Cramer Bounce*

22

Pernahkah anda menonton acara ‘Mad Money’ di channel CNBC? Acara ini memang sangat Entertaining.  Jim Cramer, sang pemandu acara, terlihat sangat berhasil dalam membuat rekomendasi saham yang biasanya berlangsung membosankan, bisa berubah menjadi sebuah show yang sangat menarik, kuat, bersemangat, dan energik.

Bagaimana pengaruh Cramer Bounce terhadap pergerakan harga?  Ternyata cukup signifikan.  Dalam studi yang dilakukan oleh Northwestern University, pengaruhnya bisa membuat saham-saham small cap mengalami kenaikan sebesar 5% dalam semalam!!!

Fakta lain yang kemudian juga menarik adalah: jika tidak terdapat berita yang mendukung, maka harga akan kembali pada harga sebelum rekomendasi.  Penelitian lain yang dilakukan oleh Keasler dan McNeil juga menunjukkan bahwa kenaikan yang terjadi adalah sebagai akibat dari tekanan beli dari uninformed trader.  Dan karena tidak adanya positive long term return, investor sebaiknya berhati-hati terhadap bentuk informasi semacam ini.

Cramer bounce ini mengingatkan saya pada pergerakan harga saham-saham lapis tiga – lapis empat (nggak cuman lapis dua lagi) yang banyak terjadi belakangan ini. Saham-saham tersebut mengalami kenaikan harga sebagai akibat dari ‘rekomendasi pakar’ yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Pada prinsipnya, harga saham akan bergerak naik jika ada orang yang mau membeli saham tersebut.

Volume beli masuk ke saham –> Harga Naik

Saham-saham lapis tiga dan lapis empat adalah saham-saham dengan kondisi fundamental yang ‘seadanya’.  Dalam kondisi normal, harga saham ini relatif tidak bergerak.  Alasannya klasik:

  • Kapitalisasinya menengah atau kecil sehingga tidak begitu mempengaruhi pergerkan IHSG.  Fakta ini membuat fund manager yang melakukan investasi dengan tujuan ‘mengalahkan kinerja IHSG’  tidak begitu tertarik akan saham ini.
  • Tidak ada analis fundamental yang tertarik oleh saham  ini
  • Jumlah saham beredar dari saham-saham ini, biasanya juga tidak terlalu besar.

Alasan-alasan inilah yang kemudian membuat harga kemudian naik sedemikian tingginya dalam waktu singkat (membentuk spike) ketika trader dan investor kemudian berjubel untuk melakukan pembelian. Pergerakan harga berupa spike inilah, yang kemudian membuat uninformed trader menjadi nyangkut.  Nyangkut.. kalau di saham-saham lapis pertama, mungkin masih nggak papa karena pada suatu hari nanti, jika IHSG naik diatas level harga tertingginya, harga-saham-saham tersebut bisa jadi sudah kembali ke level harga tertingginya juga.  Tapi… nyangkut di saham yang gak jelas?

Sekarang… perhatikanlah saham-saham dengan posisi nyangkut yang ada pada portfolio anda. Tanyakan pada diri anda sendiri: Mengapa saya membeli saham ini?  Apakah saham itu adalah saham yang memperoleh laba dari kegiatan operasional perusahaan? Ataukah hanya sekedar saham yang anda beli berdasarkan saran dari ‘seorang pemandu’? Apakah anda nyangkut karena anda ketinggalan dari pemandunya sudah keluar (jual) terlebih dahulu?

Jika iya… anda sebaiknya berhati-hati.  Gambar diatas adalah bukti bahwa pergerakan harga dari emiten yang tidak mengandalkan pendapatannya dari operasional perusahaan (warna merah), adalah berbeda dengan pergerakan harga dari emiten yang mengandalkan pendapatannya dari operasional perusahaan (warna hitam).  Sehingga, melakukan posisi long term atas saham-saham ‘karbitan’ seperti ini… bukanlah sebuah keputusan yang cerdas.

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih

You might also like More from author

2 Comments

  1. Bandar Keliling* « Rencana Trading

    […] turun, dan volume kemudian hilang.  Saya sih lebih suka menyebut ini sebagai fenomena ‘Cramer bounce‘, harga yang bergerak tinggi karena rekomendasi beramai-ramai atas saham lapis […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.