Disiplin dalam Trading*

207

Selamat pagi…

(Pengantar: Ini sebenarnya tulisan saya yang sudah sangat lama.  Tanggalnya saja 3 Juli 2010.. sudah lebih dari tiga tahun yang lalu.  Tapi.. selama ini… hanya ngendon di Member Area.  Sengaja Saya keluarkan karena saya sedang ada project untuk melakukan katalogisasi tulisan-tulisan ‘Knowledge From The Street’.  Saya sih sedang bikin suatu framework pengetahuan buat para newbies.  Eh… dari pada gak ada yang baca… gitu.  Selamat menikmati.  Semoga berguna buat anda semua)

Orang sering kali bilang:

  • dalam trading, disiplin itu penting.
  • disiplin itu menentukan kemenangan dalam trading
  • displin itu merupakan pembeda antara winners dan loosers.

Mark Douglas bahkan sudah sempat mengulas secara lebar mengenai Disiplin dalam trading ini dalam bukunya Disciplined Trader

Apa sih sebenarnya disiplin dalam trading itu?

Arti disiplin dalam trading itu sebenarnya tidak jauh dari apa yang kita tahu tentang disiplin yang terkait dengan ketentaraan.  Seorang prajurit harus disiplin melakukan latihan.  Tujuannya hanya satu:  agar bisa memenangkan peperangan, atau setidaknya, bertahan hidup selama mungkin di medan laga.  Seorang prajurit harus disiplin agar bisa terhindar dari kematian-kematian yang tidak perlu.

Prajurit memang masih harus mempelajari mengenai hal-hal yang sifatnya teori atau setidaknya, hal-hal yang sifatnya taktis.  Akan tetapi penempaan diri secara terus-menerus dan dalam waktu yang sangat lama, melalui berbagai latihan tempur, akan semakin matangkan kualitas mereka di medan laga.

Disiplin dalam trading.. sebenarnya.. kurang lebih sama

Seorang trader sebenarnya juga menghadapi sebuah medan pertempuran.

Pertempuran untuk mendapatkan profit.  Agar aset yang dimilikinya bisa terus berkembang.  Dalam melakukan trading untuk memperoleh keuntungan,

  • Trader mempelajari teori dan menentukan alat analisis yang akan dipakai.
  • Trader menetapkan bagaimana melakukan entry (posisi beli) dan exit (posisi jual).
  • Trader memembuat sebuah Rencana Trading, dan setelah itu
  • Trader melakukan eksekusi posisi beli dan posisi jual, sesuai dengan planning yang telah ditetapkan sebelumnya.

Semua ini dilakukan dengan disiplin.  Setiap ada kondisi dimana seorang trader harus beli, trader tersebut beli.  Setiap ada kondisi dimana trader tersebut jual, trader tersebut harus jual.  Semua dilakukan dengan dengan tanpa pertanyaan.  Taat 100%.  Disiplin.  Semua ini agar kualitas dari alat prediksi bisa tercapai dengan optimal.  Artinya, apabila kita sudah disiplin 100% tapi kita tetap saja rugi, berarti alat prediksinya yang bermasalah.  Alat prediksinya yang tidak bisa memberikan keuntungan optimal.

Akan tetapi… ‘DISPLIN DALAM TRADING’, JANGAN SEKALI-SEKALI DIARTIKAN SEBAGAI ‘DIPLIN KEPADA PIMPINAN’

Sekitar seminggu yang lalu, saya bertemu dengan seorang trader yang boleh dibilang pemula (newbies). Dia bercerita, bahwa trading yang dilakukannya, sekarang bisa dilakukan dengan gampang karena dia sudah dibimbing (mengikuti saran-saran) dari seorang yang ‘ahli’.  Ahli yang dituakan ini mengaku memiliki kemampuan untuk mendapatkan keuntungan yang menggiurkan dari lantai Bursa Efek Indonesia.  Ahli ini mengaku sebagai trader dia tidak pernah cut loss.  Ahli ini merekomendasikan saham ini dan saham itu. Beli ini dan beli itu.  Dan kemudian berpesan: ‘Sudah.. pegang saja.. jangan pernah jual… jangan pernah cut loss… harga saham (yang direkomendasikan) itu, pasti akan naik… saya berani jamin!’.  Bullish… Bullish… Bullish!!!! Begitu pesannya.

Aduh… saya nggak tau ya…

Dari pengalaman saya selama lebih dari 10 tahun malang melintang di Bursa Efek Indonesia.  Ada satu hal yang selalu saya ingat: Bursa kita ini belum ‘Dewasa’.  Perlindungan terhadap pemodal dengan pengetahuan ‘biasa’ (atau bisa juga terhadap pemodal pemula), belum sedemikian canggih.  Masih banyak orang-orang jahat yang berkeliaran, yang selalu siap untuk mengambil uang dari para trader pemula.  Para penjahat ini selalu berhasil membuat suatu trick atau manuver, yang selalu ‘selangkah lebih maju’ dari aturan-aturan yang ditetapkan oleh BEI dan Bapepam, sehingga mereka bisa selalu bebas.  Dan sialnya, kebijakan BEI untuk mengaktifkan perdagangan dari saham-saham kapitalisasi kecil dan menengah, seakan memberikan ‘angin’ bagi mereka: membuat mereka lebih mudah untuk ‘beroperasi’ didalam koridor aturan pasar modal yang ada.

So… Seorang trader memang harus disiplin.  Disiplin 100%.  Akan tetapi, jangan sekali-sekali hal itu diartikan sebagai disiplin terhadap seorang pemimpin.  Karena…

investasi di saham itu adalah investasi yang beresiko, memiliki peluang untuk terjadinya kerugian.  Dan ketika kerugian itu terjadi, tidak ada orang lain yang akan menanggung kerugian tersebut.. KECUALI DIRI ANDA SENDIRI!!!

Uang anda itu, nyarinya tidak mudah.  Jika anda memutuskan untuk percaya kepada orang lain, belilah reksadana.  Akan tetapi, jika anda memutuskan untuk trading.  Lakukanlah berdasarkan prediksi anda sendiri.  Lakukanlah dengan bertanggung jawab.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.