Kalau Duit Rp 10 Juta, JANGAN BELI SAHAM!!! Kecuali…*

42,646

Selamat pagi…

Pasar modal kita itu… baik otoritas maupun sekuritas… giat banget untuk melakukan penjaringan pemodal retail baru.  Maklum saja… hingga saat ini.. penetrasi dari pasar modal kita terhadap total jumlah penduduk tergolong sangat rendah.  Dalam fit and proper test yang pernah di selenggarakan oleh DPR pada tahun kemarin, Ibu Nurhaida, mantan Ketua Bapepam yang saat ini menjabat sebagai Komisioner OJK pernah bilang, bahwa penetrasi pasar modal kita, hanya 0,2 persen jumlah penduduk.  Angka ini jauh dibawah Singapore yang penetrasi pasarnya mencapai 30 persen dan Malaysia yang penetrasi pasarnya mencapai 20 persen.  Rendahnya anda penetrasi ini, membuat kalangan pasar modal giat mencari pemodal baru. Beberapa cara yang ditempuh diantaranya:

  • Menurunkan jumlah setoran awal.  Dulu, ketika saya pertama kali belajar jadi Broker Saham pada tahun 1998, setoran awal nasabah masih Rp 50 juta.  Tidak lama kemudian, turun menjadi Rp 25 juta.  Sekarang bahkan, Rp 10 juta sudah bisa buka rekening di sekuritas.
  • Menjaring pemodal syariah.  Hehehe…. saya orang Islam.  Tapi… secara sadar, saya masih belum kepingin untuk jualan saham dengan label ‘syariah’.  Mengapa? Hm.. tetap saja saya gilo (bahasa Indonesianya apa ya?) atau jijik kalau melihat ada orang berkerudung atau berkopiah tapi jualan Babi.  Lihat saja kualitas saham dalam list saham yang dianggap syariah: dulu sempat ada saham preferen yang notabene haram, masih banyak saham syariah yang rawan jebakan penggoreng.  Terus.. terakhir kemarin, saya juga baru sadar kalau saham hotel masih bisa masuk saham syariah.  Nggak usah Santika, Hotel Mandarin yang restorannya jelas menjual daging Babi masih masuk saham Syariah.  Buat saya… pilihan saya saat ini: Mendingan saya tetap jualan saham biasa tapi melawan praktek perjudian/goreng2an saham.. dari pada berkopiah tapi jualan Babi.  After all… saya juga sudah lama tidak trading saham rokok, apa lagi saham Bir.  Hehehe… salah juga ya?
  • Menurunkan jumlah lot saham.  Lot saham yang tadinya 500 lembar, nantinya akan dijadikan menjadi 100 lembar.  Di satu sisi… ini adalah ide jenius karena membuat saham-saham bagus seperti ASII, BMRI, BBRI, bahkan SMGR dan INTP, bisa terjangkau oleh masyarakat yang lebih luas.  Tapi.. tanya sama diri anda dan orang disekitar anda deh: kalau beli saham, mana yang lebih menarik: saham bakrie yang sedang digoreng-goreng, aktif di running trade, atau saham JSMR yang sedang diem.  Hehehe… saya sih masih yakin bahwa pemodal pemula, masih mudah tertarik oleh barang-barang yang bergerak di running trade, dibandingkan melihat kondisi fundamental yang sebenarnya dari perseroan.

Dan masih banyak lagi.  Intinya: mereka ingin menjangkau jumlah masyarakat yang lebih besar.

Tapi ya gitu… pemodalnya ini loh.. yang sering kali masuk ke pasar modal dengan kondisi ala kadarnya: Yang penting… punya duit.. buka account, terus beli-jual saham.  Setelah nyangkut, nanti baru cari ilmu… beli buku.. ikut kursus… tanya analis.. dll.  Ujung-ujungnya: alih-alih menjaring stock market lovers… banyak diantara mereka yang kemudian menjadi ‘stock market hater’, pembenci bursa saham.  Yang bilang kalau saham itu Judi, bla3… dll.  Kalau sudah begini.. bagaimana?

Itulah sebabnya:

Beli saham (terutama kalaju kita trading niy..) harus dilakukan dengan jumlah kapital yang cukup!!!

Pertanyaannya kemudian adalah: ‘Cukup’ itu berapa? Apakah 10 juta itu cukup? Apakah Rp 10 juta itu kurang? (Rp 10 juta adalah jumlah minimal dari kebanyakan sekuritas untuk membuka account).

Menurut saya.. dalam menentukan jumlah minimal kita untuk membeli saham ditentukan oleh beberapa faktor, seperti misalnya:

1.  Apakah pemodal itu melakukan trading? Atau sekedar berinvestasi…

Trading itu berbeda dengan investasi.  Trading itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.  Dan masih banyak perbedaan yang lain yang bisa anda baca pada tulisan saya sebelumnya.  Kalau anda berinvestasi, Rp 10 juta tentu saja cukup.  Tapi… kalau untuk trading, tentu saja angka Rp 10 juta ini sulit untuk dibilang cukup.  Mengapa? Kalau investasi, kita kan lihat returnnya  bisa 1-2 tahun lagi.. atau minimal.. 1 bulan deh.. baru dilihat untung ruginya.  Investasi ini cenderung woles.  Mau untung atau rugi 10%.. juga gampang.  Pelaku pasarnya juga adalah orang-orang yang sangat sabar.  (model sing: diantemi pasar.. yo meneng wae… hehehe).   Tapi.. kalau untuk trading, duit Rp 10 juta itu sulit untuk mendapatkan keuntungan yang ‘nendang’ (lihat penjelasanya pada nomor 2), sulit untuk memperoleh keuntungan yang signifikan.

2.  Berapa Rupiahkah hasil yang anda harapkan dari dana yang anda habiskan untuk membeli saham tersebut?

Haree genee… Sekali makan berempat di Warung Tegal atau Warung Nasi Udug, pasti dengan mudahnya melewati angka Rp 100.000,-.  KFC dan MacD berusaha keras agar kita bisa makan disitu berempat cuman habis Rp 100.000. Tapi yang jelas, Pizza Hut sudah gagal.  Arti uang Rp 100.000 bahkan Rp 500.000, sekarang ini sudah semakin kecil.  Pengemis di Bandung saja, mensyaratkan gaji Rp 10 juta per bulan untuk mau diubah menjadi tukang sapu.

Ini semua tentu saja, membuat return on equity dari seorang pemodal menjadi tinggi.  Kalau untuk investasi, tentu saja gampang.. orang lihatnya dalam jangka panjang.  Tapi.. kalau untuk seorang trader yang sehari-dua hari sudah dilihat? Hehehe.. mereka pasti menginginkan return Rupiah yang lebih tinggi.  Kalau misalnya niy.. setiap transaksi, seorang trader merasa harus untung Rp 1 juta.  Tentu saja membutuhkan jumlah uang yang lebih besar untuk transaksinya.  Rp 10 juta tidaklah mencukupi.

Kalau anda trading hanya dengan menggunakan Rp 10 juta, effort (usaha) yang anda lakukan, tidak akan sebanding dengan apa yang anda bisa dapat.   Anda bisa dengan mudah kecewa dengan kecilnya hasil yang anda dapat

3.  Seorang pemodal harus mampu membentuk sebuah portfolio yang sehat.

Kalau Investopedia itu.. bilangnya gini: portfolio yang ideal itu, terdiri dari 15-20 saham.  Emang bisa Rp 10 juta buat beli 15-20 saham yang semuanya berfundamental bagus? Hehehe… Pertama-tama…  kalau 15-20 saham yang berfundamental bagus, sepertinya tidak mungkin.  Terus… meski itu nanti 1 lot-an semua dengan jumlah lot yang baru (100 lembar).. tetap saja sangat sulit atau bahkan tidak mungkin.  Kalau isinya ada sebagian besar yang saham yang di harga autorijek bawah.. hehehe… tentu saja mungkin.  Tapi.. apakah itu cara yang kita inginkan untuk membimbing pemodal pemula? Kalau saya sih enggak.

131019 Diversifikasi Portfolio

Bagi saya… yang selalu menyarankan portfolio bagi seorang trader itu hanya terdiri dari 3 – 5 saham saja, membentuk posisi trading yang mampu memberikan keuntungan yang signifikan dari 3-5 saham saja, tetap saja sulit.  Bisa sih..  kalau kita isi saham blue chip big caps barang 2/3 posisi (dengan lot 100 lembar tentu saja), terus ditambah 1-2 saham yang lapis kedua.  Tentu saja bisa.  Tapi tetap saja: kita tidak  bisa memperoleh hasil yang signifikan untuk jangka pendek.  Kalau cuman untuk cari Rp 50.000 – Rp 100.000 per hari.. yah.. itu mungkin saja.  Tapi.. itu berarti kita harus menjaga agar kerugian yang kita alami jika terpaksa cut loss, harus kurang dari Rp 30.000 per transaksi.  Sebuah hal yang sulit untuk dilakukan, meski buat seorang trader yang cukup berpengalaman.

4.  Pemodal pemula lebih suka beli saham dalam jumlah ‘lot besar’.  Pemodal pemula itu, sering kali memulai pengalamannya dengan ‘rasa serakah yang luar biasa besar’, tapi dengan ‘rasa takut rugi yang luar biasa besar juga’.  Untuk memenuhi ‘rasa serakah yang luar biasa’ ini, mereka sering kali merasa bahwa untuk ‘trading’.. untuk untung besar.. maka harus dilakukan dalam jumlah lot besar juga. Lot besar ini.. berarti dia bakal cenderung beli pada jumlah puluhan.. bahkan kalau bisa dalam jumlah ratusan lot.  100 lot.. 200 lot.. atau kalau bisa ribuan lot.  Misalnya gini deh.. Harga saham yang paling murah.. adalah Rp 50 (gocap).  Kalau duit Rp 10 jt, dibelikan saham gocap.. dapetnya bisa 400 lot.  Kalau nanti pake lot baru dimana per lot adalah 100 lembar, maka seorang pemodal bisa beli sampai 2000 lot.  Kalau di lot baru ini.. kalau saham ASII di harga Rp 7000, pemodal hanya bisa beli sekitar 14 lot.  Mana yang akan dipilih? Portfolio 4 saham gocapan dengan masing-masing 500 lot? atau portfolio 4 saham blue chip dengan masing-masing hanya 5-10 lot? Hehehe..  kalau dari ‘penerawanagan’ saya… pemodal pemula bakal memilih bentuk portfolio yang pertama dibandingkan yang kedua.  Mereka akan memilih ‘jumlah lot besar’ dibandingkan dengan ‘rasa aman untuk membeli saham dengan fundamental bagus’.

So…. saya ulang sekali lagi:

Kalau duit  Rp 10 juta… JANGAN BELI SAHAM!!!

KECUALI…..

Iya.. tetap saja ada kecualinya.  Tentu saja.. saya tidak bisa melarang anda untuk masuk ke pasar modal dengan duit Rp 10 juta.  Orang ditempat saya aja (UBI) untuk buka rekening cukup dengan Rp 10 juta.  Anda bisa tetap masuk ke pasar modal dengan duit Rp 10 juta… jika anda sadar akan beberapa realtia sebagai berikut:

  • Jika Duit anda Rp 10 juta, anda harus sadar bahwa anda hanya bisa melakukan investasi… Anda bakal sangat kesulitan atau bahkan ‘hampir tidak mungkin’ untuk melakukakan trading dengan keuntungan yang ‘signifikan dan continue’, kalau duit anda hanya Rp 10 juta.  Jika duit anda hanya Rp 10 juta, anda harus jadi investor, bukan menjadi trader.
  • Jika Duit anda Rp 10 juta dan memutuskan untuk menjadi investor: anda harus benar-benar bertanggung jawab dalam melihat kondisi fundamental perseroan.
  • Jika Duit anda  Rp 10 juta dan memutuskan untuk menjadi investor: jangan terpaku dengan berapa jumlah volume saham yang anda beli, fokuslah pada kualitas dari fundamental emiten tersebut.

