Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Dodol tetap akan menjadi dodol selama…*

7 460

Selamat pagi…

(Pengantar:  Tolong jangan baca kalau anda sedang terlalu serius… ini hanya sebuah permainan kata-kata untuk sekedar menarik otot pipi anda untuk tersenyum.  Kalau setelah anda membaca tulisan ini, kemudian anda berkesimpulan bahwa ‘Pak Tommy memang dodol’… saya juga tidak akan menyalahkan anda.  Saya hanya ingin mentertawakan dunia.  Hahahahahahaahaha….)

Dulu… waktu saya kecil… dodol sempat jadi makanan kesayangan saya.  Saya bilang ‘sempat’ karena hanya sebentar doang.  Packaging yang bagus, memang awalnya menarik selera.  Tapi… karena lama kelamaan saya merasa bahwa rasanya pahit dan bikin batuk… maka saya meninggalkan kesukaan saya pada makanan yang bernama dodol.

Ketika remaja… yah.. apalagi… saya tetap gak suka dodol.

Ketika tua begini… kok ya tetap: saya gak suka dodol.  Bedanya: kalau dulu saya gak suka dodol makanan, sekarang saya gak suka dodol kelakuan.  Dalam trading saham, yang disebut kelakuan dodol itu adalah ketika seseorang tetap dalam pendapat, sedangkan trend harga sudah berubah.  Akibatnya bisa berbeda untuk setiap insan persahaman.

  • bagi seorang trader, perilaku dodol ini menyebabkan seorang Trader akan cenderung mempertahankan posisi, meskipun trend sudah berubah.  Nyangkut adalah bahasa keren dari dodol jenis ini.  Posisi nyangkut adalah pemicu dari stress.  Dan kalau ternyata trend pergerakan harga tersebut ternyat berlangsung lama… akan berakibat menjadi perilaku stress yang berkepanjangan.  Kalau sudah terakhir ini yang terjadi… itu berarti saatnya anda melakukan cek kesehatan di rumah sakit jiwa.  Mana dulu sebenarnya yang sampe ya? Rumah sakit jiwa atau rumah jagal yang bernama ‘forced sell’?
  • bagi seorang komentator pasar modal (itu loh.. orang yang sukanya kasi komentar tapi gak ada posisi), perilaku dodol ini terjadi ketika komentator tersebut tidak cepat berubah pendapat, ketika trend harga sudah berubah.  Perilaku dodol ini akan memicu pengingkaran pada realita.  Pengingaran pada realita ini akan menyebabkan stress.  Dan kalau ternyata trend pergerakan harga tersebut ternyat berlangsung lama… akan berakibat menjadi perilaku stress yang berkepanjangan.  Kalau sudah terakhir ini yang terjadi… itu berarti saatnya anda melakukan cek kesehatan di rumah sakit jiwa.  Eh… tapi beda loh… kalau cuman ‘komentator pasar modal’ seperti ini… biasanya urat malunya tebel banget.   Mukanya benar-benar muka tembok.

Dodol ini bersifat kekal.  Saya jadi teringat sebuah hukum fisika yang disebut sebagai hukum kekekalan momentum:

Jumlah momentum benda-benda sebelum dan sesudah tumbukan adalah tetap, asalkan tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda-benda itu

Kalau dalam masalah per’dodol’an…

‘Intensitas dari perilaku dodol tidak akan berubah selama tidak ada sentuhan tangan Tuhan (hidayah)… Tanpa adanya hidayah, dodol tetap akan menjadi dodol sampai duitnya habis, sampai urat malunya putus’.

Fail to cut your losses short (kegagalan untuk cut loss atau berubah pendapat ketika kerugian masih minim) adalah sebuah perilaku dodol yang sering kali menjadi awal dari kehancuran.

Perilaku dodol jangan dipelihara gih… selain bikin rugi… perilaku dodol juga bikin malu.

aaah… udah ah… cape bikin tulisan gak jelas begini.  Semoga anda menikmatinya dengan tersenyum simpul atau tertawa-tawa.

Kalimat penutup saya:

Bagi seorang trader… kebenaran itu hanya ada pada pergerakan harga.  Kalau anda tidak cuan, berarti anda tidak benar.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*mumeth kan? hahahaha  ‘disclaimer ON’ deh….

7 Comments
  1. Yohanes says

    Belakangan banyak noise mas yang “mempertakut” retail kecil kayak saya.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Yohanes…

      Itu sebabnya.. anda harus prediksi sendiri. Kalau semua berasal dari prediksi anda sendiri.. rasa takut itu akan semakin mudah untuk diatasi…

      Wassalam,
      Satrio

  2. heric says

    Tajem banget tulisannya , saya yang pebisnis saham kecil ( = tidak boleh bilang pemain saham * duit kok buat main main * ) baca ini sambil manggut manggut dan bener bener ” kesepet ” alias ketoel toel . Joss banget.

    1. Satrio Utomo says

      Bung Heric…

      Hehehe… tulisan tersebut.. bukan khusus untuk anda lah… tulisan tersebut juga untuk diri saya sendiri. Agar saya selalu ingat biar selalu fleksibel.. agar tidak menjadi dodol. Hehehe.

      Wassalam,
      Satrio

  3. hida says

    Wahhh…mas Tomy ini bikin saya senyum2 sendiri karena merasa tersindir hehe…
    Terlepas dari itu, semua memang perlu belajar ya mas….mesi ongkosnya mahal.
    *)ini berlaku buat saya sndiri aja deh hehe..

  4. Soebandi Halim says

    Jadi ini hukum “kekekalan” dodol toh, hi3. Aku ngerti lho mas, tulisan ini lebih ngarah ke sopo. Hi3 aku ngeri juga sih kalo ramalan/taruhan orang tsb kejadian. Gak sanggup liat nya Mas Tom 🙂

    1. Satrio Utomo says

      Betul pak.. hukum kekekalan dodol… Lihat kan? Biar benar juga tetap dodol.. hehehe

Leave A Reply

Your email address will not be published.