Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Mempelajari Analisis Teknikal dengan Terstruktur

3,003

Selamat pagi…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Pada beberapa kesempatan di milis AATI (Asosiasi Analis Teknikal Indonesia), saya selalu ngomong: belajar analis teknikal itu yang terstruktur.  Belajar yang terstruktur itu apa sih? Seperti apa sih? Mengapa kita harus belajar analisis teknikal secara terstruktur? Bagaimana struktur belajar teknikal analisis yang benar?  Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan ini, marilah kita mengikuti jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Mengapa belajar terstruktur itu penting?

Masih ingatkah anda mengenai bagaimana cara anda mempelajari ilmu yang bernama ‘Matematika’? Apakah anda belajar mempelajari kalkulus, integral, atau geometri? atau anda memulainya dari yang basic-basic dulu: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian??  Belajar secara terstruktur itu penting karena dengan pembelajaran yang tertruktur, anda bisa memperoleh gambaran yang lengkap mengenai ilmu yang anda pelajari. Pembelajaran yang tidak tertruktur, hanya membuat anda mengetahui ilmu tersebut secara sepotong-sepotong.

Dari gambar Red Vineyard dari Vincent van Gogh (dari www.wikipedia.org) diatas, kita bisa melihat bahwa pada tiga gambar yang diatas: pertama, gambar yang disebelah kiri atas adalah gambar sebuah pedati yang lewat didepan sekelompok orang yang ada ditengah sawah, gambar yang di sebelah kanan adalah gambar orang yang lagi ngadem di sungai, ditengah matahari yang bersinar terik, dan gambar yang di kiri tengah adalah gambar dari sekelompok orang yang tengah melakukan panen. Ok lah.. gambar-gambar tersebut adalah sebuah gambar yang indah.  Akan tetapi, jika kita bisa melihat gambar tersebut secara lengkap (gambar yang dibawah), maka kita bisa melihat keindahan tersebut secara lengkap. Mempelajari analis teknikal secara terstruktur akan membuat kita bisa menikmati gambaran teknikal tersebut secara utuh.  Kita bisa menikmati ilmu teknikal analisis tersebut secara utuh sehingga prediksi yang kita lakukan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Tidak hanya sekedar prediksi yang benar karena marketnya memang sedang naik.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimanakah struktur pembelajaran dari analisis teknikal itu?

Terus terang, saya adalah seorang yang bodoh.  Terlalu bodoh sehingga saya hanya mau menggunakan struktur pembelajaran analisis teknikal yang digunakan oleh organisasi teknikal dunia, yang berisi pakar-pakar analisis teknikal dunia, dalam mempelajari analisis teknikal.  Saya menggunakan struktur yang didesain oleh para pakar. Tidak membuat sendiri, tidak mengarang sendiri.

—–

Sebagai informasi, saat ini ada dua organisasi analisis teknikal di dunia.  Yang pertama adalah Market Technicial Associsation(MTA) dan International Federation of Technical Analysis(IFTA).  Keduanya adalah organisasi yang saat ini menjadi penyelenggara ujian standar bagi analis teknikal di seluruh dunia.  Mana organisasi yang lebih bagus? Saya juga tidak tahu.  Yang saya lihat: MTA lebih ke Amerika, sedangkan IFTA lebih ke Eropa&Asia/Pacific.

—–

Struktur pembelajaran ini sesuai dengan yang digunakan bagi mereka yang ingin menempuh ujian standar profesi Analis Teknikal.  Kalau versi IFTA, disebut sebagai ujian untuk mendapatkan gelar CFTe (Certified Financial Technical) yang terdiri dari dua level: CFTe level pertama, dan CFTe level kedua.  Disisi lain, kalau versi MTA, ujiannya disebut sebagai ujian untuk mendapatkan gelar CMT (Chartered Market Technicial), yang terdiri dari tiga level: CMT level pertama, CMT level kedua, dan CMT level ketiga.  Anda bila melakukan click atas link-link tersebut untuk mengetahui bagaimana struktur pembelajaran dari badan-badan analisis teknikal dunia tersebut.

Singkatnya, pembelajaran analisis teknikal itu terdiri dari dua level: Level Pemula dan Level Mahir.