Di sisi lain… Jika Duit anda Rp 10 juta tapi anda memutuskan untuk ‘trading’, anda harus mempersikapkan beberapa hal berikut ini:

  • Anda harus siap bahwa posisi trading anda, keuntungannya secara nominal, tidak akan besar.
  • Padahal.. untuk posisi trading tersebut, anda harus mengeluarkan effort yang sangat besar.  Anda harus belajar untuk prediksi jangka pendek hingga memiliki kualitas prediksi yang prima, anda harus punya kemampuan untuk melakukan entry dan exit posisi dengan baik, manajemen emosi, dll.  Sebuah usaha besar, waktu yang tidak sedikit, dan biaya tidak murah.
  • Anda harus sadar, bahwa ini semua adalah sebuah proses pembelajaran.  Dan (sekali lagi…) sebuah usaha besar, waktu yang tidak sedikit, dan biaya tidak murah.
  • Sebagai percobaan… silakan baca ulasan saya ini deh… dan coba untuk menyelesaikannya.. dari yang pertama sampai yang terakhir.  Saya yakin…. sebagian besar dari anda pasti akan males untuk menyelesaikannya.  Hehehe.

So..

… trading adalah sebuah proses pembelajaran yang terkadang harus kita lalui dalam sisa hidup kita…

kalau anda tidak mau menjalani semua itu.. mendingan anda beli reksadana saham saja.  Effortnya kecil.. kalau mau untung lebih besar, anda tinggal belajar untuk prediksi IHSG jangka pendek, dan entry exit (beli jual) berdasarkan prediksi anda itu.

Sekali lagi:

Kalau Duit Rp 10 juta .. JANGAN BELI SAHAM!!! BELI SAJA REKSADANA SAHAM!!!

Happy trading.. semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

PS: Saya adalah seorang pendendam yang buruk.  Seperti saya tidak mau lagi beli saham Bakrie dan juga saham Grup Lippo.  Terkadang… saya memang suka membuat pernyataan yang provokatif… untuk melihat.. siapa saja yang siap menikam saya dari belakang.  Saya sangat berterima kasih buat anda yang kemarin telah memberikan komentar positif karena telah berprasangka baik kepada saya.  Buat anda yang sudah memberikan komentar nyinyir di FB saya maupun twitter saya kemarin… saya sudah catat kok.  Selamat untuk anda yang termasuk golongan kedua.. karena anda ternyata memiliki bakat menjadi penjual dodol yang enak.  Terima kasih untuk anda semua deh pokoknya.

https://www.facebook.com/satrioutomo/posts/10200824139478034?comment_id=5047980&offset=0&total_comments=17&notif_t=feed_comment

You might also like More from author

214 Comments

  1. Mhd Fauzan K says

    ternyata ada tapi nya ya pak,,, terimakasih 😀 😀 😀

  2. rudy says

    Ya pak satrio bikin ciut nyali padahal saya baru buka rekening efek cuma modal 1/10 dari yang diomongin, tapi bukan buat trading buat di keep sambil nemenin reksadana saham hehehe, niat belinya juga saham tempat ngantor dulu di telkom mumpung abis stock split jadi bisa kebeli walau cuma 1 lot 🙂

    1. Satrio Utomo says

      Bung Rudi…

      Berarti anda sadar bahwa anda beli saham itu untuk keperluan investasi kan? Mengapa harus ragu? Kan saya bilang disitu: Kalau investasi… gak masalah dengan modal Rp 10 juta. Tapi kalau untuk trading… sebaiknya jangan.

      Wassalam,
      Satrio

  3. Sandinata says

    waduh pak satrio. ulasan ini menyentil banget nih buat saya. kebetulan modal saya pas sama yang bapak sebut dan saya trading. makanya saya setuju gak setuju nih posisinya. hehehe. untungnya saya gak pernah main saham gorengan. Rencana saya sih pak. kalo dengan modal sekarang ini saya bisa bertahan dan memperoleh keuntungan, Baru saya tambah lagi modalnya.

    Mohon doa dan bimbingannya pak. saya jadi tertantang juga nih. 🙂

    1. Satrio Utomo says

      Bung Sandi…

      Yang terpenting dan harus selalu diingat bagi pemodal dengan modal pas-pasan adalah: sebaiknya dilakukan dengan metode investasi. Selain itu.. kita juga harus sabar… karena kalaupun trading.. keuntungannya tidak bisa besar. Semoga anda bisa mendapatkan ilmu yang berguna, sesuai harapan anda.

      Wassalam,
      Satrio

  4. priyatno says

    kenapa terhadap group Lippo pak? terimakasih

    1. Satrio Utomo says

      Bung Priyatno…

      Itu karena masalah penggorengan saham LPLI dan LPPS di awal tahun 2000-an. Terus.. sampai sekarang, grup Lippo kan masih terus melakukan ‘inovasi’ corporate action yang tidak ada di peraturan BEI dan OJK. Lucunya.. BEI dan OJK selalu menggunakan pasal: yang belum diatur adalah boleh. Padahal.. dengan berdasarkan aturan ‘bahwa BEI dan OJK wajib menyelenggarakan perdagangan yang wajar’, menurut saya.. BEI dan OJK bisa saja mensuspen pergerakan harga sahamnya, sampai BEI dan OJK mengeluarkan peraturan tentang masalah tersebut.

      Wassalam,
      Satrio

  5. Giez says

    Pak Tommy … mohon masukannya juga untuk pake modal pinjeman/bank untuk ‘serius’ didunia trading dan menjadikannya bisnis utama. Apa2 saja yang harus diperhatikan -kalo boleh- menggunakan modal pinjeman ini … sebelumnya terima kasih atas segala sumbangsih dan ilmu yang Pak Tommy kasih.

  6. rahman says

    Waduh mas satrio bikin takut aja nih, kebetulan saya baru aja daftar di bni dgn modal 1 juta. Niatnya sih untuk investasi dgn tiap bulannya nambah 100ribu. strategy nya sih keluar masuk berbasiskan indikator moving average.

    Sekedar info buat mas satrio, kalaupun dr trading cuma dpt 10rb atau 20rb sehari, itu buat saya udah lumayan banget, bisa buat makan seharian: -)

    Tergantung dari kita memandangnya aja.

    1. maria90 says

      Di bni sekuritas min. 1 jta ? Krn kmrn saya tnya mim. Deposit 5 jt
      thx u

      1. dewi lestari says

        Dulu sy disuruh ipar beli saham bni krn ipar bekerja di bni pd saat bni jual saham perdana krn masuk bursa efek.Pas beli hrgnya 500rb per 1 lot. Thn kedua hrgnya menjadi setengahnya. Ya sdg sy jual saja. Th kelima saham bni mjd 100rb/ lot. Sdh sy ga mengerti main saham. Jd sy skrg lebih mengerti lg dgn tulisan pak satrio yg menyarankan kl dana terbatas main di reksadana sj. Tp sy blm mengerti dgn reksadana. Bisakah bpk menjelaskannya. Shg sy bisa mengerti apa kelebihan & kekurangan di masing2 tempat.Trims byk pak satrio yg sdh mengamalkan ilmunya kpd sy.

    2. eka setiyaningsih says

      Kak saya sedang ingin mencari investasi2 yg tepat untuk mahasiswi seperti saya, ini yg modal 1 juta di bni maksudnya gmn ya kak? Mohon penjelasannya kak terimakasih

      1. Satrio Utomo says

        Eka…

        Kalau mau investasi langsung ke saham, jumlah itu saya kira terlalu kecil. Memang sih bisa buka account, tapi tetap saja.. nanti yang dibeli, bakal cenderung saham-saham yang fundamentalnya kurang sehat.

        Sebaiknya, kalau dana segitu, dibelikan reksadana saham saja. Reksadana saham tapi yang benchmarknya IHSG atau ISSI. Jangan yang benchmarknya indeks sektoral atau indeks lainnya karena nanti resikonya jadi lebih besar.

        Wassalam,
        Satrio

  7. hermawanpradana says

    Bila modal didapatkan dari ber hutang apakah boleh untuk trading pak?

    1. Satrio Utomo says

      Bung Hermawan…

      Sebaiknya.. jangan trading dengan menggunakan hutang, kecuali hanya jika anda sudah bisa membaca trend dan arah pergerakan harga, serta anda sudah bisa cut loss. Trading itu jangka pendek sebenarnya ‘stress’-nya sudah tinggi. Kalau dilakukan dengan menggunakan hutang.. stressnya akan lebih tinggi lagi. Pressure yang sangat tinggi ini, sebaiknya hanya dilakukan bagi mereka yang sudah ahli.

      Wassalam,
      Satrio

  8. diniwilinda says

    Wah, pas bgt modal sy dg yg bapak sebutkan.. Hehe… Saya pemula, dan masih belajar… Sy maunya buat trading, sprtinya harus nambah nh… Tp sy ga mau man di gorengan, takuuuttt huhuhu…

    1. Satrio Utomo says

      Mbak Dini…

      Semoga berhasil.. semoga sukses… semoga untung…

      Wassalam,
      Satrio

  9. rennaeliana2na says

    Pak Satrio, kalau untuk tujuan investasi dengan modal awal 10 juta,

    1. sebaiknya diberikan saham blue chips apa saja dan berapa lot ya? (maaf masih pemula banget),,

    2. lalu utk jangka waktu 5 tahun, apabila untung kira-kira modal 10 juta itu bisa berkembang jadi berapa (kisaran saja)? (sebagai gambaran supaya saya bisa kalkulasikan dengan tujuan dalam 5 tahun itu)

    Terima kasih Pak
    Salam

    1. Satrio Utomo says

      Bu Renna…

      Kalau 10 juta.. mendingan jangan bu. Mendingan Ibu beli reksadana saham saja. Reksadana Saham berbasis IHSG. Kalau dibelikan saham langsung, nanti malah jadi gak berasa keuntugnannya.

      Wassalam,
      Satrio

      1. rendy says

        pak satrio, hanya ingin tau gambarannya saja, misal dana 10jt dibelikan reksadana saham berbasis IHSG, kelebihannya dibanding reksadana yang lain apa pak?
        saya juga pemula, dan memang dari sekian bnyk masukan memang lebih diarahkan ke reksadana untuk dana kisaran 10jt..
        saya masih proses mempelajari jenis instrument’nya sebelum benar2 mulai berinvestasi.
        kalau boleh bertanya, pengen nih dijelasin tentang reksadana, macamnya, resikonya, dan keuntungan yang diberikan..
        Terima kasih sebelumnya….:)

        1. Satrio Utomo says

          Bung Rendy…

          Kalau secara umum, reksadana itu terbagi menjadi 3: reksadana pendapatan tetap (berbasis surat hutang), reksadana campuran (50% surat hutang, 50% saham), dan reksadana saham (80% – 100% saham).

          Reksadana pendapatan tetap itu, terdiri dari 2 macam: pendapatan tetap biasa, dan pendapatan tetap terproteksi. Reksadana campuran dan reksadana saham, itu kadang kala masih bisa dikelompokkan lagi berdasarkan sektor (baik dari saham maupun obligasi) dari reksadana tersebut berinvestasi. Ada yang berbasis indeks umum (IHSG, IDX30, LQ45), syariah (ISSI, JSI), maupun indeks sektoral (infrastruktur, konstruksi, konsumer, properti dll.).

          Untuk resikonya.. yah.. kurang lebih.. urutan diatas sudah saya urutkan sejalan dengan resikonya…

          Wassalam,
          Satrio

  10. indra says

    mantap nih pembahasannya, karena modal saya kecil jadi sementara ini untuk investasi saja dulu..
    makasih pak ilmunya…

    1. Satrio Utomo says

      Terima kasih Mas Indra…

      Semoga barokah untuk anda….

      Wassalam,
      Satrio

  11. ardi says

    saya berterima kasih sekali dengan apa yang ada tulis.
    mohon saran pak, ini pola pikir rencana saya :
    :
    (1) modal awal invest 30 jt pada saham besar (dengan resiko jumlah lot yg kecil)
    saya berencana invest di saham untuk rentang (5-10 tahun)
    (2) setiap tahun saya mewajibkan diri saya untuk menambah jumlah lot saya di saham tsb.
    saya dalam rentang waktu tsb saya hanya invest di 1 produk saham sj.

    bagaimana menurut opini bpk, mengenai pola pikir saya?

    terima aksih atas opininya

    regards
    ardi

    1. Satrio Utomo says

      Bung Ardi…

      Bagaimana? Kok sepertinya terputus emailnya…

      Wassalam,
      Satrio

        1. Satrio Utomo says

          Bung Ardi..

          Ide anda bisa dikatakan bagus. Kalau boleh saya sarankan, waktu untuk melihat kembali, itu ditetapkan pada bulan April atau Mei. Bulan ketika laporan keuangan kuartal pertama sudah keluar, sehingga anda sudah punya proyeksi.. bagaimana kira-kira kondisi fundamental dari perusahaan untuk setahun kedepan.

          Wassalam,
          Satrio

  12. annas says

    wah pak ini saya baru mau terjun dengan modal deposit min 5jt di BNI sekuritas, melihat isi di atas kog menjadikan saya ragu untuk terjun ke dunia trading,.saya sempat dapat pengalaman dari teman yang dari sma sudah bermain trading dengan modal segitu jg, dan sampai sekarang sudah 5 tahun dia masih bertahan.. dari situ saya termotivasi untuk ikut dan sekarang masih mecari ilmu2 nya dahulu walaupun saya mahasiswa akuntansi tapi menurut saya masih kurang pengetahuan saya dalam perdagangan efek…menurut bapak saya harus lanjut atau mengumpulkan modal tambahan terlebih dulu?

    1. Satrio Utomo says

      Hehehe…

      Sebenarnya sih… Sebaiknya tetap diatas Rp 50 juta. Kalau dibawah itu, banyak sekali ‘perangkap pemula’-nya…

      Semoga anda berhasil
      Wassalam,
      Satrio

  13. annas says

    begini pak saya mau tanya,.saya tertarik terjun k dunia trading setelah meilhat teman saya yang lumayan jalan dalam memainkan trading.. saya berfikir karena saya seorang mahasiswa basic akuntansi mungkin akan lebih mudah dalam mempelajari hal ini,.tp modal saya hanya pas2an dan mungkin bakal buka d BNI sekuritas dengan deposit min yaitu 5jt,. nah dari Penjelasan bapak d atas saya jadi ragu apa harus melanjutkan untuk bergabung ke dunia trading atau meneruskan nya??saya mohon pencerahan dari bapak yang sudah berpengalaman..

    1. Satrio Utomo says

      Bung Annas…

      Berarti… anda mau coba dengan model ‘Investasi’ ye? Silakan dicoba. Saya kan tidak bisa melarang. Tapi tolong.. itu berarti anda juga harus ekstra sabar. ‘Investasi’ itu, berarti anda harus mau untuk benar-benar mencari saham yang fundamentalnya bagus, beli, lantas simpan. Anda harus rela untuk tidak melihatnya dalam periode yang cukup lama. Jangan berharap seperti ‘trading’ dimana anda akan bertransaksi secara sering dan berharap keuntungan yang cepat.

      Semoga sukses….

      Wassalam,
      Satrio

  14. Rahmat Ranggonang says

    Assalamualaikun mas satrio
    Saya perkenalkan Ranggo
    Saya mau nanya reksadana saham yang berbasis ihsg itu seperti apa contohnya ya, apa mnc dana syariah ekuitas termasuk?
    Suwun

    1. Satrio Utomo says

      Bung Rahmat,

      Kalau dilihat dari ‘nama reksadana’-nya… MNC Dana Syariah Ekuitas sudah termasuk dalam reksadana berbasis indeks.. paling tidak, indeksnya adalah indeks syariah. Untuk lebih jelasnya, anda bisa lihat portfolio holdingnya melalui prospektusnya, atau bisa juga lewat http://www.infovesta.com

      Wassalam,
      Satrio

  15. Didit says

    Ulasan anda menarik bagi saya .. Ini membuat saya sedikit paham tentang pasar saham

  16. rendy says

    pak satrio, hanya ingin tau gambarannya saja, misal dana 10jt dibelikan reksadana saham berbasis IHSG, kelebihannya dibanding reksadana yang lain apa pak?
    saya juga pemula, dan memang dari sekian bnyk masukan memang lebih diarahkan ke reksadana untuk dana kisaran 10jt..
    saya masih proses mempelajari jenis instrument’nya sebelum benar2 mulai berinvestasi.
    kalau boleh bertanya, pengen nih dijelasin tentang reksadana, macamnya, resikonya, dan keuntungan yang diberikan..

    kemudian dari segi risk dan return’nya, dengan dana 10jt itu, jika tujuannya sama2 investasi dan bukan trading, untuk rentang waktu 1-3tahun, lebih baik disaham atau reksadana saham saja pak??

    1. Satrio Utomo says

      Bung Rendy…

      Kelebihan dari reksadana berbasis IHSG dibandingkan dengan reksadana yang lain (misalnya yang berbasis indeks konsumer, properti, komoditas), adalah karena indeks ini akan terus bergerak seiring dengan pergerakan pasar dan kondisi ekonomi secara umum. Reksadana ini juga cenderung untuk memfokuskan portfolionya pada saham-saham berkapitalisasi pasar yang besar, sehingga pergerakannya tidak terlalu berbeda dengan pergerakan IHSG dengan beta sekitar 1 – 1,2. Artinya: kemanapun IHSG bergerak, NAV dari reksadana tersebut akan mengikuti. Berbeda dengan reksadana konsumer misalnya, tahun 2013 kemarin, mereka mungkin menjadi yang terbaik. Tapi, ketika sektor tersebut ditinggalkan orang karena peminatnya berkurang, reksadana berbasis sektor itu akan cenderung tertinggal pergerakannya dibandingkan dengan IHSG.

      Wassalam,
      Satrio

  17. usup permana says

    Seandainya mau main saham dengan modal awal 100 juta, tapi supaya transaksinya aman bagaimana?’

  18. andy says

    saya suka ulasan anda, nyelekit, tapi sesuai realita.
    dengan modal 10 juta, kalo memang niatnya makan dari saham aja ya mana cukup.
    Biaya hidup aja anggap Rp 5 juta perbulan, masak mau untung 50% perbulan, ya gak mungkinlah.
    normalnya untung 3 persen perbulan aja udah termasuk jago. tapi masak hidup sebulan dengan penghasilan Rp. 300.000,- .gak mungkin jugakan?
    Dua jempol untuk anda pak.

    1. Satrio Utomo says

      Terima kasih Bung Andy….

      Semoga investasi anda menguntungkan….

      Wassalam,
      Satrio

  19. almahdi79 says

    Bang Satrio
    Untuk mengetahui reksadana saham yang berbasis IHSG atau syariah bagaimana caranya? Apakah dari prospektusnya?

    1. Satrio Utomo says

      Bung Al Mahdi…

      Itu semua ada di prospektusnya. Anda bisa meminta prospektus dan wajib membacanya ketika anda membeli reksadana.

      Wassalam,
      Satrio

  20. zeco says

    Satrio Utomo says:
    June 2, 2014 at 10:32

    Eka…

    Kalau mau investasi langsung ke saham, jumlah itu saya kira terlalu kecil. Memang sih bisa buka account, tapi tetap saja.. nanti yang dibeli, bakal cenderung saham-saham yang fundamentalnya kurang sehat.

    Sebaiknya, kalau dana segitu, dibelikan reksadana saham saja. Reksadana saham tapi yang benchmarknya IHSG atau ISSI. Jangan yang benchmarknya indeks sektoral atau indeks lainnya karena nanti resikonya jadi lebih besar.

    Wassalam,
    Satrio

    mengutip ini,contoh real nya apa ya pak untuk reksadana IHSG dan ISSI. Maklum Pak saya belum mengerti.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Zeco…

      Itu harus dilihat satu per satu pak. Harus dilihat di prospektusnya. Kalau anda sedang membeli reksadana di counter bank.. bisa ditanyakan ke marketingnya kok.. ‘benchmark dari reksadana itu apa’… kalau reksadana saham.. umumnya IHSG. Kalau reksadana Syariah, umumnya JII atau ISSI, kalau reksadana sektoral, biasanya ke indeks dari masing2 sektor. Coba ditanyakan ke penjual reksadana saja. Kalau dia tidak tahu.. hehehe.. cari saja penjual reksadana lainnya. Atau… anda bisa coba googling prospektus dari reksadana itu.

      Wassalam,
      Satrio

  21. Iskandar Saher says

    Saya, Iskandar Saher. Ingin mulai trading, sudah membaca lumayan banyak tentang investasi & trading, tapi masih belum berani memulai. Saya agak kuatir salah menggunakan aplikasi online dlm trading. Adakah pelatihan utk ini di wilayah Jateng/DIY?
    Terima kasih banyak

    1. Satrio Utomo says

      Pak Iskandar…

      Kalau on line trading itu… pasti ada pelatihannya lah.. dari sekuritas masing-masing. Itu sebabnya, anda sebaiknya mencari sekuritas yang memiliki cabang di kota anda. Di Jogja ada banyak kok pak… cuman sayangnya perusahaan saya tidak ada cabang disana. 😀

      Untuk OLT biasanya.. kita coba-coba dan eksplorasi sendiri untuk mendapatkan kapasitas yang maksimalnya. Market info apa saja yang bapak butuhkan dari OLT.. itu yang harus Bapak eksplorasi sendiri. Misalnya niy.. kalau saya kan suka lihat aliran dana asing yang ada di pasar reguler. Itu belum tentu ada di semua OLT. Bapak harus tanya2 sendiri apakah fasilitas itu ada.

      Mengenai order… Kalau Bapak takut salah… ya ordernya jangan besar-besar dulu. Dan sebenarnya.. salah itu manusiawi kok pak.. saya aja kadang suka salah maunya beli jadi jual atau maunya jual jadi beli. Hehehe.

      Wassalam,
      Satrio Utomo

  22. frankyrivan says

    Wah baru baca artikel ini. Keren pembahasannya Pak Satrio. Mau kasih tambahan masukan pak, menurut saya kalo mau trading dipisah accountnya dengan account invest. Kalau bisa account untuk invest di sekuritas2 yang fee beli/jual nya gede biar lebih bikin malas trading. Akan lumayan berasa sih manajemen emosinya. Ini pengalaman pribadi aja sih heheeee…

    Salam – @frankyrivan

    1. Satrio Utomo says

      Bung Franky….

      Bisa juga dengan cara seperti itu…

      Yang penting… jangan sampai kita bingung sendiri.

      Wassalam,
      Satrio

  23. Edy says

    Salam kenal Pak Satrio….
    Untuk mendapatkan profit 5 juta / bulan, kira-kira berapa invsetasi yg dibutuhkan.
    Terima kasih.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Edy…

      Semua tergantung Skill anda. Kalau anda bagus.. untuk dapat 5% per bulan.. cukup dengan modal Rp 50 juta. Tapi.. kalau anda biasa-biasa saja.. anda butuh modal sekitar Rp 150 – 200 juta untuk mendapatkan Rp 5 juta per bulan.

