15.45*

49

Selamat sore…

Pemecahan rekor oleh indeks Dow Jones Industrial (DJI) kali ini ternyata tidak membuat pemodal asing berubah posisi menjadi beli.  Tekanan jual pemodal asing di pasar reguler, hingga hari sore hari ini, masih tercatat sebesar Rp 330 miliar… lebih tinggi dari tekanan jual kemarin yang hanya Rp 265 miliar.  DJI rekor.. tapi tekanan jual pemodal asing terlihat semakin agresif.

Posisi indeks Hang Seng juga tidak bisa menolong sentimen.  Memang naik…  tapi posisi penutupannya tidak mampu melewati batas atas dari kisaran gap 23058-23156.  Tetap tidak memberikan signal positif.

Saham-saham pertambangan batubara masih terus meluncur turun.  UNTR tembus level psikologis 17000.  Sepertinya tinggal extra suport di 16600 yang bisa menjadi harapan.  Tapi kalau melihat range pergerakan sejak November 2012… arahnya bisa ke 14000-15000. Target triangle? Malah lebih jelek dari itu.  Sepertinya kita harus waspada bahwa koreksi dari saham pertambangan batubara ini, bakal berlangsung lebih buruk dari perkiraan.

So… sore ini saya tetap males ngapa-ngapain.  Mau beli grup Bhakti? Itu bukan mainan saya. Mau ambil posisi contrarian di LPCK? Itu bukan mainan saya juga.  AKRA yang lagi suport testing? Sama aje… Yang chartnya menarik sepertinya hanya saham-saham sektor konsumsi… tapi kita harus selektif dan hanya membeli saham yang masih memiliki potensi kenaikan.  Saham seperti ADES yang sudah terlalu dekat dengan ret 50%, jelas sudah tidak menarik lagi. BTW… aneh juga ini ye? BBM Subsidi mau naik kok yang menarik saham sektor konsumsi.. gak masuk akal.

Kalau mau dipaksain, saya hanya tertarik BBRI di suport levelnya (9150-9200).  Tapi kalau enggak.. mendingan saya hanya diem aja di pinggiran.  Menjadi penonton.

Happy trading.. semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.