About these ads

Antrian Haji dan Kebiasaan Orang Indonesia untuk Panik


Selamat sore…

(Tulisan ini tidak ada hubungan dengan pasar modal… Sebaiknya hanya dibaca bagi mereka masih berminat untuk panic buying mengantri Haji. Terima kasih)

Panik adalah suatu hal yang sudah biasa kita lihat dan kita hadapi di pasar modal Indonesia. Dalam kepanikan, orang akan cenderung untuk berperilaku ‘over reacting’. Orang akan menjual terlalu banyak sehingga harga jatuh terlalu dalam, atau bisa juga orang berebutan untuk membeli sehingga harga bergerak naik dengan sedemikian liarnya.

Orang Indonesia itu, gampang banget panik. Ketidakcukupan informasi, sering sekali membuat orang sangat mudah untuk berperilaku irrasional. Harga sudah naik sedemikian tinggi, masih juga dikejar sehingga nyangkut di harga paling tinggi. Harga sudah turun sedemikian rendah, masih juga di cut loss, sehingga cut loss dilakukan, ketika harga berada di bottom.

Kepanikan ini juga yang bisa kita lihat dalam antrian jemaah haji yang ada saat ini. Ok lah.. Untuk antrian haji reguler, kepanikan itu sudah lewat. Antrian yang sudah melewati masa 12 tahun, sepertinya sudah mulai membuat orang mulai berpikir rasional untuk ‘mendaftar haji hanya ketika mereka butuh untuk berhaji’. Meski.. Kalau kita melihat bahwa antrian haji reguler di negara jiran, Malaysia, yang sudah melewati masa 20 tahun, sepertinya tidak menjadikan jaminan bahwa panic buying pada haji reguler bisa segera berhenti.

Di sisi lain, aksi panic buying, sepertinya mulai terlihat pada antrian haji plus. Pada akhir tahun 2010 kemarin, antriannya baru mencapai 1 tahun, tapi pada tahun 2012 ini, antriannya meningkat pesat menjadi 4 tahun! Sepertinya.. Sebentar lagi orang akan panik dan mulai berjubel untuk antri haji plus. Entah sampai di angka berapa panic buying ini akan berhenti. Tapi perkiraan saya, sepertinya orang bakalan agak tenang setelah antrian haji plus sudah melewati angka 7 tahun.

Apa akibatnya? Siapa yang paling diuntungkan? Jawabannya jelas: Departemen Agama. Antrian yang panjang, berarti dana yang mengendap. Sayangnya, dana yang mengendap ini tidak ‘nyantol’ di sistem perbankan syariah. Teman-teman di perbankan syariah, masih mengeluhkan mental pemegang keputusan di Depag yang bermental ‘wani piro’ untuk melakukan penempatan dana. Walhasil, semua kepanikan ini, hanya ‘ditangkap’ oleh mereka-mereka yang ‘pandai mengambil kesempatan’.

Perbedaannya hanya pada endingnya. Kalau di pasar modal, yang rasional, biasanya yang lebih beruntung karena mereka bisa memanfaatkan kepanikan pasar untuk mengambil keuntungan. Ketika market panic sell, pemodal yang rasional malah belanja. Dengan ini mereka bisa mendapatkan harga yang bagus. Vice versa. Tapi kalau dalam hal antrian haji ini, mereka yang rasional, yang benar-benar butuh berhaji untuk beribadah, malah dirugikan. Yang ada hanya antrian yang semakin panjang, karena orang-orang yang tadinya tidak kepingin naik haji, kemudian terpacu untuk mengantri haji. Hanya karena panic buying.

So… Apakah ada solusi bagi antrian haji yang semakin panjang ini? Kalau menurut saya sih: tidak ada. Paling yang bisa dilakukan adalah membuat larangan bagi orang untuk berhaji lebih dari satu kali, atau setidaknya, hanya berhaji sekali setiap 20 tahun. Kalau dibilang: mengarahkan mereka yang berhaji untuk umrah, itu jawaban orang yang tidak pernah merasakan hari Arofah. Jelas bedalah haji dan umrah.

Anda ingin berhaji, dinikmati saja antriannya yang panjang dan lama itu. Lumayan juga untuk menyiapkan diri secara mental maupun spiritual.

Selamat mengantri… Semoga barokah!!!
Satrio Utomo

Kalau sudah begini,

About these ads
Comments
4 Responses to “Antrian Haji dan Kebiasaan Orang Indonesia untuk Panik”
  1. MF Santoso H says:

    Selamat datang kembali di tanah air buat pak Haji Tommy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,327 other followers

%d bloggers like this: