Weekend Notes Minggu Ketiga Juni 2013*

77

Selamat pagi…

Sebenarnya banyak hal yang ingin saya tulis hari ini.  Biasa.. kalau ada hal yang ‘menyimpang terlalu jauh hingga dalam tahapan mengerikan’ dari teori sehingga berpotensi untuk menyesatkan, biasanya saya akan selalu bereaksi.  Minimal bikin tulisan.  Seperti misalnya niy… tentang teori gap (masa orang bisa seenak perutnya bikin target dari gap yang gak jelas bagaimana storynya?), atau tentang penggunaan kata ‘bandar’ sebagai kambing hitam ketika massa pengikutnya nyangkut besar-besaran gara-gara ada orang salah prediksi, atau.. tentang ‘timing dari prediksi’ yang sebenarnya juga merupakan faktor penting dari prediksi itu sendiri, dll, dsb.

Tapi… hingga minggu malam, saya ada deadline tugas ujian akhir yang harus saya penuhi.  Jadi.. sulit bagi saya untuk meluangkan waktu untuk menulis.

So.. saya hanya mau bikin komentar ringkas tentang posisi closing Dow Jones Industrial Jumat malam, posisi terakhir market kita hari Jumat,  dan bagaimana pengaruhnya pada perdagangan hari Senin.

Singkat saja ya….

  • Indeks Dow Jones Industrial (DJI) ditutup dengan kenaikan hanya sebesar 41,48 poin (+0,28 persen) dan ditutup pada level 14.799,40.  Dengan posisi Dow Futs kemarin sore yang naik hampir 100 poin, posisi penutupan ini tentu saja mengecewakan.  Posisi penutupannya yang jauh dari resisten pertama di 14950 juga membuatnya tidak memberikan signal positif apa-apa.
  • IHSG Jumat kemarin berhasil bertahan diatas suport 4510.  Tekanan jual pada menit-menit terakir, menggagalkan upaya IHSG untuk ditutup dengan doji ataupun hammer.  Dengan body yang kecil, berarti untuk Senin,  suport IHSG ada di 4474 dan resisten IHSG ada di 4561.  Tembus suport signal negatif, tembus resisten signal positif.

Outlook IHSG masih tetap

Pandangan saya tentang arah IHSG kedepan, masih tetap seperti minggu lalu:

  • IHSG berada dalam trend channel naik jangka panjang.
  • Worst case scenario berdasarkan trend channel tersebut adalah ‘overshoot wave 4’ dengan suport di arean 4200-4400.
  • Kabar terbarunya: pergerakan minggu lalu, memunculkan peluang bahwa IHSG saat ini sedang berada dalam subwave 5 dari subwave A, dari wave ke 3 jangka panjang (sulit bener ya…. elliot wave nomenclaturenya kira-kira: minute [v], minor A, intermediate (4), primary 3 atau 5 saya lupa.. harus dihitung lagi siy untuk tepatnya).
  • Bahasa sederhananya: IHSG sedang memasuki fase akhir dari trend turun jangka menengah, dengan kemugkinan terbesar bottom tetap di 4200 – 4500.
  • IHSG bakal memberikan signal positif untuk jangka menengah (start wave B) jika mampu ditutup diatas 4880.
  • Akan tetapi, jika Senin mampu naik diatas 4561, berarti signalnya memang sudah positif.

Posisi net buy asing di pasar reguler

  • Posisi dari net buy asing di pasar reguler terlihat semakin menipis.  Kalau dilihat dari posisi Juli 2012, posisi net buy asing tinggal sekitar Rp 3,5 tr – Rp 4 tr.  Kalau melihat posisi net sell asing di hari Jumat yang mencapai Rp 2,19 tr, berarti cadangan posisi jual asing tinggal tersisa 1 – 2 hari lagi.  Kalau dari hitungan ini, berarti bottom memang tidak lama lagi.

130622 FFF 21 Juni

  • Kalau kita mencoba alternatif yang lain, adalah dari posisi bottom market Oktober 2011.  Tapi.. hasilnya tetap tidak jauh berbeda.  Posisi net buy asing juga tinggal sekitar Rp 8,18 tr.  Kalau tekanan jual asing masih sama hebatnya dengan hari Jumat, Rp 2,2 tr per hari, dana asing tersebut akan sudah habis sebelum akhir minggu depan.

Resiko dari Regional masih terbuka

  • Kalau anda membaca Hitugan Awal yang saya posting kemarin, anda mungkin sempat memperhatikan bahwa Dow Jones Industrial (DJI) sedang memiliki target wedge di 14660, dan target H&S di 14200.  Kisaran target 14200-14660 ini belum sempat dicapai.
  • Indeks Hang Seng juga masih ada target dari H&S atau triangle formation dengan target 19000-19500 yang belum tercapai.

Gap

Terdapat dua buah gap pada IHSG, gap di 4561-4619 dan gap di 4743 – 4801.

  • Gap di 4561 – 4619 sepertinya masih ada potensi untuk ditutup (atau malah ‘kemungkinan besar akan ditutup’) karena gap tersebut adalah merupakan gap jenis runnaway gap.
  • Gap di 4743 – 4801 adalah gap yang sulit untuk ditutup karena gap tersebut adalah merupakan break away gap.

Kesimpulan akhir

So.. bagaimana kesimpulan akhirnya?

  • Saya masih berpegang pada skenario ‘kemungkinan worst case 4200-4400’.  Jadi.. kalau IHSG turun, saya tetap menggunakan stoploss pendek. Jika saham yang saya pegang besok tembus suport, berarti saya memang harus mengurangi posisi.  Posisi ‘strong buy’ baru saya lakukan jika IHSG masuk dikisaran 4200-4400.
  • Sentimen kenaikan BBM? Belum tentu negatif.  IHSG kan sudah turun banyak, saya tidak yakin sentimen inflasinya masih bisa menekan IHSG.
  • Kalau IHSG naik… IHSG baru ‘aman’ jika sudah mampu melewati resisten 4880.  Selama masih dibawah resisten itu… berarti IHSG masih bakalan flat turun pada kisaran lebar 4200-4750.
  • Melihat gap yang ada, berarti: berarti kita harus berhenti beli jika IHSG sudah diatas resisten 4725 dan lebih cenderung untuk take profit.  Posisi beli sebaiknya hanya dilakukan jika IHSG new low.
  • Adding position, baru bisa dilakukan jika IHSG mencetak new high diatas 4880.  Itupun tidak bisa terlalu berharap banyak karena trend turun jangka menengah IHSG saat ini kemungkinan besar masih berupa wave zig-zag yang kuat.  Trend baru bisa berubah menjadi flat, jika IHSG mampu mencetak titik tertinggi diatas 5153.

Market konsolidasi, memang market yang sulit untuk diprediksi arah jangka pendeknya.  Posisi net buy asing yang semakin sedikit, memang bisa memunculkan pertanyaan seperti ini: apakah asing kemudian malah beli setelah BBM Subsidi dinaikkan? Hehehe.. Saya sih tidak mau terlalu berharap. Potensi koreksi yang masih ada pada bursa regional, sepertinya akan membuat saya tetap extra hati-hati.  Saya hanya akan disiplin dengan trading plan yang saya buat, dan berharap Alloh akan memberikan berkah terhadap setiap transaksi yang saya lakukan.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

3 Comments

  1. Dana says

    Saya dah mulai pasang beli nih. Cuma ya dengan kondisi market seperti ini, saya selalu siap sedia untuk cutloss jika ternyata masih bergerak turun.

Leave A Reply

Your email address will not be published.