Tekaan jual akhir sesi kemarin… Forced Sell kah?*

91

Selamat pagi…

Pagi ini.. IHSG masih bisa naik.  Belum tembus resisten pertama 4561 siy.. tapi setidaknya membuat hati sedikit tenang karena posisi saya pada hari Jumat kemarin memang sedikit ‘over’.

Perhatian dari saya pagi ini.. masih terpusat pada saham-saham yang pada hari Jumat kemarin ditutup pada level terendahnya dengan tekanan jual pada saat penutupan.  Sebut saja ANTM, TINS, JPFA, dan UNTR (masih ada yang lain enggak ya?).  Tekanan jual yang ‘desperate’ seperti itu.. kalau dulu siy.. atau.. bisa jadi siy.. adalah tekanan jual akibat forced sell.  Tapi apakah benar seperti itu… sulit sekali untuk dibuktikan. (Emang yang jualan kemarin itu satu broker ya? Kalau yang jualan satu broker.. bisa jadi memang iya)

Saya hanya teringat pepatah seperti ini:

When The Street getting bloody.. it’s time to enter the market.

Apakah tekanan jualan kemarin adalah tekanan jual karena ‘Forced Sell’ posisi margin? Kalau iya.. berarti memang street is getting bloody.  Dan.. ketika street is getting bloody…. hehehe… minimal berarti bottomnya market tidak lama lagi.

Saya sih masih dalam posisi wait and see.  Saya menunggu bottom dari market.  Kalau anda baca ulasan akhir minggu yang saya buat kemarin, Saya memang masih melihat bahwa kondisi regional memang masih belum settle.  Masih belum jelas bottomnya dimana.  Masih ada resiko dari pergerakan bursa regional.  Lagian… Posisi asing pagi ini juga masih ‘galau’.  Mereka net sell, tapi dalam jumlah yang tidak terlalu signifikan.

Semoga.. tekanan jual kemarin itu memang posisi forced sell.  Tapi untuk meyakinkannya.. sepertinya kita harus menunggu sampai ada tanda-tanda reversal berupa penembusan resisten.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.

You might also like More from author

1 Comment

  1. Adi says

    JPFA yg jualan 1 broker Pak si DB, yg lain cuma seupil

Leave A Reply

Your email address will not be published.