Batubara dan Adhi Karya…*

75

Selamat pagi…

(Tulisan ini adalah bagian kedua dari dua tulisan… Pada bagian yang pertama, saya sudah menjawab pertanyaan pertama mengenai krisis 2008… tulisan ini akan menjawab pertanyaan seputar batubara dan ADHI)

Pertanyaannya sebagai berikut:

Pak bagaimana peluang krisis 2008..apakah akan terulang. kira kira kapan saham batubara akan berada di titik dasarnya ? kenapa bapak tidak memberikan rekomendasi saham kontruksi misal ADHI di 2011.- saya tidak menyangka saham ini melonjak sedemikian tinggi. -( mahasiswa unila)

Batubara

Kalau pertanyaan mengenai batubara, sebenarnya sudah saya jawab semua pada tulisan saya sebelumnya.  Tapi intinya begini: selama pertumbuhan perekonomian China belum membaik lagi, rasa-rasanya kita sulit untuk berharap banyak dari emiten-emiten batubara.

Adhi Karya:  Mengapa saya tidak tertarik Adhi Karya di tahun 2011?

Begini… Masalah ‘Likuditas’  dan  ‘Good Corporate Governance’, sebenarnya juga menjadi perhatian saya dalam memilih saham.  Maklum… jika anda sudah menjadi orang yang pendapatnya diikutin oleh orang banyak, maka anda juga harus yakin bahwa saham yang anda rekomendasikan juga aman untuk ‘newbies’ (pemodal pemula yang kurang disiplin dalam trading).  Masalah di ADHI itu ada di GCGnya.  Pada periode 2009 – 2011, ADHI memang bermasalah gara-gara ikut nimbrung di proyek Monorail.  Proyek Monorail itu terlantar, dan laba bersihnya tergerogoti oleh proyek itu. Itu yang menyebabkan, ketika rebound tahun 2010, saya sama sekali tidak tertarik untuk merekomendasikan saham ADHI.  Which is… ternyata juga bener…November 2010 – November 2011, harga saham ADHI juga masih bearish.  Saham ADHI ini baru menarik ketika Jokowi, selaku Gubernur DKI memutuskan untuk kembali melanjutkan proyek monorel.  Baru setelah itu, fundamental ADHI membaik…. seiring dengan write back dari kerugian proyek monorel.

So.. saya tertarik ADHI baru semenjak 2012 – 2013… tidak mulai 2011. Terlambat? Gak papa… yang penting saya tertarik ketika kondisinya sudah benar-benar aman.

Likuiditas dan GCG adalah juga merupakan pertimbangan saya dalam melakukan pemilihan saham. Saya bukan ‘orang yang mengaku sebagai analis fundamental tapi pekerjaannya menyesatkan para newbies untuk membeli saham-saham bandar’.  

Happy trading.. semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

You might also like More from author

1 Comment

Leave A Reply

Your email address will not be published.