Because in Stock Market, ‘Shit always happen’ …*

162

Selamat pagi…

Market lagi bagus.  IHSG sedang dalam trend naik yang kuat.  Saya barusan ngintip ke salah satu grup saham yang ada di FB.  Pesertanya sudah meningkat dengan pesat.  Udah gitu, banyak dari anggotanya, yang kemudian baru saja menjadi bloggers, dengan membuat blog-blog baru tentang saham.

Coba sekarang kita lihat chart dibawah ini… kalau harganya mau rebound, arahnya kemana?

130317 SMGR Invert

 

Pasti ada sebagian dari anda yang menjawab:

Ini saham mau rebound ke 14500!  Saya pake teori Pak Tommy yang bilang bahwa saham memiliki peluang yang sangat tinggi untuk bergerak menuju retracement 50%-nya!!!

Kalau itu jawaban anda…. saya mau bertanya lagi.  Emang saham diatas, harga berakhirnya berapa?

Betul… harga terakhirnya adalah 18250.  Itu adalah saham SMGR.  Dan, SMGR dari 18250 ke 14500, bukanlah rebound, tapi TURUN.

Tapi mengapa chartnya naik?

Pertama-tama, saya tidak mau bilang bahwa saya memprediksikan SMGR untuk turun ke 14500, karena masih banyak suport yang lain, seperti 17000 atau 16500 yang juga merupakan retracment 50% dari trend yang lebih pendek.

Tapi,

kita terkadang memang harus menerima bahwa pergerakan harga itu setidaknya memiliki 2 arah: naik atau turun

Kalau SMGR memang lari ke suport-suport itu, entah itu 17000, 16500, atau 14500, ya sudah sewajarnya.  Yang penting kita mau menerima bahwa arah pergerakan harga itu ada dua: naik atau turun.  Harga memang bisa saja… naik terus menerus dalam suatu periode tertentu.  Periode ini bisa saja panjaaaaaaag… dan lamaaaaaaaaa…. Tapi ada kalanya harga bergerak turun.

Point utama saya disini adalah:

Kalau anda mau survive di stock market, baik sebagai analis maupun sebagai seorang trader atau investor, jangan hanya pintar prediksi harga ketika bergerak naik, tapi anda harus pintar untuk prediksi ketika harga bergerak turun!!!

Apa? Anda mau bilang bahwa: Saham pilihan saya ini bullet proof pak… anti peluru.  Ditembak seperti apa saja, trend naiknya tidak akan berbalik.

Saya bertanya: Emang siapa yang jaga? Keng Hong? Kalau penguasa pasar yang besar (ssst…. jangan sebut Keng Hong sebagai bandar, anda bisa diomelin sama dia seperti dia mengomeli Majalah Fortune… hehehe) seperti Keng Hong yang jaga, saya masih percaya.  Karena dia terkadang suka bikin (almost) single stock portfolio.  Udah gitu, Keng Hong tidak percaya margin.  Meskipun pake atau tidak, saya sendiri juga tidak bisa memastikan.

Tapi kalau bandar-bandar ketengan, bandar-bandar yang lain, saya sih tidak percaya.  Kelemahan dari bandar-bandar yang lain, dan juga setiap orang adalah: mereka membentuk portfolio dan mereka menggunakan fasilitas margin dari perusahaan sekuritas.  Mereka melakukan itu, karena duit mereka, sebenarnya juga terbatas.  Udah gitu, mereka juga mahluk-mahluk yang serakah, sama seperti saya dan anda.  Karena mereka membentuk portfolio dan menggunakan margin, mereka sering kali kena domino effect: saham yang satu terjelengkang, akan menarik mereka untuk melepas saham yang lain yang ada di portfolionya.

Keng Hong aja… suka jualan kalau dia merasa bahwa harga sahamnya sudah ‘fully valued’.  Apalagi bandar-bandar ketengan itu?