      Wassalam,
      Satrio

  24. aldy says

    Mas Satrio,,, awal nya saya buka rekening 5 jt dah dpet untung 800 ribu trus saya tmbah lagi 5 juta mendapat utung keseluruhan 2,5 juta tuch,,,, Saya ingat belu kata2x nya kita harus disiplin dalam trading,,, beli ketika harga naik dan jual ketika turun memeng sich kadang saya harus loss sekitar 100-200 ribu tp kan untung nya dah lebih dr itu,,,makasih ya msa atas ilmu nya yg bermanfaat ini

    1. Satrio Utomo says

      Bung Aldy…

      Selamat berjuang…
      Ujiannya nanti ada ketika bearish market.. bukan ketika bullish market.

      Wassalam,
      Satrio

    2. Okto Rotua H says

      Selamat malam mas Aldy,
      Saya tertarik dengan pengalaman mas Aldy.
      Bisa tolong bantu saya cara untuk membuka investasi seperti mas Aldy.
      Agar saya bisa belajar berinvestasi dari keberhasilan mas Aldy.
      Terima kasih.

  25. arcopiero says

    Mas Satrio, lebih baik mana uang 10jt saya masukkan ke reksadana saham atau saya belikan saham blue chip kemudian saya jual kembali setiap 3 bulan (dengan harapan 3 bulan tersebut posisi sedang gain)?

    1. Satrio Utomo says

      Bung Priyo…

      Kalau saham big caps.. saya kira mendingan big caps. Tapi kalau dengan blue chip… hehehe.. tergantung bluechip yang mana…

      Wassalam,
      Satrio

  26. soniyap says

    hahaha ..kayak nya ribet ya punya 10 jt mau main dmana… mohon saran aja reksadana mana yg menguntung kan…tq Bung Satrio

    1. Satrio Utomo says

      Bung Sonny…

      Selera saya gak aneh-aneh kok.. kalau itu bunyinya reksadana saham..selamat benchmarknya IHSG dan Beta-nya sekitar 1 – 1,2 .. itu sudah cukup bagus buat saya.

      Wassalam,
      Satrio

  27. Taufik says

    Saya baru akan mulai investasi saham, dengan tujuan untuk biaya pendidikan anak 1 tahun lagi.
    Tabungan saya sudah ada Rp.100 juta, tetapi saya masih khawatir mengalami kerugian dalam berinvestasi saham karena sangat awam. Menurut bapak apa yang harus saya lakukan / belanjakan dengan uang tsb. Saya disarankan membeli beberapa macam saham LQ 45. Bagaimana menurut bapak ? Terimakasih

    1. Satrio Utomo says

      Bung Taufik….

      Investasi saham secara langsung itu.. membutuhkan waktu juga. Anda juga harus punya waktu luang yang cukup. Waktu luang untuk belajar, waktu luang untuk mempelajari pasar. Apakah anda memiliki hal tersebut?

      Jika tidak.. sebaiknya anda beli reksadana saja.

      Wassalam,
      Satrio

  28. runtrader says

    Benar memang pak satrio, menganalisa saham (dengan serius) itu perlu energi, tapi kalau setelah analisa belinya cuma sedikit karena modalnya kecil ya untungnya dikit, memang benar berat sekali kalau melihat nominalnya, tapi saya punya tips yang persis dengan pak satrio, yaitu melihat pertumbuhannya (%-nya) jangan nominalnyal

    Saya sudah 4 tahunan trading, porto remuk pernah juga karena tergoda saham gorengan, makanya sekarang kembali ke jalan yang benar saja..

    1. Satrio Utomo says

      Daripada kebesaran effort.. mendingan beli reksadana.. 😀

  29. yono says

    Pak Satrio sebentar lagi bbm naik, saham apa ya pak yang cocok untuk di beli saat ini. terimakasih pakinformasinya.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Yono…

      Saham yang bagus setelah kenaikan BBM Subsidi adalah saham yang berada dalam sektor yang mendapatkan dana limpahan dari pengalihan subsidi.

      Sektornya bisa sektor kesehatan (farmasi), konstruksi, dan infrastruktur.

      Wassalam,
      Satrio

  30. almahdi79 says

    Pak satrio bagaimana kalau pembelian saham yg bertujuan investasi dimulai dari pembelian saham pra ipo? Apakah modal 10 jt ini cukup.

  31. mukhlisin says

    saya (16) sangat awam, saya pikir saham bisa di beli dengan inves 4 jtb 😀

    1. Satrio Utomo says

      Bung Mukhlisin

      Sebenarnya… kalau sekedar jual beli saham… Rp 100.000 juga bisa. Tapi… untuk bisa mendapatkan keuntungan yang cukup dan terasa, kita memang harus memiliki modal yang lebih besar. Ini karena investasi saham sebagian besar dilakukan tanpa leverage.

      Wassalam,
      Satrio

    1. Satrio Utomo says

      Bung …

      Indeks DJI dan S&P 500 kan selama november naik tajam banget. Semata-mata, dia hanya betting kalau marketnya ketinggian dan sebentar lagi koreksi. Tapi.. sampai hari ini (27 Desember 2014).. koreksi itu kan belum pernah datang juga.

      We’ll see deh…

      Wassalam,
      Satrio

  32. abdul gafur tayeb says

    saya termasuk orang yg baru mengenal dunia trading namun kemarin, saya sudah di hubungi oleh broker iforex orang malaysia yg langsung dari eropa katanya kita di iforex akan membimbing pemula2 yang baru bergabung dan hanya dengan modal 100 dollar bisa saja jadi 1000 dollar asalkan mengikuti bimbingan dari mereka.
    jadi mohon masukannya bagaiman saya menyikapinya pak trimakasih

    1. Satrio Utomo says

      Bung Abdul Gafur Tayeb…

      Forex itu, berbeda dengan saham. Dalam trading forex, biasanya dilakukan dengan leverage yang sangat tinggi sehingga pergerakan harga yang sedikit saja, bisa membuat dana anda berlipat ganda, atau malah hilang sama sekali. Biasanya, pilihan yang kedua ini yang sering terjadi.

      Kalau buat saya, forex tidak pernah menjadi pilihan pertama. Lagian.. secara Islam transaksi forex untuk tujuan keuntungan atau spekulasi itu haram.

      Wassalam,
      Satrio

  33. Daniel says

    Pak kalau reksadana itu, interestnya perbulan Atau gimana pak? Thx.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Daniel…

      Ketika membeli reksadana, anda akan membeli berdasarkan nilai NAB (Net Aset Bersih) dari reksadana itu. Fungsinya semacam ‘harga’ dari reksadana. Harga reksadana ini, akan naik turun sesuai dengan nilai investasi yang dilakukan oleh fund manager. Keuntungan (atau kerugian) potensial dari reksadana berasal dari kenaikan (penurunan) dari NAB ini. Saya sebut potensial mengingat keuntungan (kerugian) baru dirasakan pada saat reksadana tersebut dijual kembali.

      Wassalam,
      Satrio

  34. raitucarp says

    Pak mau tanya ttg kerugian trading saham. Bukannya kalo sudah open posisi, dana kita tertahan ya? Bukannya beda seperti forex yg pake leverage sehingga bisa margin call. Di saham memangnya masih ada MC pak? Terima kasih

    1. Satrio Utomo says

      Bung RP…
      Logikanya semacam itu. Tapi beda.

      Di saham… ada sebagian yang beli saham didanai hutang (margin). Tapi.. marginnya tidak besar. Kalau di Forex.. margin kan bisa 1:30 hingga 1:50 tuh? Kalau di saham.. margin 1:3 sudah dianggap besar. Tapi kebanyakan.. sekitar lebih dari 70% investor.. main saham itu cuman pake rasio 1:1 .. tanpa margin.

      Kalau pemodal itu ada posisi margin… disitu kemungkinan kena margin call dan forced sell.

      Wassalam,
      Satrio.

  35. Satrio Utomo says

    hallo pak Satrio,
    saya baca ulasan bapak sangat menarik, yang mau saya tanyakan, di kota saya banyak sekali disiarkan di media masa radio, koran adanya seminar trading yang menjanjikan 1 jam profit, bahkan trading nya bukan di dalam negeri tapi di luar negeri, tentunya pakai US$, apakah ini masuk akal pak, saya tertarik tapi ragu karena belum paham seluk beluk trading ini.

    1. Satrio Utomo says

      Itu biasanya instrumennya bukan saham dalam negeri pak. Kemungkian besar forex, indeks, atau bahkan saham luar negeri. Investasi seperti itu resikonya sangat tinggi karena marginnya bisa 1:30. Dengan kata lain: kalau bapak punya duit 1 juta.. investasi yang sebenarnya adalah sebesar 30 juta. Jadi Bapak kena untung rugi yang 30 juta tersebut, dengan hanya menggunakan jaminan Rp 1 juta. Kalau untung memang berlipat. Tapi… yang sering… uang bapak sudah habis dalam hitungan 1-2 hari.

      Wassalam,
      Satrio

  36. Epson LX 300 Surabaya says

    Satu ulasan yang menarik, saya jadi ingat pengalaman main trading pertama kali, saya main forex, dalam hitungan menit uang 1 jt saya amblas. dan saya hanya bisa gigit jari. terimakasih pak, saya bookmark dulu.

  37. mandiri says

    WARREN BUFFET START FROM BUYING 3 SHEETS OF SHARE @$36

    1. Satrio Utomo says

      Bung…

      Berarti WB tidak beli saham penny stock kan? Disana satuan perdagangan saham (lot) memang lebih fleksibel. Disini sebaiknya juga begitu.

      Wassalam,
      Satrio

  38. Diana Putri says

    Thanks atas artikelnya yang dapat dijadikan sebagai tambahan informasi dan pengetahuan bagi para pembaca.

  39. erwin_galau says

    Permisi pak Satrio
    Numpang tanya
    Kalau punya uang 100juta,, mendingan beli RD Saham atau beli Saham ya
    soalnya kata artikel diatas “portfolio yang ideal itu, terdiri dari 15-20 saham” apakah dengan 100juta bisa dapat 15-20 saham blue chips
    matur nuwun

    1. Satrio Utomo says

      Bung Erwin…

      Porto ideal 15 – 20 saham itu.. kalau menurut investopedia… saya sih biasanya hanya 3-4 saham.
      Kalau anda memiliki dana 100 juta… dan anda harus memutuskan … apakah invest atau trading di saham langsung atau di reksadana… anda jawab dulu pertanyaan ini: Apakah anda punya waktu? Apakah anda punya waktu untuk belajar dan mengamati investasi atau posisi trading yang anda lakukan?

      Kalau anda tidak punya waktu… mendingan anda beli reksadana. Kalau and memiliki waktu (minimal sekitar 1 jam sehari), anda baru bisa melakukan beli jual saham secara langsung di Bursa Efek Indonesia.

      Wassalam,
      Satrio

      1. erwin_masih_galau says

        pak Satrio,
        terimakasih atas tanggapannya..
        terus terang saya tidak ada waktu 1 jam di jam kerja
        opsi saya adalah saham sebagai investasi bukan trading.. jd kalau tidak salah tidak perlu dimonitor setiap hari (cmiiw).. mungkin kalau seminggu sekali bisa.. oleh karena itu pilihan saya di saham2 yg fundamentalnya bagus (blue chip)
        bagaimana menurut pak Satrio apakah skenario ini bisa dijalankan dan layak dengan 100juta
        makasih

        1. Satrio Utomo says

          Pak Erwin…

          Waktu 1 jam itu bebas Pak.. Bisa diluar jam trading. Yang pentign punya waktu untuk belajar dan melototin grafik. Kalau untuk investasi… gimana ya pak… kalau memang untuk investasi.. mendingan dimasukkan ke reksadana saja. Kalau di belikan saham langsung, sering hasilnya malah kurang maksimal.

          Saran saya sih begini: silakan dicoba saja. Nanti kalau hasilnya mengecewakan… ya berarti memagn harus dipindah ke reksadana saja.

          Investasi atau trading itu sama sebenarnya pak. Butuh perhatian… butuh waktu untuk menganalisis. Kalau investasi, waktu terbesar biasanya dilakukan sebelum kita membeli saham. Karena setelah membeli, biasanya kita tunggu saja. Kalau trading.. waktu terbesar habis untuk melihat perkembangan pergerakan harganya. Untuk memprediksi arah pergerakan selanjutnya. Kalau Bapak tidak punya waktu untuk itu.. ya sudah.. beli reksadana saja. Hati lebih tenang karena investasi sudah ada yang mengelola.

          Wassalam,
          Satrio

          1. erwin says

            Pak Satrio.
            akhirnya saya memberanikan diri ikut trading saham dr 1 Juni sedikit2 smp sekarang total modal 100juta dengan portofolio sampai skrg 8 macam..
            sempat ikutan dapat margin ketika SRIL lagi naik sampai AR meski saya cuma kebagian belasan persen tidak sampai 25%
            skrg portofolio merah semua dengan potential loss 8%
            Masih belum tega untuk cutloss

            Menariknya disaaat bersamaan RD saham saya malah sudah loss belasan persen dan RD fixed income juga minus 1.x%.. saya jadi heran sendiri MI kita ngapain aja ya.. kok loss nya lebih banyak dr pada saya yg baru 2 bulan belajar trading saham..

          2. Satrio Utomo Purnomo says

            Bung Erwin…

            MI itu terikat dengan kontrak investasi. Jadi mereka terpaksa ‘tetap punya posisi di market’ sehingga kinerja mereka terpaksa ikut IHSG.

            Kalau melihat saham pilihan anda… saya hanya ingin bertanya: emang anda yakin anda bisa beat fund manager itu untuk jangka panjang? Trading itu butuh konsistensi.. tidak hanya kinerja sesaat doang.

            Wassalam,
            Satrio

      2. kidungwulandari says

        Salam. Pak satrio, saya mahasiswa pak. Saya sangat tertarik dengan investasi ini dan masih sangat pemula. Tetapi saya baru punya modal 2jt. Menurut bapak saya ikut reksadana di commbank atau bukanl rek sekuritas ya pak? Dan apa perbedaan dari keduanya pak. Terimakasih pak.

        1. Satrio Utomo says

          Mbak Kidung…

          Kalau dana sebesar itu… sebaiknya memang dibelikan reksadana saja. Kecuali kalau anda benar-benar mau belajar tentang transaksi saham.

          Kalau Mbak Kidung bertanya… strateginya bagaimana… nanti saya bikin tulisannya deh. Hari-hari ini soale saya sedang fokus bikin modul Fibonacci Retracement… ngejar untuk bisa release ketika ramadhan.

          Wassalam,
          Satrio

  40. sukma says

    Salam..p.Satrio,saya ibu r.tangga yg ingin menginvestasikan uang 100 jt untuk pendidijan kedua anak saya..kl saya mengambil reksadana,sebaiknya reksadana yg mana…kira kira dana itu saya butuhkan 8 thn lg…saya awan sekali mslh reksadana,tp sangat tertarik produk investasi ini…tolong dijelaskan jg kemungkinan resiko dr reksadana ini…mohon pencerahan pak..trm kasih

    1. Satrio Utomo says

      Ibu Sukma…

      Mengenai jenis reksadana yang bisa diinvestasikan…. sebenarnya.. nanti akan saya bahas pada sebuah artikel tersendiri. Maklum.. pembahasannya harus panjang dan detail sehingga tidak cukup untuk saya sampaikan disini. Akan tetapi, pada intinya: semua tergantung preferensi Ibu atas resiko. Kalau ibu kepingin merasakan keuntungan dari saham yang moderat ketika market naik tapi kalau turun reksadananya gak turun terlalu dalam nilainya… ibu bisa ambil reksadana campuran. Kalau Ibu siap akan untung rugi investasi saham… biasanya ibu bisa ambil reksadana saham. Cuman bu.. untuk detailnya… nanti saja saya tulis lain waktu. Atau kalau ibu terburu-buru… silakan telpon saya di 08111268889.

      Wassalam,
      Satrio

  41. aseonthewords says

    Mas satrio, emailnya apa ya.. sy pemula mau tanya bnyk tentang, investasi, reksadana, dan trading.. trimksh ya mas

  42. Reza Azharie says

    saya masih pelajar, bagaimana untuk memulai menjadi trading saham ? saya tertarik dengan ini

    1. Satrio Utomo says

      Bung Reza…

      Trading saham itu perlu modal. Anda harus siap modalnya. Kalau anda tidak siap modalnya, anda tetap bisa belajar dengan menggunakan fasilitas pembelajaran trading yang dimiliki oleh berbagai sekutitas atau lembaga.

  43. rahmat basuki says

    thankz pak satrio…. setelah baca artikel anda maka sy putuskan untuk beli reksadana saham aja….. krn sy blum siap untuk trading…. sy akan terus ingat kata2 coach adam nova…… INVESTASI HARUS DIPAKSAKAN dan MULAILAH SEKARANG.. karena kalau cuma dipikir2 terus malah ga mulai2….

  44. erwin s says

    Bung Erwin…

    MI itu terikat dengan kontrak investasi. Jadi mereka terpaksa ‘tetap punya posisi di market’ sehingga kinerja mereka terpaksa ikut IHSG.

    Kalau melihat saham pilihan anda… saya hanya ingin bertanya: emang anda yakin anda bisa beat fund manager itu untuk jangka panjang? Trading itu butuh konsistensi.. tidak hanya kinerja sesaat doang.

    Wassalam,
    Satrio

    Terimakasih tanggapannya pak Satrio,
    Jadi untuk MI itu tidak boleh pegang cash ya pak? harus tetap di posisi 100% saham ya? (untuk RDS)
    masalahnya saya tidak pernah tahu dengan detail portofolio saham apa saja yang di pegang oleh MI di prospektus (setahu saya) hanya 5 saham dengan persentase terbesar saja.. itu pun jarang sekali di update
    oiya setelah kemarin saham mulai rebound, portofolio saya dari minus sudah mulai hijau, sedangkan RDS saya dari minus belasan masih minus 9%
    T_T

    terimakasih pak Satrio

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Semua diatur dalam kontrak investasi reksadana yang ada di prospektus itu. Coba dibaca prospektus reksadana anda… ada ketentuannya berapa persen yang harus mereka pertahankan di posisi saham.

  45. elzara says

    pak, ad facebook g pak. sy mo inbox.

  46. Syamsuri says

    Modal 10juta untuk memulai jual beli saham adalah jumlah yang cukup. bahkan 2 juta saja sudah cukup.
    kenapa cukup?

    1. Sadarilah anda sama sekali belum pernah masuk dan bertransaksi secara live di saham,risiko yg ada bisa kita kurangi dengan modal awal yg kecil.

    2. Sebagai pemula ingin mendapatkan hasil yg besar adalah boleh, tapi ingat kembali bahwa anda pemula, sebagai pemula keuntungan yg anda kejar yg pertama sebaiknya bukan hasil yg melimpah melainkan pengalaman dan ilmu yg harus di dapatkan sebagai pemula.

    3. Saham sangat berisiko JIKA anda tidak tahu ilmunya, oleh karena itu dengan modal awal kecil kemungkinan rugi akan lebih kecil.
    sebagai perbandingan
    a. Jika modal awal anda 100 juta kemudian setahun kemudian saham yg anda beli rugi 50% maka anda kehilangan 50Juta
    b. Jika modal awal anda 10 juta kemudian setahun kemudian saham yg anda beli rugi 50% maka anda hanya kehilangan 5 juta.

    3. Sadarilah banyak orang yg membenci saham dan mengatakan saham berbahaya karena mereka pernah mencoba jual beli saham dengan modal yg besar padahal mereka masih pemula sehingga kerugian yg di derita tidak dapat diterima.

    4. Saham berisiko tinggi namun juga bisa memberikan hasil yg tinggi. Untuk meminimalisir risko selagi trading saham anda bisa sambil belajar.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Insap Bro… Insap… 😀

      Karir anda masih panjang. Silakan banyak belajar lagi. Jangan hanya berhenti pada ilmu textbook training di kantor.

      Wassalam,
      Satrio

  47. Diska Ermalia says

    Saya baru niat mau main saham ni pak dengan modal 10jt..memang sih dengan modal segitu pasti ttp berasa “kurang”, apalagi kl mindset kita maunya untung besar..tapi kalo kita ga mencoba ya kita ga akan paham,untung/rugi itu relatif spy kita jg makin keasah..nice artikel pak

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bu Diska…

      Terima kasih komentarnya. Memang… kalau sekedar mencoba beli jual.. Rp 10 juta memang sudah cukup. Sekarang juga ada yang menawarkan Rp 500 rb. Tapi… kalau untuk trading for a living… jelas kurang. Gak berasa kalau cuman Rp 10 juta.

      Wassalam,
      Satrio

  48. Ayu says

    Mas Satrio, kalo saya trading start 5 atau 10jt modal awal, tp tujuan ny not for a living, dalam artian saya masih kerja masih ada penghasilan dari sana, dan saya punya waktu utbuk analisis pergerakan saham 1-2 jam setiap hari nya, still okay kah? Saya hanya ga mau aja duit 5-10jt ini diem gitu aja, jadi mau coba belajar trading, and im a risk taker. Soalny untuk reksadana saya juga sudah ada alokasi ny tiap bulan, jadi sayang aja.

    Kemudian kenapa 10jt dimasukkan ke reksadana lebih baik dibandingkan 10jt invest dimasukan ke saham? (22ny tujuan ny investasi)

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Mbak Ayu…

      Silakan saja kalau mau mencoba. Saya sih sudah mencoba untuk mengingatkan.. 😀

      Wassalam,
      Satrio

  49. dimas says

    aslmkum…
    Mas satrio kalo ikut reksadana saham keuntungan kira2 tiap blnnya berapa % klo modalnya 10 jt? Mhn pencerahannya. Sekuritas Reksadana yang bagus apa ya mas?…
    Terima kasih ilmunya

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Wa’alaikum salam Bung Dimas…

      Keuntungan dari reksadana saham itu.. kalau hitungan kasar… bisa sekitar 15% – 20% per tahun. Tapi, reksadana saham itu returnnya sebenarnya tergantung dari naik turunnya harga saham yang ada didalamnya. Jadi… kita tidak bisa mengharapkan reksadana untung setiap bulannya.

      Wassalam,
      Satrio

  50. Andre says

    Pagi Pak Satrio,

    mau tanya, saya sudah melakukan investasi setiap bulannya melalui reksadana saham dengan autodebit setiap bulannya, tujuannya sih untuk > 5 tahun. Sekarang ini saya ada uang lebih 10 juta, nah saya tertarik untuk melakukan investasi juga tetapi di saham untuk jangka panjang.
    Menurut bapak apakah bijak saya melakukan investasi di saham? atau lebih baik saya taruh uangnya di Reksadana saham lagi ya pak?

    Makasih sebelumnya..

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Andre…

      Harga saham itu sangat dinamis. Kalau anda mau melakukan investasi yang benar… anda harus melakukannya dengan berdasarkan valuasi sendiri yang anda lakukan. Jangan berdasarkan pendapat orang. Jika anda tidak mau atau tidak bisa melakukannya… ada baiknya anda percayakan uang anda kepada fund manager reksadana saham.

      Wassalam,
      Satrio.

  51. Oscar says

    Pak Satrio…saya punya budget 10-30 jt yang bisa saya mainkan.Kadang saya melihat adanya profit taking setelah 1-2 minggu setelah kenaikan IHSG.Karena saya tidak tahu dan punya waktu cukup untuk trading jadi saya ingin mencoba dengan membeli reksa saham hanya dalam waktu singkat.Dengan budget segitu tentu keuntungan/kerugian yang bisa saya alami tidak besar setelah memasukkan faktor subscription dan redemption fee.Diakhir Agustus-September saya mendapat sedikit keuntungan dari selisih kurs Dollar.Karena itu juga saya mau mencoba dengan cara seperti ini.Saya 2 kali mengalami cut loss di reksa saham pak.Yang ingin saya tanyakan :
    1.Apakah reksa saham itu bisa diperjual-belikan kurang dari 1 bulan?
    2.Kira-kira bagaimana tanggapan bapak dengan cara saya ini ?

  52. jemz says

    pak satrio, saya masih belajar. saya cuma mau tes dan belajar saham. saya rencana mau mendaftar “zaisan BNIS” modal awal 1 juta, apakah ada keuntungan per/bulan yg bisa saya dapat? atau bisa rugi/minus dari saldo tersebut? bagaimana cara kerjanya?? thanks

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Waduh… itu harus ditanyakan sama yang bersangkutan Mas… Saya bukan dari BNI Sekuritas.

  53. Fanly says

    Salam,
    Pak satrio saya domisili di jakarta. Profesi saya broker property. Pasar property skrg sedang lesu jadi saya ingin belajar jd broker saham. Bisa dijelaskan apa saja yg hrs saya buat pak?

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bu Fanly…

      Waduh… pertanyaan Ibu butuh jawaban yang sangat panjang. hehehe. Saya jawab dengan tulisan lain waktu ya…

      Wassalam,
      Satrio

  54. inafina.com says

    dulu saya dan keluarga bingung mau main saham mulai dari mana. dan dulu kita anggap broker saham itu bak artis yang membuat kita segan dan malu2 utk bertanya mengenai saham. untungnya di era internet seperti ini, mencari broker saham yang berkualitas sudah tidak sulit seperti dulu

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Betul Bu Deby…

      Tinggal cari di Mbah Google saja.. atau di FB. Bentar juga dapet.

      Wassalam,
      Satrio

  55. Harry says

    Bung satrio , mau nanya kalau saya jadi member apakah ada petunjuk harian saham yang harus saya beli dan jual , karena saat ini saya out dulu dari market setelah sudah loss hamper 30 %, mohon informasinya .terima kasih.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Harry…

      Pada dasarnya… saya lebih mementingkan strategi daripada sekedar stock pick. Tapi… kalau anda butuh alat untuk melakukan stock pick… saya juga menyediakan stock screener dari metastock yang bisa anda pakai.

      Wasssalam,
      Satrio

  56. andri kurniawan says

    Terima kasih Pak buat nasihatnya. Sangat menolong saya. Pada mulanya, saya merencanakan untuk investasi saham. Namun, setelah saya membaca dan merenungkan nasihat Bapak tersebut, saya langsung membatalkannya. Lebih baik dipergunakan untuk usaha yang sederhana namun mendatangkan hasil yang baik. Terima kasih Pak. 🙂

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Andri…

      Alhamdulillah kalau keputusan anda seperti itu. Memang sih… keputusan anda tidak membuat saya senang … hehehe… gimana mau senang… orang anda batal jadi nasabah pasar modal Indonesia… hehehe. Akan tetapi, saya kira… anda berhak mendapatkan yang terbaik dari uang anda. Dan jika itu bukan dari pasar modal… ya semoga usaha anda semakin sukses… dan nantinya bisa benar-benar investasi di pasar modal Indonesia.

      Wassalam,
      Satrio

  57. Darmawan says

    Pak Satrio, tulisan yg provokativ dan menarik, saya mau tanya, apakah utk beli saham di BEI saya bisa berharap mendapatkan dividen? apakah saham yg fundamental bgs selalu membagi dividen? Apakah kalo kita investasi dg saham hanya cukup berharap kenaikan saham saja?

    Terima Kasih sebelumnya.
    Darmawan

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Darmawan…

      Waduh… harusnya bisa sih.. itu dibikin daftarnya. Daftar saham yang selalu bagi deviden. Masalahnya…saya tidak punya waktu untuk melakukan hal itu. Kalau saya punya terminal Bloomberg… mungkin itu bisa jadi query singkat. Tapi berhubung saya tidak punya Terminal Bloomberg…

      Kita sebenarnya hanya butuh mencari : saham apa saja yang selama 5 tahun terakhir (atau 10 tahun terakhir kalau bisa) … selalu membagikan deviden (terutama dengan yield deviden yang tinggi). Listnya akan menjadi list yang panjang sebenarnya. Beberapa saham yang saya perkirakan bisa masuk dalam list tersebut adalah: Saham-saham BUMN … terutama Bank BUMN. Saham-saham big caps juga kemungkinan besar adalah pembagi deviden yang konsisten. Kalau lainnya… mungkin harus di cek satu per satu.

      Coba baca artikel dari Teguh Hidayat ini deh… http://www.teguhhidayat.com/2014/12/meraup-untung-dari-saham-dividen.html

      Semoga bisa membantu.
      Wassalam,
      Satrio

  58. nard says

    pak satrio,saya seorang karyawan swasta,saya punya modal 1jt,dan ingin mencoba investasi di pasar modal,tetapi,jadwal pekerjaan saya sangat padat..mohon solusinya pak..

  59. Mrs. Ichwan says

    Asslmkm.
    Pak satrio, saya punya modal 20jt, pgn ikutan trading emas, tapi berhubung saya masih awam dg dunia trading (pgn belajar) maka dari itu saya titipkan ke orang yg sudah mahir trading, beliau mengimingi saya bisa untung 1jt – 8jt per bulan. Kira” langkah yg saya ambil itu bener apa salah ya pak ??? Terimakasih.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Ibu Ichwan…

      Kalau trading saham, untungnya bisa 3% – 5% per bulan saja sudah sangat bagus. Kalau keuntungannya segitu, saya khawatir kalau itu trading forex atau futures. Kalau trading forex atau futures.. uang bisa lipat 2 dalam waktu 1-2 minggu.. tapi juga bisa ludes dalam waktu yang sama. Yang banyak sih yang ludes bu…

      Wassalam,
      Satrio

  60. Anonim aja deh says

    apes banget gua masih saham. baru mulai udah rugi. hari ini gua rugi seratus perak! payah! masalahnya bukan dari nilai nominalnya. masalahnya itu gua selalu salah ngambil keputusan. kapok dah main saham. Rp. 20.000 rupiah bakal berkurang tanpa dapet apapun. kalo gini sama aja ketika gua punya duit jajan tapi kena copet!!!
    pokoknya benci main saham! terutama emiten dr perusahaan yg sahamnya gua beli!

  61. sidik says

    inginnya mempelajari apa yg di sebut saham itu,tapi lama kelamaan dengan membaca saja kepala saya pusing,(ingin bermain di dunia saham tapi tidak tau menau isi nya),maaf bpk.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Sidik…

      Memang saham itu sesuatu yang kompleks. Tapi sesuai apa kata orang: Pasar modal itu adalah sebuah sinetron yang terlalu menarik untuk dilewatkan… Hehehe….

      Wassalam,
      Satrio

  62. Ardian says

    Mau tanya pak,,, saya awam banget tentang dunia saham.
    1. Kalau misalnya dana efek kita 10 juta di BNI Sekuritas misalnya, apakah bisa dibelikan saham semua?? atau harus ada saldo minimal mirip rekening tabungan??
    2. Apakah setiap bulan ada biaya Adm nya?? walau kita tujuannya investasi jangka panjang,, bukan trading??
    3. Dimana kita bisa Buka rekening efek BNI Sekuritas?? apakah bisa di Bank BNI nya?? atau ada Kantor khusus BNI Sekuritas??

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Ardian..

      Pertama-tama… saya bukan dari BNI Sekuritas. Jadi bagaimana kebijakan internal mereka, saya tidak tahu.

      Akan tetapi, berdasarkan best practice yang ada di perusahaan sekuritas, biasanya kalau mereka sebutkan ‘setoran minimal adalah sebesar Rp sekian. Maka Rp sekian tersebut bisa dibelikan efek semuanya. Tidak ada minimal saldo. Malah bu.. kalau ada saldo.. malah mereka punya kesempatan potong untuk biaya OLT. Malah jadi rugi deh. Hehehe.

      Untuk biaya admin, biasanya ada biaya Online Trading (OLT) sebesar Rp 33.000. Kalau biaya KSEI dan lain-lain, masing-masih sekuritas bervariasi. Tapi sebagian besar tidak mengenakan.

      Wassalam,
      Satrio

  63. andi says

    Aslm. Pak Satrio, itu ad ulasan ttg saham syariah.. yg sy tanyakan,,
    1. Kalo saham gorengan jg masuk kategori saham syariah, msh bolehkah utk diperdagangkan?
    2. Sy msh awam ttg saham gorengan itu spt ap sih, apakah saham lapis kedua n ketiga? Lalu dilihat dari haircut 50%-100% apakah itu gorengan jg?

    Trims

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Wa’alaikumsalam Bung Andi…
      1. Gorengan syariah? Hehehe… itu batasannya diri sendiri Mas… tergantung selera.
      2. Saham gorengan itu, lebih ke saham yang penggeraknya bukan market. Ada market makernya. Jadi ada pihak yang sedemikian besar yang mengontrol pergerakan harga sahamnya. Bisa lapis kedua, bisa lapis ketiga. Sulit untuk dilihat dari sisi haricut. Tidak bisa dilihat dari situ. Tapi memang.. kebanyakan untuk saham gorengan, haircutnya 50% atau lebih. Tapi bukan berarti saham yang tanpa hair cut juga bukan saham gorengan. Semua hanya masalah control.

      Wassalam,
      Satrio

  64. satria firdaus says

    nice tks

  65. riyan says

    assalammualaikum pak satrio.
    saya bukan orang yang berada dan saya baru tamat kuliah sekarang masih nganggur, tetapi saya ingin melakukan investasi di bursa saham untuk modal sebesar 10 juta saya tidak punya.
    tetapi pak danareksa didaerah saya mengijinkan uang sebesar 500 ribu sudah bisa membuat akun dan melakukan investasi di bursa.
    mohon bimbingannya pak, terima kasih

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Riyan…

      Pembukaan rekening dengan setoran minim itu.. pada dasarnya.. anda hanya diajarkan untuk bertransaksi. Kalau untuk berinvestasi… terus terang sulit mencari saham dengan fundamental yang jelas kalau harganya dibawah Rp 500. Apalagi kalau trading… waduh… itu lebih sulit lagi.

      Wassalam,
      Satrio

  66. madi says

    Bung satrio saya ini wiraswatawan yg brpenghasilan standar menengah kebawah…saya mau nanya investasi rumah tetapi dengan cara brhutang di bank untuk membeli nya dan dgn cara mencicil membyrnya,,karena kalo saya beli dgn cara mengumpulkan terasa sgt sulit,,yg jd prtanyaan saya apa itu tergolong pilihan konyol bung ,,,,,trims matur sembah nuwun

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Madi…

      Rumah/tanah/properti sejauh ini, hingga saat ini, adalah aset yang nilainya terus meningkat. Tidak seperti di luar negeri yang harga tanah dan properti naik turun, disini harga tanah dan properti terus naik. Artinya: kalau kita membeli rumah dengan mencicil, selama tingkat bunganya juga rasional, rumah tetap akan menjadi sarana investasi yang bagus.

      Saya sih tetap ada beberapa properti untuk investasi. Tapi sifatnya untuk jangka panjang pak. Maklum.. jual beli properti kan tidak bisa cepat.

