Akankah Dow Jones Selamatkan IHSG…*

44

Zelamat PaGee dari Universal Broker Indonesia, 6 Mei 2013

Indeks Dow Jones Industrial pada hari Jumat malam sempat sebentar berada diatas level psikologis 15.000 sebelum akhirnya ditutup dengan kenaikan 142,38 poin (+0,96 persen) di level 14.973,96. Data tenaga kerja yang positif berupa penurunan jumlah pengangguran hingga ke level 7,5 persen telah memicu kenaikan tersebut.

Sentimen positif yang ada, adalah merupakan harapan bagi pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, yang saat ini tengah dilanda sentimen negatif akibat penurunan outlook peringkat hutang yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor’s pertengahan minggu lalu. Meski tetap mempertahankan peringkat surat hutang Indonesia pada level BB+, S&P melakukan penurunan outlook peringkat dari positif menjadi netral, setelah Pemerintah dinilai tidak tegas dalam masalah kenaikan BBM Subsidi.

www.universalbroker.co.id

IHSG hari ini dipekirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran lebar, 4850 – 4965. Hanya penutupan diatas resisten 4965 yang bakal mengakhiri trend turun jangka pendek yang tengah berlangsng pada IHSG. Pemodal seperti masih akan mencermati perilaku pemodal asing pasca penurunan outlook S&P tersebut. Trend turun pada IHSG hanya bisa berakhir jika tekanan jual pemodal asing sudah terhenti, atau setidaknya sudah mulai berkurang.

021-23586878

Saham-saham big caps, terutama ASII, BMRI, dan BBRI, adalah saham-saham yang paling banyak mendapatkan tekanan. Posisi beli atas saham-saham ini, sebaiknya hanya dilakukan ketika harga saham sudah mencapai suport levelnya, atau sudah menunjukkan tanda-tanda akan terjadi reversal (terdapat penembusan resisten). ASII memiliki suport pertama di level 6800, sebelum kisaran suport dari trend jangka panjang di kisaran 5500-6000. BMRI di kisaran 9000-9250, dan BBRI di kisaran 8000-8500. Resisten dari saham-saham tersebut, masing-masing ada di level 7050 untuk ASII, level 10.000 untuk BMRI, dan level 9100 untuk BBRI.

Saham-saham sektor konstruksi (terutama ADHI, WIKA, dan PTPP) dan properti (terutama ASRI dan BSDE) relatif masih belum mendapatkan tekanan jual yang berarti pada hari Kamis dan Jumat kemarin, sehingga masih bisa bertahan diatas suport pertamanya. Jika suport pertama dari saham-saham tersebut mengalami penembusan, Kami lebih menyarankan pemodal untuk mengambil langkah profit taking. Suport pertama dari ADHI ada di level 2975, WIKA di level 2400, PTPP di 1410, ASRI di 1040, dan BSDE di 1750.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agenpenjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.