Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Weekend Notes: Minggu terakhir di bulan Juli

139

Selamat petang…

Terus terang … semenjak IHSG jatuh dari 5200 menuju 4400-an… semejak saya sendiri mentertawakan orang yang bikin target IHSG ke 4000 pada pertengahan Juni yang lalu… baru kali ini sebenarnya, saya menjadi luar biasa bearish.  Kalau anda datang ke acara Market Outlook Bulanan di hari Sabtu kemarin, mungkin anda akan menyaksikan.. bagaimana saya meneror orang satu ruangan dengan berbagai cerita horor, mengenai berbagai kemungkinan koreksi IHSG.

Saya lupa tanggalnya.. tapi kalau nggak salah.. saya pernah berucap yang kurang lebih seperti ini: ‘kedepan… Indeks Dow Jones Industrial (DJI) akan mencetak rekor baru.  Disitulah IHSG akan kembali mencapai level psikologis 5000′.

Inilah problem kita saat ini: DJI rekor baru… tapi IHSG macet.  Macet di dibawah resisten 4880.

Padahal.. kalau anda membaca Outlook Bulan Juli yang saya publish di akhir bulan kemarin, anda akan menjumpai kalimat seperti ini:

Risk: Skenario Zig-zag pada IHSG

 

  • Koreksi IHSG yang terjadi pada bulan Juni kemarin, adalah sebuah impulse (sebuah wave yang terdiri dari 5 subwave) yang mudah sekali diidentifikasi.
  • Koreksi IHSG yang terjadi pada bulan Juni kemarin, adalah sebuah impulse (sebuah wave yang terdiri dari 5 subwave) yang mudah sekali diidentifikasi.
  • Kedepan, skenario wave 4 yang tengah terjadi, sepertinya bakal berupa skenario Zig-Zag.  IHSG saat ini berada dalam wave B dari skenario Zig-Zag A-B-C.
  • Jika IHSG tidak mencapai level tertinggi diatas 4880, IHSG masih memiliki kemungkinan untuk mencetak titik terendah dibawah level psikologis 4000.

 

 

Sekarang… pertanyaan kita untuk bulan depan adalah:

Karena IHSG gagal mencetak rekor baru diatas 4880, apakah jika kemudian kita koreksi.. IHSG akan mencetal titik terendah dibawah level psikologis 4000?

Ini yang saya juga tidak tahu jawabannya.  Tapi berita-berita atau fakta-fakta yang ada memang masih cenderung bearish:

  • Rupiah masih labil setelah menembus level psikolois 10000
  • Bank Indonesia masih terus melakukan teror kepada pasar dengan pendapat dan kebijakan mereka sendiri yang cenderung melemahkan Rupiah (seperti misalnya: menurunkan proyeksi ekonomi, prediksi inflasi yang tinggi, kondisi pasar properti yang bubble, BI Rate yang mau naik lagi, dll, dsb)
  • Bursa kita memasuki masa pengumuman kinerja semester pertama (earning season).  Masalahnya klasik: pada pengumuman hasil kinerja kuartal I kemarin (bulan April 2013), lebih dari 70% emiten memiliki kinerja dibawah ekspektasi.  Beritanya memang jelek.  Tapi… ketika itu… IHSG tidak turun karena aliran dana asing masih terlalu kuat. Sekarang… kalau ternyata kondisinya sama.  Apakah bisa IHSG bertahan karena pemodal asing juga masih cenderung wait and see?

Hehehe..  Kansnya memang berat.  Di akhir minggu kemarin.. kita sudah diberikan preview.. PTBA dan MAPI pada hari Jumat kemarin langsung jatuh, terkoreksi tajam, begitu muncul berita bahwa kinerja 1H2013 mereka dibawah ekspektasi.  Apakah kita masih bisa yakin bahwa IHSG bakal bertahan?

So.. di akhir minggu kemarin, IHSG ditutup dengan signal negatif.  Trend naik IHSG sudah berakhir ketika IHSG ditutup dibawah suport 4675.  Di satu sisi, dengan posisi indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang ‘gagal koreksi’ (sempat terkoreksi cukup dalam tapi akhirnya ditutup dengan kenaikan tipis), bisa saja membuat IHSG hari Senin mengalami rebound.  Akan tetapi… dengan adanya trend turun yang baru pada IHSG.. ada baiknya juga kita realistis.  Best case pada IHSG adalah ketika trend turun ini, ternyata hanya bisa menekan IHSG hingga kisaran suport 4550 – 4600 (retracement 50%) atau suport dari triagle di 4400-4500.  Rebound yang terjadi setelah itu, masih memunculkan potensi bahwa IHSG masih bisa bergerak naik menuju level 5000 pada kuartal ketiga ini (3Q2013).  Di sisi lain… kalau ternyata IHSG terus meluncur turun menembus suport di 4400, mencetak new low dibawah 4373… maka skenario Wave C pada IHSG bisa mendorong IHSG turun hingga ke level psikologis 4000.

Statement akhir saya seperti ini:

Jika IHSG bergerak turun, saya berharap agar suport IHSG di kisaran 4200 – 4400 masih bisa menahan koreksi yang tengah terjadi.  Kedepan.. pemodal memang masih harus trading dengan ‘kewaspadaan yang penuh’ karena begitu banyaknya berita negatif yang ada, bisa saja membuat IHSG mencetak titik terendah yang baru dibawah 4373.  Akan tetapi, perlu juga untuk diingat.. bahwa penembusan atas resisten 4880 akan membuka potensi penguatan IHSG menuju kisaran 5000 – 5150.

Jadi… Sudahkah anda bersiap menghadapi segala kemungkinan?

Saya sih sedang dalam posisi full cash.  Di satu sisi, saya memang siap masuk lagi ke pasar karena saya masih berharap bahwa Dow Jones Industrial terus bergerak menuju 16.000 – 16.200 agar bisa ‘menolong’ IHSG dari keterpurukannya.  Tapi.. disisi lain, semua berita negatif yang ada, membuat saya sangat berhati-hati dalam melakukan positioning.  Coba kalau ini semua adalah wave 2, saya akan dengan gagah berani menentang semua berita negatif yang ada.  Tapi.. sepertinya bukan wave 2…

Oh iya.. slide lengkap dari presentasi Market Outlook PT Universal Broker Indonesia untuk Bulan Agustus, bisa dilihat/didownload pada halaman berikut ini.

Happy trading… Semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

3 Comments
  1. agung says

    Hayoo.. Hati hati.. 😀

    1. Satrio Utomo says

      (y)

  2. […] mungkin sudah baca outlook mingguan yang kemarin saya posting.  Saya memang sedang ‘agak bearish’.  Saya mau nunggu dulu […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.