Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Paul the Octopus: A Devil’s Advocate

114

(Judul alternatif: Beda antara yang ‘Pintar’ dan ‘Beruntung’)

Saya sedang beruntung.

Dalam memprediksi ‘Siapa Juara dari Piala Dunia 2010’… saya beruntung.

Pergeralaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sudah hampir usai.  Dalam hal prediksi memprediksi… saya merasa beruntung.  Mengapa?  Mungkin anda masih ingat… ulasan yang saya buat pada awal piala dunia lalu.  Disitu saya memilih empat buah tim yang kemungkinan akan menjadi juara dari Piala Dunia kali ini:  Brazil, Belanda, Spanyol, dan Inggris.

Dan… dengan Final Piala Dunia yang akan berlangsung Minggu malam, dimana Belanda akan bertanding melawan Spanyol, maka.. apapun hasilnya… tidak akan mempengaruhi prediksi atas ‘Siapa yang akan menjuarai Piala Dunia 2010’.

Paul the Octopus… itu baru pintar!

Saya selalu menganggap ‘pintar memprediksi‘ sebagai memiliki prediksi benar yang sebanyak-banyaknya dibandingkan dengan total prediksi yang dilakukannya (hit rate-nya harus tinggi). Yang disebut pintar memprediksi itu harus konsisten dalam memberikan prediksi dengan benar.  Pintar memprediksi itu, berarti memiliki track record yang bagus dalam mempredksi.  ‘Statistically Smart’.. kira-kira itu yang saya anggap sebagai pintar.

Nah.. sekarang, saya jadi tertarik dengan track record dari Paul the Octopus (paul si gurita) yang ditampilkan oleh www.wikipedia.org:

Pada tabel diatas, kita bisa melihat bahwa:

  • Total akurasi prediksi resmi dari Paul the Octopus sejak Piala Eropa adalah sebesar 84.6% (11 benar dari 13 prediksi).
  • Akurasi prediksi dari Paul the Octopus selama Piala Dunia 2010 ini adalah sebesar 100% (7 benar dari 7 prediksi).

Bagus kan? Artinya:

Paul The Octopus memang pintar untuk memprediksi.

Akan tetapi, saya memiliki ‘pertimbangan” ketika Paul the Octopus memprediksikan Spanyol sebagai juara piala Dunia.  Alasannya adalah sebagai berikut:

Alasan pertama: Prediksi Paul selama ini, hanya melibatkan tim Jerman.   Jerman menang atau Jerman kalah.  Tidak ada prediksi yang melibatkan tim yang lain.   Jika ini adalah masalah prediksi dari ‘mahluk berwujud dengan kasta dibawah manusia’, saya lebih tertarik prediksi dari Mani the Parakeet berikut ini:

Prediksi Mani the Parakeet (Mani si Burung Parkit) pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

  • Kelebihan: Tidak hanya melibatkan satu tim (Jerman), prediksi dari Mani melibatkan tim yang lebih bervariasi.
  • Kekurangan: Jam terbang belum selama Paul yang sudah memberikan prediksi sejak Piala Eropa 2008.  Disamping itu, presisi prediksi Mani (presisi prediksi 83.3%) selama Piala Dunia 2010 ini, lebih rendah dari pada Paul (presisi prediksi 100%).

Alasan kedua adalah: Yang namanya mahluk, tidak akan terhindar dari kesalahan.  Dengan kata lain: Jika presisi prediksi Paul selama ini adalah sebesar 100% benar, maka: mungkin sudah waktunya Paul untuk melakukan kesalahan.

So… Siapakah yang akan menjadi juara Piala Dunia baru di tahun 2010 ini?  Saya lebih senang menyaksikannya langsung pertandingannya nanti malam.  Anyway:

Siapapun juga yang menang tidak akan berpengaruh kepada prediksi saya karena siapapun juga yang akan menang… prediksi yang saya buat di awal piala dunia yang lalu… akan tetap benar.

Hal lain yang lebih penting adalah:

Saya tahu bahwa prediksi saya yang benar tersebut, hanya merupakan keberuntungan semata.  Ini karena saya tidak memiliki pengalaman dan juga track record dalam memprediksi hasil dari pertandingan bola.

Ketika trend harga masih naik, ketika harga masih terus membumbung… yang pintar dan yang sekedar beruntung, tidak akan terlihat jauh perbedaannya.  Beruntunglah mereka yang cukup pintar untuk tahu bahwa dirinya hanya sekedar beruntung.

Happy trading… semoga beruntung!!!

Satrio Utomo

Keterangan:

Gambar Paul vs Mani diatas diambil dari www.cbsnews.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.