Untuk level pemula, pengetahuan analisis teknikal yang harus dikuasai adalah:

  • Definisi dan asumsi dasar analisis teknikal
  • Cara-cara pembuat chart (terutama bar chart, candlestick, line chart)
  • Dow Theory
  • Price Pattern
  • Gap
  • Suport, resisten, dan trend
  • Fibonacci Ratio dalam analisis teknikal (Retracement, Extension, Projection)
  • Candlestick
  • Volume dan Breadth, serta cycle
  • Moving Average dan Momentum Indikator (modern analisis teknikal)
  • Mengenali titik puncak dan titik dasar
  • Pengetahuan dasar (definitif) mengenai Elliot Wave dan Gann
  • Psikologi trading yang basic (sekedar untuk mendapatkan sudut pandang yang benar mengenai pergerakan harga)

Kalau analisis teknikal level mahir:

  • Memperdalam pengetahuan mengenai psikologi pasar
  • Teknik melakukan posisi trading (termasuk didalamnya teknik untuk melakukan stoploss).
  • Melakukan prediksi dan trading dengan menggunakan Elliot wave dan Gann
  • Mempelajari teknik-teknik prediksi maupun psikologi trading dari para trader international yang sudah berhasil (belajar dari sukses story para trader internasional).
  • Mendalami alat-alat analisis teknikal yang sederhana sehingga bisa memperoleh kesimpulan dengan akurat dalam melakukan trading.
  • Menggunakan technical tools dengan cara yang sedikit berbeda sehingga akurasi prediksinya bisa lebih baik.

(Singkatnya.. anda bisa melihat deh.. dari bahan bacaan dari setiap level ujian, baik dari CFTe maupun CMT yang sudah kita bahas sebelumnya.  Dan jika anda masih ingin mengetahui bahan bacaannya.. anda juga bisa melihat disitu juga)

LHO?? KOK BANYAK SEKALI YANG HARUS DIPELAJARI PAK? NANTI KAN GAK TRADING-TRADING… KASI KITA JALAN SINGKATNYA DONG!!!

Hahaha… ini adalah pertanyaan/pernyataan dasar dari orang-orang yang sering saya jumpai.  ‘Indonesia Orde Baru’ banget gitu loh!!! Maunya pinter, tapi pake jalan singkat, tidak mau belajar.  Maunya kaya/untung, tapi cuman minta disuapi gak mau kerja keras.   Nggak mau tahu jalan untuk menjadi sukses atau mencari keuntungan gimana.  Tahu-tahu nanti cuman korupsi… menipu… atau jadi maling.  Aduuuuh..

So… saya cuman bisa berharap.. anda semua mau untuk mempelajari analisis teknikal dengan benar.  Dengan terstruktur.  Lama sih.. dan butuh kerja keras.  Tapi, jika anda berhasil, anda akan bisa melakukan prediksi dan trading dengan benar, baik ketika market sedang naik (bullish), maupun ketika market sedang turun (bearish).

Mari kita wujudkan Indonesia yang lebih baik dengan terus belajar dan berbuat kebaikan.

Happy trading… Semoga untung!!!

Perencana Trading

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

23 Comments
  1. green says

    Bos, jilid 2nya pasti ada kan?

    1. Perencana Trading says

      jilid 2 apaan ya bung?

      1. green says

        Pak Satrio, maksudnya terusan artikel diatas. Kayak Kho Ping Ho, jadi saya bisa kursus gratis..he…
        Dan Pak Satrio dpt amal & hidayah-Nya

        1. Perencana Trading says

          Amien… Tapi sebenarnya… Kalau anda pingin bisanya cepat, mau belajar, dan rajiin baca, anda tinggal click untuk setiap level baik dari CMT atau CFTe. Disitu kan sudah ada daftar bacaannya, dari buku mana, sampai lengkap bab berapa.

          Kalau nunggu saya nulis… Bisa lama.
          Wassalam
          PT

          1. green says

            Pak Satrio, makasih ya advicenya.

            Salam
            Green

  2. Eko says

    Setuju bgt mas Tom… saya salah satu orang yang beruntung yang sempet digojlok sama mas Tom pake kurikulum di atas… Hasilnya maknyos lah mas…

    1. Perencana Trading says

      THanks Cho.. glad can help… 😀

  3. belajar investasi says

    salam kenal mas, artikelnya mantap. ternyata untuk jadi analis teknikal ada jenjang pendidikan yang harus ditempuh langkah demi langkah

    1. Perencana Trading says

      sebenarnya bukan jenjang pendidikan… tapi yang namanya baca.. juga ada urutannya… agar tidak salah arah. Soale gini… saya sih melihat.. sekitar 95% orang yang belajar teknikal di Indonesia… belajarnya salah arah.. cuman gara-gara gak tau pakem (aturan/urutan) pembelajarannya. Maunya bisa. Tapi pake jalan pintas. Akhirnya.. cuman kulitnya doang…

  4. […] ini sebenarnya adalah tulisan lama di weblog saya.  Saya ‘recycle’ disini karena saya yakin anda belum membacanya.  Semoga berguna bagi […]

    1. tommy says

      Pak Satrio, saya lagi belajar trading juga, dan sekarang kayaknya perlu software TA, mohon sharingnya, software mana yg sebaiknya dipakai. tks

      1. Satrio Utomo says

        Pak Tommy…

        Semua sebenarnya masalah kebiasaan pak… saya sih, sudah 10 tahun lebih terbiasa pake Metastock. Jadi nggak bisa pindah ke lain hati. Selain itu, anda juga harus melihat, TA apa yang anda pakai, Classic atau Modern. Saya pakenya TA Classic pak.. saya kira Metastock paling unggul disitu.

        Oh iya, sebagai informasi, saya menggunakan Metastock yang asli (atau setidaknya, menurut penjualnya asli). Saya beli di http://www.bumianyar.com

        Rgds,
        Satrio

    2. adnugari says

      saya termasuk yg slalu mengikuti blog pak. satrio ini. tapi dari yang selalu sy baca dari sekian banyak pengetahuan teknikal yang disebut di tulisan ini, sy perhatikan yang slalu konsisten dipakai pak satrio itu kok cuma Sup-Res (JSX, HSI, DJIA), retracement dan elliotwave. Candlestick sih jg dipakai tapi cuma sbg pelengkap saja..

      Betul gt ga pengamatan saya? atau saya yang banyak kelewatan? 🙂

      1. Satrio Utomo says

        Bung Adi Nug…

        Inti dari pergerakan harga kan ada di arahnya. Inti dari prediksi juga arahnya itu. Dari arah itu, kita bisa tahu resiko, tahu potensi keuntungan. Dari situ kita melakukan posisi beli atau posisi jual. Ngapain cari yang lain? hehehe… 😀

        Wassalam,
        Satrio

  5. rony says

    Pak, kalo di sini tempat kursus yang terstruktur di mana ?

    regards,
    Rony

    1. Satrio Utomo says

      Bung Rony…

      Kalau mau belajar terstruktur.. sayangnya harus belajar sendiri.. hehehe… minimal baca buku Technical Analysis of Financial Market dari John Murphy (terakhir masih ada di http://www.4shared.com... buruan di download sebelum situsnya tutup).

      Kalau kursus… saya sih kadang bikin kelas basic technical. Itu sebenarnya juga sudah cukup… sisanya ya tetap saja itu: harus belajar sendiri.. baca sendiri. 😀

      Wassalam,
      Satrio

      1. Nil says

        Mlm pak..siapa tau bpk berkenaan bagi buku teknikal by john murphy nya disini..akan sangat berterima kasih

        1. Satrio Utomo Purnomo says

          coba tanya Mbah Google. Banyak kok Mas….

  6. hastono says

    halo pak satrio, saya senang sekali ada artikel tentang belajar analisa secara terstruktur, karena memang saya ada rencana mau belajar di astronacci, selama 1 tahun. dan katanya ada ujian negara juga. bagaimana menurut bapak? soalnya saya masih awam dalam hal2 seperti ini. mohon tanggapannya. terimakasih sebelumnya

  7. […] #18: Struktur Pembelajaran Analisis Teknikal […]

  8. […] kemudian belajar teori.  Saya berusaha agar teori saya terstruktur, agar saya nanti.. ketika saya berhasil.. saya jadi tahu bahwa ‘saya untung karena saya […]

  9. […] selalu berusaha mempelajari analisis teknikal secara terstruktur.  Itu sebabnya, saya hanya belajar dari textbook standar analisis teknikal.  Kalau anda melihat […]

  10. Fitri Hady Amrullah says

    sangat bermanfaat sekali, jadi lebih terarah untuk belajar…tidak serabutan, tidak tahu harus darimana memulai.dengan adanya artikel ini sangat membantu…mencoba untuk belajar pelan-pelan, karena gelar Profesor pun tidak ada yang instant

Leave A Reply

Your email address will not be published.