So… Pertanyaannya adalah: Apakah strategi anda jika kira-kira trend naik IHSG dan/atau trend naik dari saham yang anda pegang berakhir? Apakah anda mau hold? Atau anda mau jual dulu? Kalau anda mau Hold, emang anda investor? Kalau anda adalah seorang trader, apakah anda masih tetap akan hold? Bukannya seorang trader itu prinsip utamanya adalah: Beli ketika mau naik, dan jual ketika mau turun?

Ingat loh…

Prinsip utama dari seorang trader adalah:

Beli ketika mau naik, dan jual ketika mau turun

Apakah strategi anda ketika trend naik berakhir?

Friendly Warning dari Aliran Dana Asing

Trend naik jangka menengah pada IHSG, memang belum berakhir.  Trend naik jangka panjangnya… apalagi.  Yang sudah berakhir hanya trend naik jangka pendek.  Tapi yang membuat saya waspada, net sell aliran dana asing, sudah melewati angka Rp 1 trilyun dalam 3 hari perdagangan terakhir.  Sebuah peringatan bahwa posisi beli dari pemodal asing, bisa saja sudah berakhir.  Tekanan jual, masih dilakukan secara sporadis.  Tekanan jual terbesar memang terlihat pada saham ASII yang kinerja FY2012nya dibawah ekspektasi.  Tapi, kalau anda mau melihat lebih dalam, ternyata tekanan jual juga sudah mulai terlihat pada saham-saham properti (seperti BSDE dan ASRI), terlepas adanya fakta bahwa kinerja FY2012 BSDE, sebenarnya masih diatas ekspektasi konsensus.

Tekanan jual pemodal asing, tidak hanya pada saham lapis pertama, tapi juga pada saham lapis ketiga.

Sekedar informasi… tahun kemarin, aliran dana asing di awal tahun, sempat dua kali masuk terus keluar, dalam jumlah yang relatif sama.  Yang pertama, mereka beli sekitar Rp 4,8 tr di bulan Januari, terus langsung keluar lagi dalam jumlah yang sama.  Mereka beli sekitar Rp 12,5 tr di bulan Maret – April, tapi mereka juga exit sekitar Rp 11 tr pada bulan April-Juli.

130317 Aliran dana asing

 

 

 

Asing beli banyak dan keluar dalam jumlah yang banyak juga, itu bukan barang baru.

Penutup

So… kalau anda lihat beberapa tulisan saya terakhir, baik dalam ‘Selamat Pagi’, ‘15.45’, atau dalam tweet saya, anda bisa lihat bahwa saya sudah dalam posisi trading.  Saya sering sempat full cash di tengah hari… tapi kalau sore… saya suka ‘mengail di air bening’…. antri di saham-saham big caps, ngarep ada asing yang iseng lempar kiri.  Strategi yang beresiko tinggi.  Tapi… lumayan juga profitnya dalam dua hari terakhir.

Apakah anda sudah memiliki strategi untuk menghadapi market yang turun?

Saya masih tetap dalam prediksi, bahwa IHSG masih bisa 5000 tahun ini.  Tapi kalau ternyata trend jangka menengah berubah menjadi turun, saya sudah punya jalan keluarnya.  Saya sudah siap dengan cara prediksinya, dan saya juga sudah siap dalam bagaimana saya melakukan posisi beli atau posisi jualnya.

Membalik chart adalah cara saya untuk tetap bisa memiliki prediksi harga yang tetap bagus, baik ketika market naik dan juga ketika market bergerak turun.

Semoga anda juga sudah memiliki strategi jika ternyata trend naik ini ternyata sudah berakhir.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

2 Comments

  1. Tonny says

    Seperti kata Elder, baliklah chart, kalau sinyal beli masih muncul sebagai sinyal beli saat chart dibalik berarti trader sudah jatuh cinta dengan saham itu, dan itu tanda2 bahaya 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.