About these ads

Lo Keng Hong yang saya kenal…*


Selamat petang…

Kalau anda sudah lebih dari 5 tahun di pasar modal, rasa-rasanya agak janggal apa bila anda tidak mengenal figur pasar modal Indonesia yang satu ini.   Saham-saham yang dibelinya sering kali mengalami keuntungan berlipat (lebih dari 100%) dalam waktu singkat.  Warren Buffet Indonesia, begitu orang menyebutnya.  Klaim ini didapat tidak hanya karena dia melakukan positioningnya dengan strategi Investasi (membeli saham dari emiten-emiten yang undervalue dan kemudian melakukan hold untuk jangka waktu yang ‘relatif’ lama), dan sering kali memakai pakaian khas Warren Buffet (varsity jacket warna merah marun) ketika menghadiri RUPS dari emiten yang sahamnya dimilikinya.

Berbicara mengenai Keng Hong si Warren Buffet Indonesia ini, saya termasuk beruntung.  Saya beruntung karena mengenal Keng Hong secara pribadi sebelum namanya (dan juga portfolionya) melonjak pada tahun 2002-2003.  Saya mengenal Keng Hong ketika saya bekerja di Samuel Sekuritas pada periode 2000/2001 – 2002/2003.  Ketika itu, Keng Hong adalah masih seorang ‘klien biasa’ dari salah satu cabang dari Samuel Sekuritas.

Nama Keng Hong mulai menanjak di tahun 2002 – 2005.  Nama Keng Hong menanjak ketika dia ‘put everything in one stock (UNTR)’ sejak tahun 2002.  Strategi ini kalau tidak salah, pernah diungkapkan beliau pada salah satu majalah investasi/pasar modal.  Mobilnya, usahanya, villanya, apapun miliknya (kecuali rumahnya) telah dijual atau digadaikan agar Keng Hong bisa mempertahankan kepemilikannya pada emiten tersebut.  Demikian besarnya kepemilikian Keng Hong atas emiten ini, sehingga dia sempat dirumorkan akan menjadi komisaris di perusahaan ini, meskipun kemudian dia menolak.  Ketika itu, harga harga UNTR masih di kisaran 400-500 Rupiah.  Lo Keng Hong kemudian meraup keuntungan yang luar biasa besar ketika harga UNTR naik beberapa tahun kemudian.

Saya tidak akan membicarakan mengenai bagaimana strategi investasi dari seorang Lo Keng Hong.  Saya tidak akan membicarakan persamaannya dengan Warren Buffet.  Saya juga tidak akan membicarakan strategi akumulasinya (broker mana saja yang dipake untuk beli, dll, dsb).  Tapi saya mau membicarakan beberapa hal yang sebenarnya merupakan perbedaan antara Lo Keng Hong dengan Warren Buffet.  Warren Buffet Indonesia ini, sebenarnya ‘berbeda’ dengan Warren Buffet aslinya.

  • Warren Buffet mengelola portfolionya secara lebih terbuka

Well… at least, karena portfolionya dikelola didalam firma Berkshire and Hathaway yang merupakan perusahaan publik, maka isi portfolio dari Warren Buffet bisa terlihat jelas oleh publik.  Mungkin bukan portfolionya terakhir secara live.  Tapi, portfolionya di akhir tahun, bisa dilihat pada annual reportnya.

Saham yang ada di portfolio Lo Keng Hong? Hm… Dia itu baik sama wartawan.  Dia juga baik sama orang-orang yang mau dia baikin.  Tapi kalau sama orang yang tidak dia kenal (apalagi seperti ‘Pak Analis’, begitu dia selalu memanggil saya kalau kami kebetulan ketemu di Mall Puri Indah), jangan harap dia mau beberkan isi portfolionya deh.

  • Hampir seluruh investasi Warren Buffet dilakukan pada perusahaan yang memiliki nama besar (terutama brand image) yang kuat.   Ini membuat hampir seluruh investasi Warren Buffet dilakukan pada saham-saham yang penggeraknya adalam murni pasar.

Anda bisa melihat pada beberapa website yang mengaku sebagai pengamat portfolio Warren Buffet.

Investasi Lo Keng Hong? Well… Kalau dari wawancara dengan sumber resmi dari www,investor.co.id, beliau secara terbuka hanya mengakui MBAI sebagai portfolionya.  Beliau juga mengakui kalau kalau investasinya sebagian besar dilakukan pada saham-saham diluar saham LQ-45.  Bukan pada saham yang penggeraknya pasar murni.  Tapi, dari sumber lain (terutama mbah Google, dan penelusuran pada beberapa sumber lain), porto beliau diantaranya ada GJTL, AMAG, dan LPKR (meskipun dari sumber yang lain, bilang bahwa saham-saham ini semua sudah dilepas juga).

  • Warren Buffet melakukan posisi jual hanya karena perubahan fundamental pada perusahaan dimana dia berinvestasi.

Pada saat seperti apa warren buffet melakukan posisi jual?  Pada sebuah artikel di www.fool.com, sebuah wawancara kepada Prem Jain, penulis salah satu buku tentang Warren Buffet, Warren Buffet hanya ‘tidak menjual’ perusahaan yang telah dimiliki 100% oleh Berkshire Hathaway (seperti GEICO, Dairy Queen, dan beberapa lagi yang lain).  Warren Buffet terutama akan menjual sebuah saham yang dimilikinya, ketika management dari perusahaan tersebut mulai meninggalkan tugas awalnya untuk berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham.  Dalam kasus PetroChina, Prem Jain memang menyatakan bahwa penjualan tersebut karena saham tersebut sudah fully valuetervaluasi penuh).  Berita lain di http://www.cnbc.com juga menyatakan bahwa penjualan tersebut tidak ada hubungannya dengan insiden hak asasi manusia yang terjadi di Darfur.  Akan tetapi, dengan masih adanya investasi lain dari Buffet di China, apakah fully value benar-benar menjadi alasan untuk penjualan tersebut?

Disisi lain, Lo Keng Hong terlihat sangat sering melakukan posisi jual ketika harga saham tersebut dirasakan sudah terlalu mahal.  Lo Keng Hong sepertinya tidak memiliki ‘posisi yang untung berlipat, tapi di hold hingga berlama-lama, seperti posisi Warren Buffet di Coca-Cola.  Lo Keng Hong semata-mata sebenarnya hanya ‘holding posisi lebih lama dari pada anda dan saya’.  Itu sumber dari keuntungannya yang berlipat-lipat.

