Aliran Dana Asing vs Aliran Dana Aseng (Revised)*

164

(Maaf.. saya repost tulisan kemarin. Tabelnya ketinggalan jadi saya rasa terlalu mengganggu.  Silakan dinikmati kembali.  Wassalam, T)

Investor               :  Pak Tommy…Kapan kita koreksi?

Saya                       :  Kalau aliran dana asing sudah berhenti.

Investor               : Kapan aliran dana asing itu berhenti?

Saya                       : Gak tau pak…. Hehehe.

Selamat pagi…

Itu adalah cuplikan jawabah dari pertanyaan yang sering dilontarkan oleh pemodal belakangan ini.  IHSG memang hanya bisa terkoreksi jika aliran dana asing terhenti.  Tapi, hingga akhir minggu lalu, aliran dana asing ini terlihat masih deras mengalir.

Aliran dana asing selama Bulan Februari 2013, memang luar biasa.

Tahukah anda bahwa selama bulan Februari 2013 ini, aliran dana asing yang terjadi, sudah lebih besar daripada aliran dana asing yang terjadi selama satu tahun pada tahun 2012 kemarin? Tahukah anda bahwa aliran dana asing yang terjadi pada bulan Februari 2013 adalah aliran dana asing bulanan yang terbesar sepanjang masa ?

Dari data yang saya pantau dari Bloomberg, dalam 10 tahun terakhir, pemodal asing hampir tidak pernah berada dalam posisi net buy atau net sell lebih dari Rp 4 trilyun dalam 1 bulan.  Transaksi net buy lebih dari Rp 2 trilyun, hanya sempat terjadi 3 kali: 2 kali di tahun 2008, dan 1 kali di 2011.  Itupun ketiganya disebabkan oleh adanya transaksi pada pasar negosiasi.  Bukan transaksi pada pasar reguler.  Dari sumber yang lain, data aliran dana asing selama bulan Februari juga terlihat spektakuler: pada bulan Ferbuari kemarin , aliran dana asing tidak pernah negatif, tidak satu hari pun!!!

130204 Aliran Dana Asing Februari

Data tersebut adalah data yang saya ambil dari Ezydeal 5, platform On Line Trading terbaru dari PT Universal Broker Indonesia.  Sumber data tersebut, tentu saja adalah data transaksi dari PT Bursa Efek Indonesia.  Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa aliran dana asing untuk pasar reguler pada bulan Februari 2013 sudah mencapai Rp 10 trilyun.  Lebih tinggi dari aliran dana asing yang terjadi di pasar reguler pada tahun 2012 yang mencapai Rp 9.6 trilyun, dan jauh lebih tinggi dari aliran dana asing yang terjadi aliran dana asing yang terjadi pada tahun 2011 yang angkanya hanya mencapai Rp 816,3 miliar (data sejak Februari 2011).

Loh Net Buy Asing Pak Tommy kok beda dengan pernyataan BEI?

Betul.  Kalau anda googling, salah satu artikel yang saya temui di www.kontan.co.id menyebutkan bahwa berdasarkan data BEI, sepanjang tahun 2011 masih terjadi aliran dana asing masuk (net inflow of foreign capital) sebesar Rp 25,67 triliun. Namun sepanjang 2012, dana asing tersebut melorot menjadi hanya Rp 15,44 triliun.Pejabat BEI yang diwawancara oleh Kontan tersebut menyatakan, bahwa Krisis Ekonomi di Amerika dan Eropa telah membuat aliran dana asing jauh merosot.

Realitanya: Krisis Amerika dan Eropa memang masih terjadi.  Tahun 2012 masih terjadi, dan sekarang juga sepertinya masih belum selesai.  Krisis yang merupakan lanjutan dari apa yang terjadi pada tahun 2011.  Sampai saat inipun kondisinya masih tetap sama: Apapun berita bullishnya, berita bearishnya pasti dari Krisis di Eropa.  Akan tetapi, apakah kondisi dari Bursa Eropa dan Bursa Amerika pada tahun 2012 lebih buruk jika dibandingkan dengan tahun 2011? Ternyata jawabannya adalah TIDAK.  Pada tahun 2011, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) mengalami kenaikan 5,5 persen, Indeks Deutscher Aktien IndeX (DAX) terkoreksi 14,7 persen, dan FTSE 100 (FTSE atau Footsie) terkoreksi 5,6 persen.  Akan tetapi,  ketiga indeks ini mengalami kenaikan di tahun 2012.  Krisis memang masih berlangsung pada tahun 2012, tapi indeks dari Bursa di masing –masing negara tersebut, sudah mengalami kenaikan, tidak seperti indeks pada tahun 2011 yang masih cenderung terkoreksi.

Aliran dana Pemodal Asing, atau aliran dana Pemodal Aseng?

Anda pernah mendengar seloroh di pasar modal: Emang itu asing? Asing atau Aseng? Yang disebut sebagai pemodal ‘Asing’ disini adalah pemodal asing yang sebenarnya, yang asli.  Yang disebut sebagai ‘Aseng’ adalah pemodal lokal yang menggunakan broker asing atau bahkan menggunakan kode transaksi F (foreign) sebagai penanda dalam melakukan transaksi.  Para pemain saham gorengan yang sudah berpengalaman tentu sudah hafal: Pemodal Asing melakukan posisi beli karena mereka ingin melakukan investasi, sedangkan Pemodal Aseng melakukan posisi beli agar pemodal lokal yang lain untuk turut melakukan beli pada saham tersebut.  Pemodal Asing beli karena emiten tersebut bagus, sedangkan pemodal Aseng melakukan posisi beli untuk menjebak pemodal lokal yang lain.

Jadi… Mana yang anda percaya: Pemodal Asing atau Pemodal Aseng? Saya sih percaya  Pemodal Asing.  Saya percaya Aliran Dana Asing hanya yang terjadi di Pasar Reguler.  Saya mensikapi pergerakan Pemodal Aseng di pasar non reguler dengan sangat berhati-hati karena transaksi tersebut sering kali tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Bagaimana dengan anda?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.