Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Sedikit komentar tentang Penurunan Outook Peringkat Surat Utang oleh S&P

224

Selamat pagi….

Hari Kamis kemarin, kejadiannya begitu cepat.  Jam 15.00 kurang dikit, S&P menurunkan outlook surat hutang.  Sekitar jam 15.15-15.30 ada temen yang warning (untung ada yang warning.. hehehe… jadi sempet bikin keputusan jualan).   Setelah itu, tekanan jual asing atas saham perbankan dan big caps pada umumnya meningkat… Sampai Jumat sore.

Tahun kemarin, S&P tidak jadi memberikan investment grade setelah Pemerintah gagal menaikkan harga BBM Subsidi.  Pemerintah (Baca: SBY) rupanya tidak kapok juga.  Tahun ini, SBY tetap keukeuh batal menaikkan BBM Subsidi, ketika semua pihak sudah siap untuk menaikkan.  Gak tau apa yang dipikirken… Apakah memang Pemerintah takut sama aksi Demo 1 Mei… atau memang ada Pemimpin Partai yang mencoba untuk mencari duit yang akan dibagi nanti ketika kampanye dari Dana APBN.  Maklum… posisi double gardan selaku Ketua Partai dan Presiden, sepertinya telah membuat SBY semakin galau.

Lebih asyik lagi… penurunan outlook ini terjadi ketika Pemerintah tengah berusaha menjual SUN pada hari Senin ini.  Hehehe… Bagus… Bagus… Bagus….

Setelah penurunan outlook tersebut pemodal asing kemudian melakukan tekanan jual.  Dalam tiga hari terakhir (di pasar reguler, asing memang sudah dalam posisi net sell sejak Rabu), tekanan jual pemodal asing sudah mencapai Rp 1,25 trilyun.  Kalau dibandingken dengan net buy asing sejak Januari hingga April 2013 yang jumlahnya mencapai Rp 18,6 trilyun, tentu saja jumlah itu masih sangat kecil.  Tapi jika dibandingkan dengan aliran dana asing selama bulan April 2013 yang jumlahnya hanya mencapai Rp 1,59 trilyun, jumlah tersebut sangatlah signifikan.

So… what should we do? Apa yang harus kita lakukan?

Satu hal yang harus saya tekankan disini adalah:

Saya tetap dalam prediksi bahwa tahun ini IHSG bisa mencapai level tertinggi di kisaran 5200-5650.  

Artinya:

  1. IHSG masih bisa mencetak rekor baru lagi.
  2. Koreksi ini bukanlah koreksi yang besar.
  3. Turun untuk beli.
  4. Tapi… kita memang masih harus memperhatikan koreksinya sampai mana.
  5. Sejauh ini, target koreksi saya.. kalau lebar pake range 4721 – 4904.
  6. Tapi kalau mau pake range sempit, berarti di 4700-4750.

Jadi… Kalau pada hari Senin nanti koreksi cuman sebentar.. IHSG menyentuh 4900 terus rebound lagi.. IHSG ikut kejar-kejaran naik lagi bersama indeks Dow Jones Indusrial.. saya tidak heran.  Tapi.. karena gap di 4945 – 4953 juga tembusnya barusan… sepertinya saya lebih cenderung untuk menggunakan prediksi 4700-4750 sebagai perkiraan bottom.  Deket kok.. nggak jauh lagi.

Problemnya adalah: kapan tekanan jual pemodal asingnya berakhir? Apakah benar target IHSG hanya 4700-4750? Kalau target cuman segitu, berarti tekanan jual pemodal asingnya juga bakal tidak besar dong… Bagaimana kalau ternyata asing ternyata berlangsung seperti tahun kemarin?

Hehehe..  kalau tekanan jual pemodal asingnya sama seperti tahun kemarin.. memang serem juga.  Tahun kemarin, asing memang beli… selama bulan Maret.. net buy mereka Rp 10,6 trilyun.  Begitu BBM Subsidi gak jadi naik, mereka mulai net sell barang seminggu.  Setelah itu, market naik lagi karena regionalnya bagus.  Tapi.. ketika S&P gak jadi kasi investment grade.. asing langsung net sell lagi.. gak sampai Rp 12 trilyun siy… tapi jumlahnya sampai lebih dari Rp 11 trilyun.  Gile bener.. habis dimakan.. dimuntahin lagi.  Semoga saja tidak terjadi lagi tahun ini.

So… Koreksi ini adalah kesempatan kita untuk melakukan akumulasi pada harga yang lebih murah.  Problemnya memang dimana trend turun ini berakhir… dan kapan asing mulai berhenti net sell .. itu saya yang tidak tahu jawabannya.

Berhubung saya lagi full cash.. saya menikmati koreksi ini dengan nikmat.  Terakhir… saya beli BMRI di kisaran Rp 10.300 – Rp 10.500.  Saya cut loss di Rp 10.150-Rp 10250. Tapi… sekarang.. karena full cash.. saya tinggal mencari harga yang bagus untuk beli.  Dengan pikiran yang lebih tenang.. Dengan mental yang lebih segar.  Karena prediksi awal saya IHSG bottom di 4700-4750.. berarti setidaknya saya bakal menunggu IHSG turun dibawah 4800 baru mulai siap-siap belanja.  Daftar belanjaan saya juga sudah ada: mau bank, konstruksi, semen, properti… semua masih ok.  Harganya? Ya tinggal kita cari suport levelnya lah…

Oh iya.. berbicara mengenai menunggu di suport level ini…. saya jadi ingat fasilitas Limit If Touch yang ada di Ezydeal 5… On Line Trading dari Universal Broker Indonesia.  Saya pasang antrian hari ini aja deh.. biar kalau harga kena suport, minimal ada transaksi done buat ngingetin.

Ok lah kalau begitu.  Kita gak usah terlalu galau gitu lah… masa Presidennya galau kita jadi ikutan galau.  Hare gene.. anda harus sudah tahu bedanya antara trading dengan investasi.  Kalau anda trader dan belum exit ketika trend sudah mulai berbalik menjadi turun, ya itu salah Anda sendiri.  Trading kok ndak pake trading plan.  Trading kok tidak pake rencana trading.

Sementara itu dulu…

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

1 Comment
  1. eiscell says

    nice artikel..

Leave A Reply

Your email address will not be published.