Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Foreign Fund Flow: Sebuah Speedometer yang berkarat…

1,194

Selamat pagi…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Jika anda adalah penggemar saham-saham big caps (atau setidaknya blue chips) seperti saya, maka besarnya aliran dana asing sepertinya adalah variabel yang wajib untuk selalu diamati.  Aliran dana asing untuk seluruh pasar, maupun aliran dana asing untuk saham per saham.  Ketika investor asing cenderung beli, maka harga bergerak naik.  Sebaliknya, jika investor asing cenderung untuk melakukan posisi jual, maka harga akan cenderung bergerak turun.

Trend dari aliran dana asing ini sangatlah penting.  Investor asing itu kalau bertransaksi, jarang sekali bisa ‘sehari beli – sehari jual’.  Karena volume mereka seringkali sangat besar (terlalu besar untuk dihabiskan dalam satu hari perdagangan), mereka bisa terus menerus beli dalam beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan beberapa bulan.  Tapi kalau mereka lagi dalam posisi jual, posisi jual ini bisa berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan. Inilah yang kemudian menciptakan trend jangka pendek, trend jangka menengah, ataupun trend jangka panjang.

Karena investor asing ini adalah investor yang rasional (sebagian besar dari mereka adalah investor institusi), maka pergerakan volume pasarnya akan lebih mengikuti banyaknya analis fundamental yang mengamati saham-saham tersebut.  Maklum, investor asing itu sebenarnya tetap saja memerlukan penunjuk jalan untuk memberitahu: mana saham yang bagus, mana yang tidak, bagaimana kinerja finansial dari perseroan, dan masih banyak lagi.  Itulah sebabnya, investor asing ini sering hanya bergerombol pada saham-saham yang diamati oleh banyak analis fundamental.  Dari pengalaman saya sih, minimal 10 orang analis fundamental sudah cukup untuk membuat saham tersebut digolongkan sebagai ‘saham mainan asing’.  Akan tetapi lebih baik jika kita lebih fokus pada saham yang diamati oleh 15 orang analis fundamental atau lebih.

Besarnya dana yang masuk atau keluar, bagaimana cara mereka melakukan strategi beli atau strategi jual, serta banyaknya pihak-pihak yang ikut campur disini, sering kali membuat trading pada saham-saham mainan asing ini berasa seperti ‘berburu gajah di padang rumput’.   Besar, jelas dilihat, dan tidak mudah untuk berubah arah.

Bandingkan deh dengan bermain saham gorengan:  kita akan berasa seperti .  berburu ular di padang rumput.  Berita atau rumor dimana mana, katanya positif, ternyata harga malah turun.  Sudah begitu, dengan mudahnya emiten bilang: oh… kami tidak ada corporate action seperti itu.  Berita itu tidak benar.  Meninggalkan kita semua dengan posisi floating loss pada portfolio.

Akan tetapi, realitanya tentu saja tidak semudah itu.  Data mengenai foreign fund flow yang berasal dari Website PT Bursa Efek Indonesia (yang juga dikutip oleh penyedia informasi seperti Bloomberg) ternyata tidaklah ‘bersih’.  Kalau menurut hemat saya sih, harusnya fund flow dari investor asing yang ‘murni’, adalah fund flow dari investor asing yang melakukan posisi beli atau posisi jual di pasar reguler.  Aksi investor asing di pasar negosiasi, sering kali adalah transaksi block sale (transaksi dalam jumlah besar dari hasil corporate action), malah jadi pengganggu ‘netralitas’ dari arus dana asing tersebut.  Saya sering kali curiga: eh.. jangan-jangan data ini sengaja dibuat agar asing kelihatan net sell atau net buy, sekedar merangsang pemodal lokal untuk bereaksi.  Data yang dipublikasikan ini berisi transaksi yang ada dari seluruh pasar, baik transaksi di pasar reguler dan transaksi di pasar negosiasi.  Harusnya sih.. kalau kita mau lihat data investor asing yang riil, kita cuman perlu melihat dari data di pasar riil.. yang dibeli dari open market (secara langsung dari pasar) di pasar reguler.

So… Data aliran dana asing ini berasa seperti Speedometer yang berkarat.  Mau dibuang atau tidak dilihat… kok penting sekali.  Tapi mau kita percaya 100%, sulit juga karena datanya sering kali dicemari.  Alternatifnya, kita bisa melihat data tersebut dari hari per hari yang saat ini banyak disediakan oleh online trading.  Cuman ya gitu.. data ini tidak ada data historisnya. Susah juga kalau kita mau melakukan analisis.

Yah… minimal ada panduan biar kadang suka melenceng.  Karena di dunia ini tidak ada sempurna, dan kita sebagai manusia memang harus membiasakan diri memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang terbaik yang bisa kite peroleh. Maka: Tidak ada rotan, akar pun jadi.  Kita pake aja deh… yang penting ada panduannya.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

4 Comments
  1. sosrotadi says

    boss Satrio,
    saya selalu mengamati komentar anda nih,ttp saya mash kesulitan utk monitor fund flow asing yg masuk krn gak punya software canggih model Meta.Cara yg paling mudah utk nubie memnitor flow tsb realtime darimana ya bos.
    trims n salam

    1. Satrio Utomo says

      Bung Sosrotadi…

      Kalau mengenai fund flow, saya juga hanya memanfaatkan data sekunder yang tersedia di terminal Bloomberg. Kalau mau sih… bisa dicatat hari perhari secara manual. Datanya bisa diperoleh dari website BEI (link-nya ada di tulisan saya diatas). Tapi kok ribet banget ye? 😀

      Wassalam,
      Satrio

  2. abdu says

    ada kok data historisnua di mirae asset

Leave A Reply

Your email address will not be published.