  • Warren Buffet berinvestasi pada saham yang ‘well known’ tapi under value.
Mungkin anda sudah melihat posisi portfolio dari Warren Buffet pada website Berkshire and Hathaway.  Anda mungkin bisa juga melihat pada beberapa sumber yang lain, seperti misalnya pada www.warren-buffet-portfolio.com.  Anda lihat top holding (saham-saham yang merupakan portfolio terbesar dari Berkshire Hathaway).  Apakah saham-saham Coca-Cola, Amex, Kraft, Johnson and Johnson, Wallmart, Moody, dll, adalah saham dari sebuah perusahaan mid cap atau small cap? Apakah merupakan saham dari perusahaan yang medioker? Coba bandingkan perusahaan-perusahaan tersebut dengan MBAI, PNLF, SGRO, PNIN, atau dengan GJTL, dan AMAG.
_________________
Jadi… pertanyaan akhirnya adalah: Saham pilihan Lo Keng Hong, biasanya adalah saham yang penggeraknya bukan pasar murni(likuiditas rendah).  Maukah anda melakukan posisi beli pada sebuah saham setelah Lo Keng Hong melakukan posisi jual pada perusahaan itu?  Maukah anda membeli saham-saham tersebut ketika Keng Hong melakukan posisi jual?  Kalau saham-saham Warren Buffet, sepertinya sih, saya masih mau.  Tapi, kalau saham-saham pilihan Keng Hong? Hm…. gimana ya?  Anda tahu lah… saya biasanya hanya mau memberikan rekomendasi pada saham-saham yang penggeraknya adalah market murni (dengan 15 orang analis fundamental yang cover lagi) :D.  Jadi, kecil kemungkinannya saya akan tertarik pada saham-saham pilihan Keng Hong.
Saya tidak mengenal dekat Keng Hong secara pribadi.  Saya bukan tetangganya. Bukan pula brokernya.  Bukan pula sekondannya yang tiap hari mengikuti kemana Keng Hong pergi.  Bukan juga orang yang tidur satu kamar setiap hari dengan Beliau.  Keperdulian saya lebih kepada pemodal retail, dan bagaimana pemodal retail bisa bertransaksi dengan aman, bebas dari penyesatan.  Sialnya, belakangan, ada pihak-pihak yang telah mencoba melakukan ‘pencitraan’ bahwa GTBO sebagai saham pilihan Lo Keng Hong.  Saya nggak tau apakah memang Lo Keng Hong membeli saham itu atau tidak.   Yang saya tahu, track record GTBO dalam menghasilkan positive net income, terlihat masih kurang.  Jadi, agak ajaib juga kalau Keng Hong beli GTBO.
Terlebih lagi, ada pihak-pihak yang mengkampanyekan bahwa ‘investasi seperti Keng Hong adalah simple, mudah, dan sederhana, tentu saja dengan ‘mengkampanyekan’  saham-saham yang (menurut dia) ‘sesuai dengan kriteria Keng Hong’.  Well.. kalau anda bertemu dengan orang seperti ini, cobalah bertanya: Pak… Emang Keng Hong beli saham itu?  Boleh Anda kasih buktinya?
Lo Keng Hong yang saya kenal adalah Lo Keng Hong yang sederhana, cerdas, tekun, ulet, berani, risk taking, percaya diri, pelit, dan agak ‘suka lebih pintar dari orang yang mengaku dirinya pintar’.  Lo Keng Hong adalah sebuah phenomena di Bursa Efek Indonesia.  Saya respect beliau untuk keberhasilan beliau dalam melakukan ‘home run’ ketika trading pada saham UNTR.   Akan tetapi, Lo Keng Hong yang saya kenal, bukanlah pribadi yang suka ngerjain orang lain (menyuruh orang beli ketika dia melakukan posisi jual, vice versa), atau bukan juga penipu.  Meskipun demikian, kalau anda mengikuti untuk membeli saham yang dia beli, terutama ketika harga sudah naik ratusan persen dari titik terendahnya dalam 12 bulan terakhir, anda kemungkinan besar tidak akan memperoleh ‘manfaat’ seperti yang diperoleh oleh seorang Lo Keng Hong.  Anda bisa jadi malah akan menjadi korban dari orang-orang yang sengaja memanfaatkan kebesaran nama Keng Hong.  Bukan seorang pemenang apalagi seorang aktor utama.
Saya adalah orang yang suka mengamati perilaku orang di pasar modal.  Saya mungkin tidak terlalu mengerti analisis fundamental.  Rekomendasi saya sudah barang tentu tidak 100% benar.  Saya hanya saya selalu berusaha memberikan rekomendasi yang tidak bertentangan dengan arah dari pasar, karena ‘melakukan rekomendasi beli ketika sebenarnya kita sedang melakukan posisi jual (vice versa)’, menurut saya adalah termasuk dalam golongan menipu.
Happy trading… semoga untung!!!
Satrio Utomo
*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.
About these ads
Comments
3 Responses to “Lo Keng Hong yang saya kenal…*”
  1. tulisan yg mencerahkan pak, ada UNTR nya juga ternyata, ini yg tidak dipublish, thx.

  2. owalaaah says:

    mbai kalo liat laporannya malah rugi di taun 2011 awal. blm tau lk3nya. pbv 9000 an hrga skrg 12rb an. kalo saya beli, berarti sm aja ngasih jalan exit buat yg dah beli di harga sngat rendah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,343 other followers

%d bloggers like this: