@iskan_dahlan vs Bursa Saham*

156

Selamat pagi…

Masih segar benar dalam ingatan saya.  Saat itu, tanggal 13 Juni 2013.  IHSG sudah turun lebih dari 10%, dari level 5200-an ke sekitar level 4600.  Pada running text di account twitter saya, @rencanatrading, saya membaca sebuah berita dari media online yang saya follow, judulnya  ‘Dahlan: Mumpung Harga Saham Turun, BUMN Beli Saham Blue Chip’. Hm.. menarik ini.. saya pikir.  Saya kemudian baca lebih lanjut.  Isinya ternyata sebagai berikut:

“Supaya menahan dolar. dan membantu penguatan rupiah. Pemilik uang yang besar termasuk dana-dana pensiun BUMN supaya membeli saham blue chip, karena harganya sedang turun dan nanti akan naik lagi,” kata Dahlan di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/6/2013).

“Nah terserah sampai naiknya berapa, kalau nanti itu menguat, pekan depan kan bisa jual. Hukum ekonominya begitu,” tambah Dahlan.

Well… alasannya memang berasa ‘aneh’ di logika saya.  Tapi.. saat IHSG turun terlalu dalam dalam (10 persen) waktu yang telalu cepat (hanya 2 minggu), reflek saya sebagai analis adalah: saya harus mencari alasan untuk memberikan rekomendasi beli.  Dan pendapat dari Pak Dahlan ini, terasa sebagai alasan yang paling masuk akal bagi saya, untuk terus optimis, memberikan rekomendasi beli.  Saya kemudian sms ke teman saya yang sekitar 2 – 3 tahun yang lalu sempat menjadi orang kepercayaan Pak Dahlan di Jawa Pos.  Saya bertanya kepada teman saya itu: Mas.. Pak Dahlan itu, investasi atau trading saham apa enggak sih? Jawaban teman saya: nggak tahu kalau sekarang, tapi dulu (lebih dari 10 tahun yang lalu), pak Dahlan pernah mencoba, setelah tapi tidak berhasil (rugi), akhirnya beliau tinggalkan.  Beliau tidak punya waktu sepertinya, itu yang membuat beliau tidak melakukan investasi saham.

Hm.. berarti pendapat dari Pak Dahlan itu, bisa dikatakan sebagai perwakilan dari ‘pendapat awam’.  Mereka yang tidak berkecimpung langsung pada dunia per-‘saham’-an.

Eh.. saya jadi ingat twit dari beberapa ‘analis’ pada pagi harinya: IHSG ke 4000!!! IHSG ke 3600!!! Mereka yang dengan ‘semangat 45’, ‘meminta secara tak langsung’ kepada pemodal untuk melakukan posisi jual, yang sudah barang tentu merupakan posisi cut loss.

Saya kemudian terbayang: Pak Dahlan, yang merupakan ‘perwakilan awam’ vs analis yang merupakan ‘ahli’ (mereka yang pekerjaannya melototin pasar), siapa sih yang lebih pintar?

Kita sekarang, tentu sudah tahu jawabannya.  Orang yang pegang pernyataan Pak Dahlan bahwa “Nah terserah sampai naiknya berapa, kalau nanti itu menguat, pekan depan kan bisa jual. Hukum ekonominya begitu,” , pasti saat ini sudah senyum-senyum dengan profit di kantongnya.

 

Lucunya.. hari-hari ini, ketika analis-analis itu sudah mulai ‘agak positif’, menaikkan target dari 4000 menjadi lebih tinggi dari itu, saya malah sudah mulai bearish.  Saya malah melihat bahwa earning season, waktu publikasi kinerja semester pertama 2013, yang berlangsung ditengan ‘Rupiah yang sedang gemeteran’, seperti sekarang ini, resikonya terlihat terlalu besar.  Resikonya menjadi besar karena pada kuartal pertama kemarin, lebih dari 70% emiten yang menjadi sample saya, gagal untuk mencetak laba bersih sesuai dengan harapan konsensus analis.  Plus.. Bank Indonesia terlihat sedang getol-getolnya menghancurkan mood pasar: yang bikin pernyataan bahwa inflasi akan berlangsung terlalu tinggi setelah kenaikan BBM, yang menaikkan BI Rate terlalu tinggi ketika Dollar malah sedang melemah, yang terus bilang bahwa sektor property kita bubble padahal setelah pamor dari batubara meredup, harga emas jatuh, IHSG terkoreksi; hanya sektor itulah yang menjadi ‘mainan’ dari orang berduit yang masih terus memacu ‘harapan’, berspekulasi.

Heran… Tidak seperti Pak Dahlan yang mencoba untuk menjaga mood pasar dengan pernyataan-pernyataan yang kondusif, Bank Indonesia yang seharusnya menjaga mood pasar agar Rupiah terjaga, malah berlomba-lomba ‘menghancurkan’ mood daripada pasar tersebut.  Ini yang membuat saya menjadi galau.

Earning Season sudah mulai memakan korban.  Pada hari Jumat kemarin, saham-saham seperti MAPI dan PTBA sudah mulai berguguran.  ASII juga sudah memberikan signal negatif.  IHSG sudah ditutup dibawah suport, mengakhiri trend naik.  Saya bahkan hanya bisa ‘berharap bahwa suport di 4200-4400 masih bisa bertahan’.  ‘Berharap’ karena dalam realitanya, ketika IHSG belum juga mencetak level tertinggi baru diatas 4880 meski indeks Dow Jones Industrial (DJI) mencetak rekor baru, telah membuat saya mulai realistis untuk ‘tidak menutup kemungkinan’ bahwa secara teknikal, IHSG bisa bergerak menuju level 4000.  Saat ini, peluang pergerakan IHSG untuk menuju level 4000 atau 5000, terlihat lebih besar peluang untuk ke 4000.  Meskipun… saya masih gak ngerti dari mana tekanan jualnya karena posisi pemodal asing di pasar reguler, per hari Jumat kemarin, sudah berada pada level ‘nol’, kosong, untuk posisi semenjak awal tahun 2012.  (dan) Meskipun (lagi)… Saya masih ‘berharap’ bahwa suport di 4200 – 4400, masih bisa menahan potensi koreksi yang mungkin bisa terjadi untk IHSG.

Jujur.. mengenai peluang IHSG untuk kembali ke level psikologis 5000, akan sangat bergantung dari apakah jika indeks Dow Jones Industrial (DJI) terus bergerak naik ke level 16000-16200, bisa membuat pemodal asing kemudian kembali masuk ke bursa kita.  Kondisi dari earning season yang sepertinya sentimennya bakal buruk, ditambah dengan pernyataan BI yang terus menghancurkan mood dari pasar, membuat saya semakin ragu, semakin galau atas peluang IHSG untuk kembali ke atas level 5000.

Menjadi ‘Public Figure’ itu harusnya seperti Pak Dahlan.  Harus ‘mampu memberikan pernyataan yang menyejukkan’, bukan malah membuat pasar menjadi semakin galau.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

4 Comments

  1. Afif Fauzi says

    Sejak berhasil di PLN, saya vote DI jadi RI-1..Sayangnya ga ada parpol yg mengusung + kurang populer.

    Blog dahlaniskan.wordpress.com gak pernah saya lewatkan sebagaimana blog pak satrio ini..

    1. agung says

      boleh juga om.. ane juga ga absen di blog nya beliau.. nyuss!!

    2. mssetiadi says

      Sekarang sudah deklarasi. Ayo bergabung jadi Relawan DI

Leave A Reply

Your email address will not be published.