Setelah Jemuran Diangkat Orang…*

30

Selamat pagi…

Di akhir tahun lalu… saya termasuk orang yang paling semangat untuk bilang IHSG 5000.  Target saya aja 5250 – 5650.  Kalau cuman 5000 harusnya memang gampang.

Akan tetapi, ketika IHSG semakin mendekati 5000, saya semakin kehilangan minat saya untuk bertransaksi.  Pertama.. mungkin karena faktor ejakulasi dini.  Saya itu punya hobby untuk ngayun posisi, tapi sering lupa baibek.  Atau, kalau sudah posisi ayun, tapi ketika harga tembus resisten… saya lupa untuk baibek.  Bagusnya.. dalam dua minggu ini, saya mendapat mainan baru berupa order ‘limit if touch’.  Tapi itu kita bahas lain pada tulisan saya berikutnya deh….

Yang kedua… bisa jadi karena IHSG terlalu lama bergerak naik.  Tapi ini bukan alasan karena saya adalah seorang trend follower.

Yang ketiga… saham-saham sudah mulai kena resisten.  Untuk saham lapis kedua dan ketiga, bahkan sudah banyak yang kena ret 423.8%.  Rule trading untuk retrcement 423.8% adalah: jika harga terkena resisten tersebut, posisi jual jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan kita memaksakan untuk terus beli atau hold posisi.  Beli baru sudah gak visible lagi.  Beberapa saham mainan ‘seasonal’ asing, bahkan sudah mulai menembus suport: konstruksi dan properti.

Saham-saham GGRM, ITMG dan UNTR yang menjadi tenaga IHSG dalam beberapa hari terakhir.. juga sudah kena ret 50%.

Alasan untuk naik, sudah semakin berkurang.  Tenaga untuk naik, seakan sudah semakin habis.

Resisten pertama IHSG hari ini, ada di 5020.  Kalau IHSG 5000… saya tidak heran.  Tapi… kalau peak IHSG kali ini tidak di 5000… sepertinya akan membuat banyak orang dongkol.  Hehehe… Kalau ternyata peak IHSG kali ini tidak diatas 5000.. saya juga ikhlas.  Tapi sepertinya sulit deh IHSG bikin peak di 5000… terutama dengan DJI masih ada tenaga setidaknya hingga kisaran 14700-14750… dikit lagi doang siy…

So… Hari ini, saya hanya duduk manis.  Posisi trading kecil dengan strategi kontrarian (beli ketika signal jual nampak) yang saya lakukan pada MAPI kemarin sore, sudah saya lepas lagi.

Saya coba pasang order limit if touch lagi deh.. siapa tahu ada saham yang kena ret 50% hari ini.

Oh iya.. mata saya saat ini sedang memandang saham VIVA.  Terus terang.. gara-gara pingin keluar dari kongsi BUMI Plc, Grup Bakrie terlihat berusaha mengumpulkan likuiditas, meski dengan berbagai cara.  Jual aset ini itu.  Termasuk diantaranya jualan saham VIVA.  Kemarin, ketika dirumorkan akan dibeli Harry Tanoe.. ternyata bohong.  Kali ini, mau dibeli Chairul Tanjung. Aku gak ngerti deh… HT cukup pintar untuk tidak beli saham mahal dengan PE jauh diatas perusahaan dia… tapi kalau CT beli… apakah memang CT kecerdasannya selevel lebih rendah dibandingkan dengan HT?

Kalau ini rumor bohong lagi….  Ya Alloh…  Saya hanya teringat perkataan Rasullullah:

“Siapa yang menipu… itu bukan golonganku!”

Dan Bakrie itu Keluarga Muslim?

Kemarin ada yang ‘complain’ kepada saya: Pak… Bapak kan Muslim… Pake semboyan:  ‘Semoga Barokah’.. .kenapa yang dibeli saham perbankan dan rokok?

Saya bilang: di pasar modal.. yang lebih jahat dari sekedar perbankan dan rokok… jauh lebih banyak.  Lagian… belum semua orang bilang kalau perbankan itu haram… dan Ulama juga masih banyak yang mengepulkan asap rokok.

Semua kebenaran itu berasal dari Alloh.  Saya adalah manusia biasa yang merupakan sumber dari kesalahan

Wabilahi taufik wal hidayah…

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.