      Wassalam,
      Satrio

  67. Falah says

    Pak satrio, sebelumnya terima kasih atas artikel & kesediaan bapak menjawab semua pertanyaan2. Sy tertarik untuk terjun ke dunia investasi ini, namun ada beberapa pertanyaan dasar yg mengganjal berikut :
    1. Apakah deposit bisa ditarik kembali (tanpa sisa)?
    2. Jika tidak melakukan transaksi apakah dana deposit bisa berkurang? Komponen apa saja yg menjadi penyebab berkurang dana kita tersebut?
    3. Jika dana/deposit habis digunakan membeli saham, apakah ada biaya/denda yg timbul karena tidak ada dana/deposit di rekening kita?
    4. Saya memiliki dana 300jt namun dana tersebut akan sy belikan rmh 1-2 nulan kemudian, apakah menurut bapak bisa sy gunakan dulu untuk trading saham.
    Demikian terima kasih

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Falah…

      Saya coba jawab pertanyaan anda satu per satu ya…

      1. Apakah deposit bisa ditarik kembali (tanpa sisa)?

      —> Bisa. Tapi anda juga harus paham bahwa jika saldo kurang, maka akun tersebut bisa dorman. Akun dorman (tidak aktif) biasanya akan ditutup oleh perusahaan sekuritas.

      2. Jika tidak melakukan transaksi apakah dana deposit bisa berkurang? Komponen apa saja yg menjadi penyebab berkurang dana kita tersebut?

      —> Jika tidak melakukan transaksi, deposit bisa saja berkurang, karena ada biaya biaya lain, seperti biaya fasilitas online trading, biaya penyimpanan efek, dll. Komponennya apa dan berapa besarnya… itu tergantung perusahaan sekuritasnya.

      3. Jika dana/deposit habis digunakan membeli saham, apakah ada biaya/denda yg timbul karena tidak ada dana/deposit di rekening kita?

      —> Biasanya nggak ada pak. Tapi itu semua kembali ke pernyataan awal: kembali ke sekuritasnya.

      4. Saya memiliki dana 300jt namun dana tersebut akan sy belikan rmh 1-2 nulan kemudian, apakah menurut bapak bisa sy gunakan dulu untuk trading saham.

      —> Tergantung prediksi market anda seperti apa. Kalau prediksi anda naik… ya bolehlah dibelikan saham atau reksadana saham. Tapi.. kalau prediksi anda turun.. ya jangan dibelikan saham atau reksadana pak.

      Demikian terima kasih

      –> terima kasih juga pak..

      Wassalam,
      Satrio

  68. Deddy says

    Pak Satrio,

    Berapa lama waktu yang diperlukan untuk invest suatu saham?

    Saham pasti akan naik turun karena aksi taking profit.. apabila dilihat dari chart saham yg diperdagangkan 1-5 thn pasti akan naik turun.. setelah uptrend pasti akan downtrend dan sebaliknya..
    Apa investor dan trader itu sebenarnya sama dan yang membedakan hanya jangka waktu TP nya?

    Terima Kasih

    Best Regard

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Deddy…

      Kalau invest, sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Selama kondisi fundamental dari perusahaan tidak menunjukkan perubahan ke arah yang buruk, posisi investasi sebenarnya tidak perlu untuk dilikuidasi. Warren Buffet saja melakukan investasi pada saham Coca Cola sejak akhir tahun 1960an dan tidak pernah dijual. Investasi itu kadang memang timeless.

      Akan tetapi, saya juga setuju dengan Anda bahwa kalau di Indonesia, kasusnya bisa saja berbeda. Disini, siklus ekonomi bisa berlangsung lebih pendek. Krisis ekonomi bahkan bisa datang setiap 5 atau 10 tahun. Artinya, kalau berinvestasi di Indonesia, kita memang harus lebih cermat karena kondisi ekonomi bisa bergolak, berubah dalam waktu yang lebih pendek. Krisis ekonomi bisa datang sewaktu-waktu dan ‘menghapuskan’ keuntungan yang sudah didapat selama bertahun-tahun. Itu yang membuat ‘Investasi’ di Indonesia, seakan-akan harus dilakukan pada jangka yang lebih pendek. Padahal.. sebenarnya sama saja. Trading dan Investasi sebenarnya tidak hanya sebatas berbeda pada jangka waktunya. Akan tetapi, cara prediksinya, alasan untuk beli jual, dan masih banyak lagi.

      Mungkin Anda bisa baca tulisan saya ini untuk lebih jelasnya:

      http://rencanatrading.com/2010/03/25/ketika-trading-berbeda-dengan-investasi/

      Wassalam,
      Satrio Utomo

  69. Yudi Permana says

    Pak. Kalau belajar trading dengan modal kecil bisa jalan tidak,saya tidak melihat hasil dulu. Soalnya ilmunya belum dapat.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Yudi…

      Kalau cuman sekedar untuk merasakan bagaimana beli/jual saham, silakan saja. Akan tetapi, seperti saya bilang dalam tulisan itu, karena ‘reward and punishment’-nya terasa kurang, saya khawatir Anda tidak bakal mendapatkan pelajaran atau pengalaman yang sesuai.

      Wassalam,
      Satrio

  70. Jen says

    Pak Satrio, apakah anda berencana untuk menerbitkan buku?

  71. fredianshori says

    yth pak satrio,

    ulasannya menarik, jempol untuk Bapak.
    mau nanya nih :
    1. kalau saya ada modal 30 juta. untuk jangka waktu 3 tahun kedepan, efektif mana antara saya belikan reksadana saham yang bagus ataukah saya investasikan dalam bentuk saham
    2. berapa jumlah saham ideal untuk portofolio saya dan berapa sektor
    3. kalau ada dikasih bocoran dong pak, saham yang bagus apa untuk dikoleksi.

    terima kasih

    salam,
    fredi

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Fredi…

      Kalau Anda sudah baca tulisan saya ini: http://rencanatrading.com/2015/12/06/belajar-trading-for-a-living/

      Anda bakalan tahu bahwa beli saham (trading atau investasi) dan beli reksadana… itu pembedanya hanya masalah waktu. Anda punya waktu atau tidak? Kalau anda punya waktu, anda bisa beli jual saham secara langsung. Jika tidak.. .mendignan anda beli reksadana deh.

      Dengan uang sebesar itu, sebaiknya maksimal hanya 3 saham yang berada dalam 3 sektor. 4 saham juga masih bisa. Tapi sebaiknya maksimal 3.

      Saham bagus? Market sedang bullish begini pak. Beli saham apa juga naik.

      Wassalam,
      Satrio

  72. Jimi says

    Ada kisah lucu yg buat saya tidak jadi investasi atau trading, awal mula diajak teman untuk datang ke seminar private yg dipanggil bokapnya, seminar kecil dihadiri keluarga temen ane sama kawan2 lainnya. Bla..bla..setelah selesai acara nunduk dah…kenapa?krn si pembicara dr sekuritas ini tau dan kenal bokapnya kawan, yaitu pengusaha, langsung modal awal disebut 10 sampai dengan 50 juta. Sebenernya menarik sie saham atau investasi ini. Cmn ane mengurungkan niat krn dengan 10juta saya bisa beli motor untuk kerja. Alhasil saat ini anggota tetap si sekuritas adalah kawan2 saya yng bisa dibilang kalangan sangat mampu. Saya pernah tanya ke si pembicara sekuritas tsb langsung saya tembak “kalau modal 1 juta bisa atau tidak” dan tidak pernah dibalas sms saya..haha…padahal sebelah saya lg smsan jg sama dia. Pada kenyataannya si sekuritas memprioritaskan orang2 kaya sebagai pemodal/investor yang besar. Alias ngeruk duit orang secara gk langsung..haha.

  73. Pendi says

    Yang point no. 4 sangat tepat sasaran sekali mas. saya juga waktu awal2 beli saham incar saham gocap semua biar bisa dapat lot byk, asumsinya kalau naik 1 rupiah j saya dah untung besar hahaha

  74. Cecep says

    Pak satrio. Kalo modalnya 5jt sebaiknya seperti gimana yah? Terimakasih

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Baiknya beli reksadana Pak… Kecuali kalau bapak rela untuk dapet return yang gak seberapa .. padahal usahanya luar biasa.. 😀

  75. putra says

    Pak Satrio kalau mau investasi di Reksadana saham, bisa tidak kita kelola sendiri tanpa melalu manjer investasi.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Maksudnya bagaimana Pak? Fungsi dari Manajer Investasi itu kan untuk mengelola dana kita. Cuman… mereka kan tidak melakukan timing. Mereka tidak bisa jual 100% porto. Kita yang harus melakukan sendiri dengan melakukan redeem ketika harga akan bergerak turun.

      Wassalam,
      Satrio

  76. putra says

    Pak Satrio saya punya modal 10 juta. Kalau mau diinvestasikan ke Reksadana saham sebaiknya pada awal penyertaan dana langsung 10 juta, atau gimana ya pak…? Mohon pencerahan bagi pemula pak.

    1. rencanatrading says

      Bung Putra…

      Kalau anda memang kepingin investasi.. silakan saja. Akan tetapi.. kalau IHSG sedang diatas 5.700 begini. Mungkin ditunda dulu.. ditunggu sampai IHSG dibawah 5.400 (kalau bisa dibawah 5.200 siy.. hehehe) baru mulai nanti dibeli reksadananya.

      Wassalam,
      Satrio

  77. Teddy says

    Saya izin sharing pak satrio, saya mulai trading saham online tahun 2016 ini dengan modal rp 12 juta. alhamdulillah bisa return 52 persen sampai bulan juli 2016 ini,trading minyak dan batu bara seperti medc, elsa, adro, terakhir doid bulan juli closing 12 persen sebelumnya saya kenyang dengan trading forex, indeks, minyak dan emas, return terbaik di forex eur/usd th 2005 adalah 100 persen bulannya saya lupa tapi hanya dua kali berturut turut, kerugian saya yang saya anggap biaya pendidikan dan latihan adalah sekitar rp 10juta. saya terkejut ketika ada yang rugi sampai miliaran rupiah, pasti ada yg salah dengan caranya bertrading mungkin terlalu optimis.

    Di bisnis saham ini saya merasa belum maksimal karena ada saham yg awal tahun harganya cuma rp 170,00 sekarang per september sudah rp 1.800 an berarti naik sekitar 1000 persen lebih, kenaikan yg luar biasa. juga saham saham minyak dan batu bara kenaikannya signifikan. seandainya saya hold saham adro 2 bulan pasti saya bisa nikmati return 100 persen kalo saya jual di bulan september ini. Saham saham yang amblas juga ada, intinya harus ekstra hati hati sebelum membeli saham, perlu penelitian yang mendalam tentang fundamentalnya, trend chartnya, kondisi perekonomian nasional dsb

    Kalo disebut uang rp 10 juta kurang untuk bisnis saham memang benar, karena saya maksimal dapat return 15 persen sewaktu trading di bulan april, setelah dipotong pajak dan provisi broker dapat sekitar rp 1,3 juta memang tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari hari hanya cukup untuk bayar listrik, asuransi, biaya keamanan/sampah dan bayar koneksi internet. kadang juga hanya dapat 3 persen, bulan ini malah belum profit.

    Demikian sharing ini tentunya kalau ditulis semua akan panjang hehe, terimakasih pak satrio…

    salam.

    wa saya nanti saja kalo ada yg butuh sharing lebih lanjut.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Teddy…

      Selamat kalau pembelajaran anda berakhir dengan manis. Semoga kalau nanti jumlah investasinya anda tingkatkan, hasilnya bisa tetap sama.

      Wassalam,
      Satrio

    2. Dwi says

      Berapakah nomorny agar dapat WA bapak, karena ada sedikit yg ingin saya tanyakan?terima kasih

      1. rencanatrading says

        Bung Dwi…

        Saya bisa dihubungi di 08111268889. Silakan WA atau telegram.

