Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Mengapa Rekomendasi Saya Cenderung ‘BELI’?*

118

Selamat pagi…

Kalau Anda lihat beberapa hari terakhir, ketika pasar terkoreksi tajam, anda mungkin melihat bahwa rekomendasi saya malah cenderung ‘BELI’.  Mungkin Anda berpikir: wah.. gile Pak Tommy… Kita disuruh jadi bantalan bandar… hehehe… disuruh nampung asing yang lagi jualan.

Ini alasan beberapa alasan yang bisa saya sampaikan

1.   Saya sudah jualan.  Semenjak memutuskan untuk lepas posisi sekitar tanggal 24 Mei, dan kemudian libur hingga tanggal 1 Juni, saya memang belum ambil posisi lagi.  Planning saya ketika itu, saya berharap IHSG masuk ke range suport 4721-4904 (subwave 4 dari wave sebelumnya) sebelum saya melakukan posisi beli.  IHSG hari-hari ini sudah mencapai kisaran tersebut.  Saya mencoba ‘catch a falling knife’, terutama pada saham-saham yang sampai di ret 50%.

2.  Sisa Net Buy asing sudah hampir habis.  Dari gambar di bawah ini, bisa kita lihat bahwa hingga jam 11 tadi siang (tanggal 10 Juni 2013), net buy asing untuk tahun 2013 ini sudah tinggal Rp 5,5 tr.  Hanya tersisa sekitar Rp 5,5 tr.  Ini artinya: sejak tanggal 23 Mei, ketika asing pertama kali melakukan tekanan jual secara agresif, pemodal asing sudah melakukan tekanan jual sebesar Rp 11,7 tr.  Atau.. rata-rata per harinya, mereka melakukan posisi jual sebesar Rp 994 miliar (rata-rata per hari hingga posisi hari Jumat).

130610 Net Buy asing

Jika tekanan jual asing sebesar Rp 994 miliar per hari, berarti net buy asing bakal sudah habis sebelum pertengahan minggu depan.

3.  Indeks Dow Jones Industrial semalam sudah melewati resisten di 15180.  Dengan ditutup diatas 15180, koreksi indeks Dow Jones Industrial, sepertinya bakal berupa flat correction.  Flat correction ini… bisa saja berlangsung hingga pertengahan Juli.  Akan tetapi… Indeks Dow Jones Industrial bakal mencetak rekor baru di 15500-15750 dalam 3 bulan mendatang.

So.. posisi beli dari pemodal asing yang menipis, IHSG yang berada di kisaran suport, dan indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang sudah berubah trend dari turun menjadi flat, adalah alasan saya untuk belanja pada hari-hari ini.

Tapi… apakah suport di 4721 – 4904 ‘pasti’ akan menjadi suport saat ini? Apakah IHSG pasti berhenti diatas 4721?

Hehehe.. belum tentu juga.  Kalau dilihat dari tahun 2012 kemarin sih.. asing bisa saja keluar seluruhnya.  Tapi, kalau kita lihat posisi net buy asing yang terjadi saat ini, bisa saja dimulai dari pertengahan Desember 2012, atau bahkan awal Juli 2012.  Kalau mereka mengeluarkan posisi sampai ‘semua-muanya’… hehehe.

Target IHSG saya untuk trend turun kali ini, ada di 4721-4904.  Berarti batas bawahya ada di kisaran: 4700-4750.  Worse case scenario untuk jangka pendek? Sejauh ini Saya pake kisaran 4600-4670.  Bisa sih kalau pake 4200-4400.. tapi sepertinya itu bukan pilihan saya untuk bull cycle kali ini.

Kita tunggu deh bottom IHSG dimana.. karena bottom IHSG baru terlihat, jika IHSG sudah menembus resisten (bottom tersebut sudah lewat).

Saya sudah mulai nyicil-nyicil beli.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini. Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.