Mencampuradukkan ‘trading’ dan ‘investasi’: Sebuah penyesatan

83

Selamat sore…

Sudah berpuluh kali mungkin saya bilang: trading itu berbeda dengan investasi.  Tulisan mengenai hal itu, bahkan sudah menjadi tulisan awal saya dalam blog ini, dan juga bab pertama saya dalam buku yang saya tulis.  Investasi itu berbeda dengan trading.  Keduanya tidak bisa dicampuradukkan karena kalau dicampuradukkan, ujung-ujungnya adalah:

  • Ngakunya trader, tapi ketika harga berbalik tidak cut loss.
  • Ngakunya investor, tapi ketika posisi bagus terus pake margin.

Kedua segmen ini… dari pengalaman saya lebih dari 10 tahun malang melintang di Bursa Efek Indonesia… adalah korban terbesar dari naik turunnya pergerakan harga… naik turunnya IHSG… terutama kalau sedang bearish market.  Kalau yang ngakunya investor tapi pake margin.. biasanya akan rugi habis-habisan ketika harus menghadapi pisau guillotine bernama ‘Forced Sell’.  Kalau yang ngakunya trader tapi enggan untuk cut loss.. biasanya ujungnya adalah portfolio supermarket dengan posisi potential loss yang bisa mencapai 50% – 80% dari portfolio.

So.. anda harus make up your mind lah.. mau jadi trader… atau jadi investor.  Jangan terus mbuleth… plin-plan… gak jelas gitu.  Apalagi kalau anda adalah ‘motivator dengan puluhan ribu pengikut’.  Kasihan orang-orang yang mengikuti anda.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

You might also like More from author

12 Comments

  1. chandra says

    E”””” M** kah yang dimaksud bapak satrio? 😀

      1. Dessy says

        Mungkin salah ketik Pak, maksud “investasi” = beli saham…peace…

        1. Satrio Utomo says

          Eits.. kalau ‘beli saham’… itu benar adanya… beda banget artinya loh….

    1. Edward says

      Weleh2 pak Satrio Utomo ini kerjaannya mencela orang mulu. Dari VS yuganur sekarang VS Mbak EM. Baca baik2 dong pak,… akun mbak Ellen May itu banyak sekali mengedukasi orang dan sangat berguna , dan setau saya nih yg namanya pemula nggak ngerti namanya trading.. jadi kata investasi itu adalah ungkapan umum yg digunakan orang buat “beli saham”, at least lebih baik daripada kata main saham. Post lah hal2 yg positif dan bermanfaat maka Anda akan semakin dihargai orang. habis ini mau mencela siapa lagi pak Satrio? Buatlah hidup Anda jadi lebih bermanfaat dan barokah dengan hal2 positif

      1. Satrio Utomo says

        Bung…

        Sebagian orang mungkin bilang bahwa ‘semua jalan menuju Roma’. Tapi.. kalau anda sudah tahu Roma dimana… Anda akan berusaha untuk menunjukkan rute terdekat. Kalau anda di Israel.. ada orang mau ke Roma.. anda suruh ke Timur.. ada orang di Inggris.. mau ke Roma.. anda suruh ke Barat. Apakah harus seperti itu? Ya kalau mereka cukup bekal untuk bisa sampai ke sana. Realitanya: sangat sedikit yang cukup bekal atau cukup kesabaran untuk keliling dunia dulu baru sampai ke Roma. Sebagian besar.. mati.. meninggalkan pasar modal dengan rasa benci.

        Wassalam,
        Satrio

      2. tonytanzil84 says

        Sekedar menambahkan mengenai perihal “investasi” dari guru financial terbaik di dunia Robert Kiyosaki, bahwa “investment is a PLAN, it’s not a product”. Dan menurut saya memang penyebab banyak orang jatuh karena meremehkan perihal => “investasi itu adalah ungkapan umum yg digunakan orang buat “beli saham”. Warren Buffet pun dalam melakukan “investasi saham” melakukannya dengan PLAN / rencana yang sangat terstruktur, jadi bukannya hanya beli, simpan, dan berdoa. Itu sebabnya jika konsep PLAN ini kurang dimengerti sejak awal oleh para pemula, maka akibatnya memang bisa fatal.

        Dan apa yang salah dengan kata “main saham” ? Perlu diketahu setiap permainan memang membutuhkan strategi, rencana, dan skill yang matang supaya bisa menang, baik dalam olah raga, video game, maupun dunia paper asset. Apakah Sir Alex Ferguson hanya menyuruh pemainnya di Manchester United menendang bola ke gawang dan berharap tim-nya menang ? Itu adalah konsep yang sama di saham, karena semua orang bisa beli saham, tapi tidak semua orang bisa memainkannya dengan cantik dan konsisten dengan rencana yang matang seperti pak Satrio Utomo.

        Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada EM (isi bukunya memang bagus) tapi sayangnya yang ditulis di buku 90% adalah hasil pengalaman dari orang lain, bukan pengalaman beliau sendiri, itu perbedaan mendasar dengan pak Satrio Utomo yang setiap statement-nya di dukung oleh chart yang simple tapi tepat sasaran. Di sini saya memang kadang juga bingung dengan EM, yang bilang A,B,C, tapi tidak didukung oleh chart yang memadai baik untuk investasi maupun trading (beberapa juga sepertinya salah gambar) sehingga memang terkesan mbulet bagi yang baca.

        Have a nice day !! 🙂

      3. Ded says

        Permisi pak Satrio, saya orang awam hanya mau bertanya. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya ingin tanya bagaimana bapak yakin bila rute yang bapak sarankan adalah rute terdekat ke Roma? sedangkan rute dari analis lain yang bapak sebutkan adalah adalah rute yang salah..? saya rajin membaca buku buku dari analis lain termasuk blog bapak. Bapak sendiri terkadang saya lihat menyatakan market bullish, tetapi bapak tiba tiba full cash..? apakah tindakan inconsistency ini juga termasuk tidak menyesatkan..? saya termasuk salah satu follower setia bapak, dan saya yakin bapak sangat ahli dan bisa menjawab pertanyaan saya dengan baik dan benar. Saya tunggu jawabannya. Terima kasih atas bimbingannya.

        1. Satrio Utomo says

          Bung Didiet…

          Semua itu semua dari pengalaman. Saya sudah melihat berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus orang yang mengalami kerugian. Saya belajar dari kerugian orang-orang yang pernah saya temui. Disitu saya selalu berusaha untuk ‘tidak melakukan apa yang telah mereka lakukan’.

          Wassalam,
          Satrio Utomo

  2. Andy chandra says

    siapa yg dimaksud E””M**?

Leave A Reply

Your email address will not be published.