Profit… Dari Mana Asalnya?

3,478

Selamat pagi…

Pak Tommy… Bagaimana sih caranya agar saya bisa profit?  

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan mendasar yang sering kali harus saya hadapi, ketika saya berhadapan dengan pemodal (pelaku pasar modal).  Baik trader maupun Investor.  Untuk menjelaskannya, sering kali saya melakukannya dengan menggunakan sebuah model yang saya sebut sebagai ‘profit model’ atau ‘profit probability model’.

Profit probability model ini bentuknya adalah sebagai berikut:

130803 Profit model

Profit adalah tujuan dari pemodal ketika melakukan komitmen dana di pasar modal, baik dalam kerangka investasi atau trading saham.   Profit ini adalah ‘the ultimate goal’ (tujuan utama) bagi setiap pemodal.  Untuk memperoleh profit, seorang pemodal harus melakukan transaksi.  Transaksi beli dan/atau transaksi jual.  Di pasar modal Indonesia, kita hanya mengenal satu arah transaksi untuk memperoleh profit:  Beli… harga naik… Jual.  Kalau ‘Beli… harga turun.. Jual’, itu namanya rugi atau loss.  Bukan profit.  Transaksi ini juga yang membedakan antara seorang trader atau investor, dengan seorang ‘omdo’-ers (tukang omong doang).  Kalau kita transaksi, kita merasakan untung rugi.  Kalau tanpa transaksi (atau mungkin transaksi tapi hanya 1 lot per stock pick) kita tidak bisa merasakan untung rugi… jadi bagaimana kita bisa merasakan profit dan strategi trading yang sebenarnya?  Terutama yang transaksi 1 lot-an itu. Dia transaksi 1 lot… sedangkan orang yang mengikutinya transaksi 100 lot.  Dia nyaris tanpa resiko.  Orang yang mengikuti dengan beli 100 lot.. itu seberapa dodolnya? Hehehe.

Transaksi beli atau jual.. itu harus ada alasan yang mendasarinya.  Kalau transaksi tanpa alasan, itu sama saja anda untung-untungan.. judi.  Bisa untung siy.. tapi apa ya bisa konsisten? Untuk memperoleh keuntungan yang konsisten, seorang trader atau investor harus melakukan transaksi berdasarkan sebuah prediksi. Mau prediksi teknikal, fundamental, ekonomi, behavioral finance, hitung bulan, hitung kancing, atau hitung menstruasi… semuanya bebas.  Yang penting ada prediksi yang mendasari transaksi tersebut.

Prediksi dan transaksi ini, nantinya disebut sebagai sebuah system trading.  System trading yang di buat atau didesain untuk memperoleh profit.

Mengapa kita harus disiplin?

Profit hanya bisa didapat kalau seorang pemodal disiplin dalam melakukan transaksi.

Anda mungkin sudah membaca mengenai hal itu pada tulisan saya yang lain.  Tapi, pada tulisan saya ini, saya mencoba menjelaskannya dengan model tersebut diatas dengan sebuah contoh.

130803 Profit Model with contoh

Trader Dugem

Alkisah… ada 3 orang trader.  Trader pertama adalah Trader Dugem.  Trader Dugem ini adalah seorang trader yang pemalas, galau, dan tidak disiplin dalam melakukan transaksi.  Tapi… trader ini adalah trader yang berduit dan hobbynya dugem.  Dia baru saja mengikuti sebuah kursus saham (kursus? emang kursus menjahit? hehehe) dan memperoleh sebuah indikator teknikal yang katanya bakal memberikan profit yang luar biasa besar.  Dia memberikan mahar (kaya dukun ye? hehehe) sebesar Rp 50 juta untuk indikator tersebut.  Kita sebut pengajarnya sebagai Dosen Saham (semoga belum ada yang pake nick name itu deh…. hehehe).  Menurut Dosen ini.. indikator itu bakal memberikan signal dengan akurasi prediksi sebesar 40%.  Artinya.. dari 10 signal yang diberikan, 4 signal adalah signal yang benar dan menghasilkan profit.  Sisanya yang 6 signal, akan berakhir dengan kerugian.

Problemnya… Karena ada keperluan… dia langsung cabut sebelum Dosen Saham itu menyampaikan petuahnya secara lengkap.  Yang penting kan sudah dapat indikatornya.. begitu pikir si Trader Dugem

Ternyata… Trader Dugem ini bukanlah seorang yang disiplin.  Dia itu orang yang plin-plan… angot-angotan… galau.  Maklum… kalau malem hang out sampai pagi.  Setiap indikator tersebut memberikan signal beli, Trader Dugem tidak selalu mengikuti signal yang diberikan.  Kadang iya.. kadang enggak.  Kalau orang bilang.. 50:50 (fifty-fifty) deh…

Nah.. dengan kelakuan seperti itu (indikator dengan kualitas 40% dan kemampuan untuk mengikuti signal yang hanya 50:50), hasilnya sudah jelas: Probabilitas dari Trader Dugem untuk memperoleh posisi yang menguntungkan.. hanya menjadi 20%.  Artinya.. dari 10 posisi trading.. hanya 2 posisi yang akan memperoleh keuntungan.

Trader ABRI

Trader yang kedua adalah Trader ABRI.  Namanya juga ABRI.. (mungkin ini adalah polisi cantik yang habis desersi kemarin itu.. hehehe).. mereka kan terbiasa untuk disiplin.  Tapi.. duitnya agak cepak.  Maklum.. namanya juga pegawai negeri.  Trader ABRI ini kemudian juga membeli indikator dari Dosen Saham.  Indikator yang lebih murah.  Maharnya adalah sebesar Rp 25 juta.  Trader ABRI ini memperoleh indikator yang katanya memiliki akurasi sebesar 30 persen.  Artinya: dari 10 signal yang muncul.. hanya 3 yang bakal memperoleh profit.

Nah.. dalam aplikasinya… Trader ABRI disiplin dalam melakukan transaksi.  Dari 10 Signal yang muncul… dia bisa mengeksekusi atau mengkonversikan 9 signal menjadi posisi beli.  Hanya 1 yang terlewat karena dia harus ke kamar mandi untuk buang air.

Indikator dengan kualitas yang lebih jelek, tapi disiplin.  Hasil yang diperoleh adalah sebuah probabilitas keuntungan yang lebih tinggi, 27 persen.  Hampir 3 kali posisi menang, dari 10 kali transaksi.  Probabilitas seorang trader untuk memperoleh keuntungan bisa meningkat, selama trader tersebut disiplin.

Trader Yeah

Well.. namanya saya Trader Yeah… Metal Man.. gitu katanya.  Trader Yeah ini adalah seorang mahasiswa yang rajin ke toko buku.  Dari sebuah buku berwarna hijau yang dibacanya di toko itu (boro-boro beli… baca doang… gak perlu beli.. hehehe). Tapi dalam buku itu, ada sesuatu yang menarik.  Katanya, dengan menggunakan Fibonacci retracment 50%, seorang trader bisa memperoleh akurasi prediksi hingga 70% atau lebih.  Trader Yeah mencoba cara ini.

Trader Yeah ini adalah seorang yang disiplin dan organized.  Maklum.. calon mantu tentara.

Hasilnya ternyata jauh lebih baik.  Dengan kedisiplinannya, Trader Yeah mengeksekusi 90% dari setiap reversal yang muncul, dan melakukan posisi jual ketika harga mencapai Retracment 50%.  Hasilnya ternyata menakjubkan.  Dari 10 kali posisi trading yang dilakukan, sekitar 6-7 posisi trading ternyata bisa menghasilkan keuntungan.

Probabilitas keuntungan memang bisa meningkat pesat ketika seorang trader memiliki cara prediksi dengan akurasi tinggi, plus kemampuan melakukan eksekusi secara disiplin.

So… Kalau anda ingin untung… anda memang harus memiliki prediksi yang bagus.  Anda juga harus disiplin dalam mengeksekusi transaksi.

Mampukah kita melakukan hal itu?

Happy trading… semoga barokah!!! 

Satrio Utomo

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual

You might also like More from author

28 Comments

  1. Susilo (nick name: anomali) says

    Terimakasih atas tulisan ttg profit probability modelnya. Enak dibaca dan perlu.

    1. Satrio Utomo says

      Terima kasih bung Susilo…

      Semoga bisa mendatangkan kebaikan kepada anda…

      Wassalam,
      Satrio

  2. rquiserto says

    Kalau pak tommy, masuk kategori trader apa? Pasti bukan dugem. Thanks utk analisa yg mencerahkan.

    1. Satrio Utomo says

      Saya itu ‘trader yeah’ wannabe… hehehe… pinginnya seperti trader yeah.. tapi belum bisa disiplin sampai 90%.. saya masih sering ‘ngayun’.. dan kalau sudah ngayun.. suka gak disiplin baibek… semoga kedepan saya bisa semakin disiplin…

      Wassalam,
      Satrio.

  3. Sumber Motivasi saya…* | Rencana Trading Saham Indonesia

    […] Dari situ.. saya kemudian belajar… belajar menyatukan antara ‘prediksi’ dengan ‘trading’.  Anda pasti sudah pernah membacanya… karena saya mengulas secara mendalam mengenai masalah ini.. pada tulisan saya terdahulu mengenai profit model. […]

  4. Burung Hantu says

    Salam kenal pak Satrio,

    Artikel yang sangat mencerahkan. Ini menjelaskan kenapa saya selalu rugi dan hanya untung sekali. Ternyata saya termasuk seorang dugemer tingkat dewa. Haha.

    Saya akan baca artikel2 yang lainnya.

