About these ads

Republik Panjat Pinang…*


Selamat pagi…

Mungkin sebagian dari anda sudah lama sadar, bahwa kita hidup di sebuah negeri Republik Panjat Pinang.  Sebuah Republik dimana semua orang melihat yang indah-indah diatas sana, berkata-kata tentang hal yang indah-indah itu, seakan-akan bekerja sama untuk mencapai tujuan, tapi ujung-ujungnya tetap saja: saling tarik menarik, dan berusaha untuk mencapai puncak dengan menginjak orang lain.  Korupsi, hukum yang berpihak dan tidak jujur, permainan kekuasaan yang memuakkan, dan masih banyak lagi.  Terkadang… ingin saya berbuat sesuatu… tapi saya sadar bahwa saya bukanlah siapa-siapa.  Saya tidak bisa berbuat apa-apa.  Yang bisa saya lakukan hanya memaki, atau menulis di blog ini.

Berbicara mengenai makian… Saya itu orang Surabaya.  Jancuk.. itu adalah sebuah kata persahabatan.  Kalau mau memaki, saya harus membuat kata-kata lebih kuat dari itu.  Terutama kalau saya sedang marah.

Saya marah bukan ketika saya salah prediksi.  Salah prediksi itu biasa.  Saya hanya marah kalau IHSG bergerak berlawanan dengan indeks regional.  Mengapa? Karena ketika IHSG bergerak berlawanan dengan regional, pasti banyak orang yang menjadi korban.  Trader yang tidak disiplin, pemodal pemula yang berharap bahwa harga bisa bergerak naik padahal trend harga sudah terbalik, orang yang baru buka opening account kemarin sore, berharap bisa mencoba peruntungan baru di awal tahun yang baru, adalah beberapa diantaranya.  Mereka menjadi korban karena mereka berpikir, bahwa ketika regional terus bergerak ke atas, IHSG ‘harusnya’ terus bergerak ke atas juga.  Padahal… kalau kita sudah lama sedikit di pasar modal, kita semua juga sudah tahu bahwa IHSG bergerak tidak bersama-sama dengan indeks regional, itu adalah sebuah hal yang biasa.

Pergerakan IHSG yang berlawanan dengan pergerakan indeks regional ini terjadi terutama ketika ‘Faktor P‘ yang pernah saya bahas beberapa waktu yang lalu, sedang berperan.  Yang bikin heran… Beberapa waktu yang lalu, orang terlihat rendeng-rendeng mendukung redenominasi Rupiah, tapi seminggu kemudian, terlihat buktinya: Jagain Rupiah aja… BI harus pontang-panting.  Lucunya… itu semua adalah ujung dari kebijakan mereka sendiri yang menginginkan Rupiah melemah untuk mengurangi impor.  Apa iya redenominasi adalah langkah yang benar? Apakah semua orang yakin bahwa kita nanti nasibnya akan berbeda dengan Brazil dan Argentina yang harus redenominasi berulang kali pada peride 80-90an sebelum akhirnya negara-negara tersebut menemukan stabilitas?

Yang bikin saya lebih marah, adalah ketika smart money terlihat bisa bereaksi terlebih dahulu.  Kalau anda lihat aliran dana asing di pasar reguler, puncak dari aliran dana asing terjadi pada tanggal 7 Januari 2013 kemarin, tepat ketika puncak dari UNTR.  Setelah itu, tekanan jual terlihat mulai terjadi.  Aliran dana asing mulai berkurang, trend jangka pendek dari saham-saham big caps mulai berguguran.  Terlebih apa yang terjadi pada hari Kamis dan Jumat, asing masih belanja di pagi hari.  Regional juga masih bagus.  Tapi… tekanan jual yang terjadi mulai siang hari… kemudian membuat IHSG babak belur di sore hari.

Semua ini… terjadi.. ketika regional sedang ‘lucu-lucunya’.  Ketika trend naik masih berlangsung cukup kuat di bursa regional.  Dan harga batubara sedang bergerak naik.  Sudah begitu, tekanan jualnya tidak berlangsung secara continue.  Pagi beli, sore jual.  Tidak seperti asing ‘biasa’ yang lebih sering melakukan posisi ‘satu arah’ dari pagi hingga sore.

Itu yang membuat saya yakin, bahwa semua ini hanya perilaku ‘pemodal lokal yang berkuasa’.  Mereka terlalu ketakutan terhadap bayangannya sendiri.  Merasa posisinya terlalu besar sehingga harus ‘beraksi mendahului pasar’, mendahului trend.  Mengambil posisi di bursa, mengambil posisi di mata uang, membuat bursa bergoncang dan Rupiah goyah.  Untuk apa? Kinerja? Cari barang murah? Mengapa mereka tidak melihat bahwa bursa regional masih bisa bergerak naik sehingga mereka bisa melakukannya ‘nanti saja’… ketika IHSG sudah diatas 4500-an bahkan diatas 4600-an?

Ketika gajah bertarung melawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengahnya.  Ketika smart money berlaga di bursa, yang menjadi korban selalu pemodal retail yang berada ditengah-tengahnya.

Terkadang…. saya berharap bahwa pemodal retail bisa mempersenjatai dirinya dengan ilmu yang bermanfaat sebelum mereka masuk ke bursa.

‘Beli ketika mau naik, jual ketika mau turun’ adalah aturan dasar bagi seorang trader.  Jika anda mengaku diri anda adalah seorang trader, saya berharap anda sudah melakukannya.

So… saya mohon maaf apabila pada beberapa tulisan saya terakhir, saya terlalu bersemangat dalam menggunakan kata-kata yang ‘terlalu kuat’.

Tapi… saya memang berharap, bahwa trader retail sudah cukup disiplin untuk melakukan posisi jual ketika trend harga sudah berubah menjadi turun, dan nanti melakukan posisi beli lagi, ketika trend harga sudah kembali berubah menjadi naik….

Saya bisa saja salah… tapi… kalau memang indeks Dow Jones Industrial mencetak rekor dalam waktu dekat ini, tapi ternyata IHSG hanya berdiam diri, tidak mampu mencetak rekor baru diatas 4427.  Hehehe… Boleh dong kalau saya bilang ‘kita gagal naik karena kita berada dalam sebuah Republik Panjat Pinang… dimana setiap orang berada disini untuk saling menjatuhkan…  Bukan untuk kemaslahatan bersama.

Harapan saya sih… ketika indeks Dow Jones Industrial mencetak rekor baru… IHSG juga bisa mencetak rekor baru diatas level psikologis 4500.

Tahun 2013 itu memang seperti ini.  Seperti apa yang pernah anda baca pada Outlook 2013 yang pernah saya buat: Kondisi fundamental emiten, memang hanya ‘biasa-biasa’ saja.  Saya tidak heran kalau ada orang bilang bahwa ‘secara fundamental, IHSG hanya 4400.. atau lebih rendah dari itu.  Tapi, yang luar biasa untuk tahun 2013 ini adalah likuiditas pasarnya.  Dan… likuiditas itulah yang saya lihat bisa membawa IHSG menuju level 5000 tahun ini.

Tahun 2013, kita tidak hanya hanya cukup pintar untuk prediksi, tapi harus punya trading tools yang membuat kita mampu untuk lebih disiplin dalam bertransaksi.

Setiap peserta panjat pinang hanya tahu kalau hadiah, hanya bisa didapat hanya kalau pesertanya bersatu.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,804 other followers

%d bloggers like this: