Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Haruskah trader selalu berkutat pada ‘stock pick’? (revised edition)*

212

Selamat pagi…

(Maaf.. saya tambahkan beberapa kalimat karena pada tulisan kemarin ada sedikit kerancuan)

Facebook dan Twitter.. itu seperti barang wajib buat pada trader.  Buat saya, FB dan Twitter ini bagus untuk memantau prediksi pasar dari orang-orang di sekitar saya.  Ada analis, trader, motivator market, pedagang, atau atau bahkan kompor bandar.

Setiap pagi.. menu wajibnya sering kali adalah: mengeluarkan prediksi market dan saham.  Saham pilihan apa saja yang direkomendasikan.  Beli ini, beli itu, jual ini, jual itu.  Itu yang membuat FB dan Twitter rame banget di pagi hari seperti ini.

Lucu sebenarnya.. orang-orang itu.. ngakunya trader.  Tapi… kok malah perilakunya seperti analis ya? Hehehe… prediksi doang.  Emang mereka trading? Jangan-jangan hanya ‘jualan stock pick’…

Tapi.. pertanyaan saya sekarang adalah:

Benarkah ‘trading’ itu hanya permainan ‘stock pick’?

Trader itu manusia.   Saya juga manusia.  Karena manusia itu mahluk yang gak mau ribet, maka dalam melakukan trading, saya juga gak mau ribet.

Manusia gak mau ribet.  Gak mau bingung.  Padahal, ketika kita melakukan transaksi di saham, di Bursa Efek Indonesia deh.. kita akan dihadapkan dengan 400 lebih saham.  Lebih dari 400 saham yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.  Kondisi fundamental yang berbeda.  Perilaku pergerakan harga yang berbeda pula.  Ketika kita hanya mengandalkan stock pick.. kita akan menghadapi saham yang berbeda setiap hari.  Setiap hari kita harus menghadapi sesuatu yang baru.  Jika kita mengandalkan stock pick atau stock screen, kita akan selalu menghadapi saham yang karakteristiknya kita tidak tahu, kondisi fundamentalnya gak kita kenal, dan perilaku pergerakan harga yang belum kita hafal.  Hafal suport resistennya, hafal entry dan exitnya, hafal stoplossnya, hafal kapan pergerakan harga saham itu bakal ‘jujur’ dan kapan bakal ‘nipu’.  Dan masih banyak lagi.

Serius anda masih perlu ‘stock pick’?

Saya sih enggak.  Saham yang saya trading-in… itu biasanya ya cuman saham-saham itu-itu saja.  Saya melakukan penyaringan dengan kriteria-kriteria tertentu, terus pada saham-saham tersebut, saya menentukan ‘entry dan exit’-nya.  Posisi entry (beli) biasanya hanya ada satu.  Tapi.. entry (jual)nya biasanya ada dua: jual ketika untung (target price), dan jual ketika rugi (stoploss).  Ok lah.. dari sekitar 20 – 30 saham yang saya amati, yang menjadi ‘list of battlefield’ saya, memang nantinya hanya akan ada sekitar 3 – 6 saham yang kemudian saya lakukan positioning. Tapi itu bukanlah sebuah proses stock pick yang random.  List of Battlefield, hanya akan saya ganti setiap 1 – 3 bulan sekali.  Dan.. 3 – 6 saham yang kemudian menjadi target trading saya, hanya akan saya ganti setiap 1 minggu – 1 bulan sekali.

Saya ketinggalan kereta? Saham yang diluar saham pilihan saya returnnya lebih tinggi? 

Hehehe.. saya gak pikirin.  Semua olang kan sudah punya mangkok sendili-sendili.

So…

Trading itu adalah permainan strategi… strategi entry dan exit.   

Stock pick tidaklah penting.  Atau setidaknya.. tidak perlu dilakukan setiap hari.  Sebulan sekali, atau tiga bulan sekali, sudah cukup.  Selama periode itu.. saya lebih memilih untuk trading dengan kaca mata kuda.  Stock pick terutama hanya berubah, jika kita melihat bahwa sector rotation dari market, sudah berubah juga.

Kalau kita mendengarkan stock pick orang setiap hari.. bisa jadi malah kita jadi punya supermarket saham, sebuah portfolio yang isinya banyak sekali saham (saya pernah ketemu sama orang yang punya 200+ saham.. hehehe.. edun bener) dimana hampir seluruh saham itu dalam posisi nyangkut semua.

Anda masih perlu stock pick setiap hari? Gak usah lah… Itu semua hanya noise yang anda sendiri tidak butuh dan tidak perlu juga anda dengarkan.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

2 Comments
  1. Dana says

    Keuntungan sistem stock pick adalah pilihannya bisa luas tapi kerugiannya adalah tidak bisa mendalam mengenal karakteristik tiap-tiap saham. Jadi kembali ke kita masing2 untuk memilih.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Dana…

      Mungkin anda bisa bertanya ke motivator yang mana saja deh… kunci sukses, kapan saja dan dimana saja, adalah ‘fokus’. Bukan sebaliknya.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.