    Sekali terima kasih pak, bahasa sederhana apa adanya ala pak Satrio menyadarkan saya, mudah2an bisa bebas nyangkut juga. Hehehe.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Burung Hantu…

      Terima kasih atas perhatiannya… semoga sukses…

      Wassalam,
      Satrio

  5. Agus says

    Pa Tomy, kasih ilmunya donk agar aye dpt profit tiap mgg…5jt ajj ga pa”…..itung” pengganti uang pensiunan…hehe. Tq

    1. Satrio Utomo says

      Mas Agus…

      Modalnya berapa dulu? Kalau modalnya cuman 10 juta.. jelas susah. Tapi.. kalau modalnya 100 juta… sepertinya masih tidak terlalu sudah untuk bisa dapet segitu.

      Wassalam,
      Satrio

      1. Agus says

        Modalnya bisa diusahakan kalo smp 50 s/d 75juta, yg ptg sy dpt untung (mudah”an dpt 5% setiap penjualan/minggu, bs ga yahh..). Tks sblnya pa Tommy sdh bls email sy…hehe. Ut selanjutnya sy tgg actionnya dr Pa Tomy.

        1. Satrio Utomo says

          Pak.. Trading saham itu, tidak baik kalau dananya dari ngutang. Bisa kacau nanti. Kalau Bapak bilang ‘bisa diusahakan’.. itu bukan dari ngutang kan?

      2. Agus says

        bukan ngutang mas tp pinjem dari cadangan kass Sy Rmh Tangga…hehe untuk cari tambahan, barangkali mas Tomy dpt bantu sy, mas sy terus terang sebetulnya sy baru pensiun dari kary swasta Feb 2014 tp smp saat ini sy blm dpt dana pengganti Gaji bulanan jd sy galau mas, untuk itu semoga mas Tomy dpt bantu sy biar dpt tambahan bulanan. Dmk tks sebelumnya atas bantuannya.

        1. Satrio Utomo says

          Pak Agus contact saya ke HP saya saja… 08111268889.

          Terima kasih.

      3. Agus says

        Ok mas bsk yah. Maaf ini sm mas Tomy apa mas Satrio??
        Tq

  6. natheline says

    Luar biasaaaaa!!!!!!…

    Sangat pantas dijuluki DOSEN …. penjelasan yang sangat membantu, saya merasa seperti face to face… sy akan coba menghub. via hp ya pak Satrio, sy menyimak diatas bapak ada mempublish no. hp bapak…ada beberapa pertanyaan fundamental yg msh membuat saya menge”rem” keinginan saya utk mendaftar ( ujjung2nya dpt RDI itu loh yg ID nya )… hehehehe.. maklum pemula, itungan hari sdh bnyak yg harus dianalisa n dipelajari,,, terus terang sy excited kebangetan belajar ini…

    Once again… Thanks a bunch pak… you are such an inspring mentor… 😉

    Sukses terus ya pak…

  7. heqal rainhard says

    Assalamualaikum wrwb,
    Semoga bapak diberkahi ALLAH, Amiin…

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      wa’alaikum salam warohmatullohi wa barokatuh….

      Aamiin… Bung Heqal … Aamiin YRA.

  8. edi santoso says

    Assalamualaikum pak Satrio semoga keberhakan menyertai bapak dan keluarga
    Terimakasih pencerahanya.
    saya bukan pemula dan juga bukan senior wong belum punya account.
    yg ingin saya tanyakan kalau seandainya saya mau trading yg perlu di siapkan apa saja.
    untuk dapat profit 1jt seminggu dana yg harus di siapkan berapa minimumnya
    terimakasih

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Edi…

      Kalau mau profit yang konsisten… jelasnya.. kita harus memiliki kemampuan analisis yang bagus dulu. Kalau mengenai berapa jumlah modal yang diperlukan, silakan anda simulasi dengan target return 2% per bulan. Pengharapan rasional untuk pemodal pemula itu biasanya sekitar 2%-3% per bulan.

      http://rencanatrading.com/2015/08/30/trading-for-a-living-di-idx_bei-perlunya-pengharapan-rasional-bagi-investor-trader-pemula/

      Kalau anda ingin 1 juta per minggu, berarti 4 juta per bulan. Kalau rate 2% berarti butuh dana Rp 200juta.

      Wassalam,
      Satrio

  9. ramadhan says

    pak saya pemula dalam saham, kalau mau tau untuk cara menggunakan Fibonacci retracment dari mana ya< saya instrumennya BNI-Securities

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Waduh… saya nggak tau itu di OLT BNI Sekuritas ada atau tidak. Anda coba bawa ke kant or deh.. nanti saya lihatnya.

      Wassalam,
      Satrio

  10. Joko Pramono says

    Pak tomy, apakah dengan dana 10juta dan continue trading tiap hari bisa dapat keuntungan trading for a living? Mohon penjelasannya

    1. rencanatrading says

      Bung Joko…

      Kalaupun bisa… keuntungannya juga terlalu kecil untuk dirasakan. Expected return yang wajar untuk 1 bulan transaksi itu sekitar 3%. Kalau dana cuman 10 juta, sulit untuk bisa mendapatkan return yang mencukupi.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.