        Wassalam,
        Satrio.

  78. Teddy says

    Aamiin yra , terima kasih pak Utomo saya ingin sekali meningkatkan investasi hingga rp 100 juta dulu, mudah mudahan bisa lebih dan ada yang mau berkenan nitip dana hehe…

    Salam kembali

    Teddy m

    1. rencanatrading says

      Silakan Bung Teddy…

      Wassalam,
      Satrio

  79. Sawaludin says

    Salam hormat pak..
    beruntung sekali saya adapat membaca ulasan bapak ini…
    saya sudah jatuh bangun dalam trading
    dan kini pingin beralih ke investasi..
    kebetulan ada teman yang ngajak untuk ikut dan katanya
    kalau dengan sistem ini maka trading Saham akan menjadi lebih mudah dan sangat menguntungkan.. kita bisa profit diatas 10% per bulannya…bahkan kdang 1 mingguan kita bisa dapat 10%…

    caranya dengan memakai software atau dengan cara copy trade . .
    apakahmemang memungkinkah ya pak.. untuk kita bisa mendapatkan profit harian / mingguan / bulanan dari Trading Saham itu sendiri….

    mohon pencerahan dari bapak
    terima kasih sebelumnya

    1. rencanatrading says

      Pak Sawaludin…

      Trading saham itu, sebaiknya pake prediksi dan pertimbangan sendiri. Kalau tidak.. mendingan dipercayakan 100% ke orang lain melalui reksadana.

      Wassalam,
      Satrio

  80. alex says

    pak, numpang nanya dari newbie.
    1. untuk online trading, ada fitur notifikasi jual/beli ga sesuai arahan seseorang/admin/broker/agen yg udah mahir, misalnya?
    2. misal, sy punya 200jt, saya suruh broker/agen yg ngurusin, entar dia dapat komisi. itu bisa? ada dmn yg seperti ini?

    1. rencanatrading says

      Bung Alex,

      1. Bisa saja sih Pak..
      2. Sebaiknya jangan. Sudah banyak yang kecewa dan yang ada malah dispute (perselisihan).

      Wassalam,
      Satrio

  81. jeko says

    ternyata saham dan forex menjadikan orang mati cepat

  82. Agus says

    Saham???
    Hanya cocok buat orang tua yg sudah ga bisa berfikir dg cepat dan ga punya tenaga lagi.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Agus…

      Biasanya… yang bilang begini ini adalah contoh mereka yang masih bekerja keras untuk cari modal trading saham. Hehehe

      Wassalam,
      Satrio

  83. Umay says

    Yth pak satrio

    Artikelnya sangat menarik, jd pengen belajar…

    Mau tanya
    1. Brp modal ideal untuk terjun langsung d saham?
    2. Brp rata2 profit perbulan jika sedang bagus dan buruk?
    3. Apabila mengalami musubah (meninggal dunia) apa dana bs tarik oleh ahli waris?

    Terima kasih pak, mohon pencarahan nya…

  84. setyawan says

    Saya ada sedikit pengalaman di reksadana saham membeli di MI & sekarang ingin coba trading saham. Yang ingin ditanyakan, kalau trading saham di ipotfund apakah sama mekanismenya lewat sekuritas? Terima kasih mas Satrio.

  85. Sofyan says

    Yth Pak Satrio

    Saya ingin mengajukan pertanyaan. Di dalam trading forex kita tdk akan lepas dari leverage sehingga kita punya kemampuan melakukan open posisi dalam sebuah pairs mata uang. Sehingga ketika trend sesuai dengan perkiraan kita, maka untung akan berlipat2 begitu juga dengan sebaliknya apabila loss. Nah ketika terjadi floating loss dan margin sudah tidak mampu menahan maka akan terjadi margin call.

    Apakah di trading saham ada margin call juga, pak ? Ketika harga saham yg kita beli terus turun dan kita tetap tidak melakukan aksi jual. Artinya saham tetap kita hold. Dalam hal ini kita tidak menggunakan fasilitas margin yg disediakan oleh broker lho, pak. Jadi beli unit saham sesuai modal kita. Apakah nanti ada margin call/forced sell ?

    1. rencanatrading says

      Bung Sofyan…

      Kalau anda menggunakan rekening margin, tentu saja akan ada margin call dan juga forced sell. Jika tidak ya tidak.

      Wassalam,
      Satrio Utomo.

  86. Hendricus Widiantoro says

    Ini tulisan.mas satrio nendang banget…setelah beberapa pengaruh dari kawan yg trading,trus belajar di bnyak tulisan tentang saham..tpi dari tulisan detail mas satrio saya bisa paham…terima kasih pencerahannya sehingga masih bisa nyeruput kopi Lampung tanpa pusing untung rugi..

    1. rencanatrading says

      Bung H. Widiantoro…

      Terima kasih atas komentarnya.

      Wassalam,
      Satrio

  87. Sukron says

    Bpk Satrio
    Maaf saya masih awam, klo seumpama sy hanya berniat investasi di saham, meskipun hnya beberapa lot, tidak untuk ditradingkan
    Apakah sy juga mndapatkan dividen
    Mohon jawaban di emailkan ke: joko.noak@gmail.com
    Atas pencerahanya

    Trimskasih, Sukron

    1. rencanatrading says

      Bung Joko…

      Bisa juga. Tapi sebaiknya anda buka rekening di Sekolah Pasar Modal. Karena kalau buka diluar itu, sering ada biaya macem2 dari sekuritas yang jumlahnya lumayan besar juga.

      Wassalam,
      Satrio

  88. wahyu ferdiansyah says

    Saya mau nanya pak satrio, misalkan saya punya uang 100 juta lalu uang tersebut saya belikan saham perusahaan makanan dengan harga Rp 1000 per lembar (misalnya), kemudian pas udah 1 bulan harga sahamnya naik menjadi Rp 1050 (misanya) berarti kalau saya jual saham tsb saya untung kan, pertanyaannya apakah hanya itu keuntungan saya sedangkan perusahaan tsb masih memproduksi makanan yang dijual dan menghasilkan keuntungan juga…

    1. rencanatrading says

      Bung Wahyu….

      Ketika anda melakukan posisi jual, hubungan anda terhadap perusahaan tersebut sebenarnya juga sudah ‘putus’. Anda tidak memiliki hak apa-apa lagi terhadap emiten tersebut.

      Wassalam,
      Satrio

  89. muhammad sabir says

    mas Satrio
    Kalau mau buka reksadan campuran itu dimana bank atau di sekuritas mas, tadinya mau coba2 di sekuritas tp setelah membaca artikelnya sy tertarik buka reksadana

    1. rencanatrading says

      Bung Muhammad…

      Pembukaan reksadana bisa dilakukan di Bank-bank penjual reksadana, seperti Bank Mandiri, Niaga, dll. Saya sih sekarang menggunakan Commonwealth Bank karena transaksinya bisa dilakukan secara online melalui aplikasi HP.

      Wassalam,
      Satrio

  90. Yudhi Kurniawan says

    Pak..kalo mau belajar tentang saham ..di jakarta ada kursus ga ya ?

    1. rencanatrading says

      Bung Yudhi…

      Saya biasanya ada kelas sebulan sekali. Tapi sudah 5 bulan terakhir vakum. Ikuti terus update di web saya ini pak… nanti saya kabari.

  91. ni made dwi purnawati says

    salam mas satrio, saya dwik dari bali, kepingin sekali belajar trading, saya seorang ibu rumah tangga , kalau misalkan dengan modal 5 juta itu apakah bisa ya mas ikut trading dan belajarnya itu saya harus kemana ?

    terima kasih
    salam

  92. I Made Bagus says

    Yth pak satrio

    Artikel anda sangat memberi insprirasi untuk berani mencoba berinvestasi, untuk reksadana saham yang perlu kita perhatikan fokus pada score bintang atau fokus pada return angka 1hr, 1bl, 1thn, atau 3 thn?

  93. uyee says

    apa hubunganya saham syariah dengan gilo (bahasa Indonesianya apa ya?) atau jijik
    kalau melihat ada orang berkerudung atau berkopiah tapi jualan Babi

    1. rencanatrading says

      Bung Uyee…

      Dalam hidup .. itu kita harus memiliki batas yang jelas.

      Wassalam,
      Satrio

  94. BAYU TOMI DEWANTARA says

    Tulisiannya bagus sekali untuk pemula,,
    Tetapi saya ingin menanyakan bila punya modal 50jt dan ingin trading,,
    kiat2 apa saja yang saya butuhkan dan rekomendasi bermain di saham bagaimana ya?
    kisaran harga 200-700 atau digabung dengan yang 70an?

  95. BAYU TOMI DEWANTARA says

    Tulisaannya bagus sekali untuk pemula,,
    Tetapi saya ingin menanyakan bila punya modal 50jt dan ingin trading,,
    kiat2 apa saja yang saya butuhkan dan rekomendasi bermain di saham bagaimana ya?
    kisaran harga 200-700 atau digabung dengan yang 70an?
    Terima kasih

  96. ...... says

    ada pelatihannha gak pak ?

    1. rencanatrading says

      Biasanya ada sebuah sekali. Tapi sudah 4 bulan ini vakum.

  97. Michael says

    Saya mau tanya pak kalo saya mau beli sahamgimana caranya ya ??????
    rencananya sih saya mw jadi investor saja…. mengendapkan dana nganggur 10 juta di saham hahaha

    1. rencanatrading says

      Bung Michael…

      Semua tergantung anda mau belajar fundamentalnya atau tidak. Kalau mau belajar, ya anda bisa beli – jual sendiri. Kalau anda gak ada waktu, mendingan beli reksadana saja. Biar orang lain yang mengelolakan untuk anda.

      Wassalam,
      Satrio

  98. Amir hamzah says

    Saya masih sangat awam dan baru memulai cari2 informasi mengenai saham.. bolehkah saya minta No WA pak satrio untuk sekedar tanya2..

    trims

    1. rencanatrading says

      Silakan Mas.. No saya 08111268889. Jangan di prospek beli mobil Honda yaa… duit sedang fokus di pasar modal niy… hehehe

  99. anonim says

    Tipsnya bagus, tapi saya sangat tidak setuju dengan tips kalo modal kecil mending jangan jadi trader tapi invest aja.
    Karena menurut saya lebih baik BELAJAR jadi trader dari modal kecil dulu baru kalo dah bisa ngebuat tuh modal kecil untung 20%, misal 1 juta jadi 1,2 juta, baru deh naikin modalnya jadi 10 juta dst.
    Soalnya kalo langsung terjun ke saham pake duit ratusan juga trus berlagak mau langsung jadi trader harian, ya siap-siap mampus aja. Udah lebih dari 3 teman saya bahkan termasuk saudara saya sendiri yang terjun ke saham pake duit 100 juta trus langsung rugi 20 juta.
    Logikanya sih gini, ngurus dana kecil aja ga bisa, apalagi mau ngurus dana besar, ya mampus.

    Begitu saran saya 🙂

    1. rencanatrading says

      Percuma Mas… biasanya.. biasanya kalau dinaikkan.. nanti malah rugi. Hehehe… Lagian.. dari 1 juta jadi 1.2 juta.. itu biasanya hanay bisa dilakukan kalau pake cara invest : beli.. terus ditinggal saja. Jangan dilihat-lihat.

      Wassalam,
      Satrio

  100. Rifai Dieng says

    trading mah harus konsisten, disiplin, sabar dan tahan banting. Agar portofolio bisa bertahan di market

    1. rencanatrading says

      Betul Mas… tapi.. kalau cuman pake duit Rp 10 jut.. apa ya bisa?

  101. Sky says

    Terimakasih atas artikelnya yang mencerahkan ini.
    Artikelnya betul-betul berguna untuk pelaku pasar modal newbie seperti saya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.