ditutup dibawah suport ini, maka IHSG diperkirakan akan kembali menguji kisaran suport di 2550 – 2560.  Skenario terbaik saat ini adalah: jika suport di 2590 – 2595 bertahan, dan kemudian IHSG bergerak naik menuju retracment 50% di 2625 – 2650 yang belum tercapai.  Skenario terburuk saat ini adalah: Jika suport 2550 – 2560 gagal bertahan, dan IHSG terus bergerak turun menuju kisaran 2450 – 2460.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah: Jika suport di 2590 – 2595 gagal bertahan, IHSG akan berada dalam trend turun dengan sudut yang sangat curam.  Dalam trend turun yang seperti ini, terlambat cut loss bisa berarti bencana.

Jadi… rencana saya untuk hari ini adalah sebagai berikut:

  • Saya perhatikan posisi suport dari saham-saham yang masih saya pegang.  Jika ada yang tembus, maka saya akan exit posisi.
  • Untuk posisi beli, saya hanya beli ketika harga mencapai retracement 50% setelah kenaikan kemarin.  Itupun dengan syarat: IHSG masih diatas 2590 – 2595.  Jika tidak, maka saya lebih suka duduk manis, menjadi penonton.  Menunggu harga bergerak turun,  sambil memegang cash, sampai harga mengenai target price saya untuk jangka pendek.

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.