Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Double Top: Kapankah Bisa Dinyatakan Batal?*

0 469

Selamat pagi…

Beberapa waktu terakhir, saya memang rajin banget untuk membahas mengenai pola double top.

Secara ringkas, Double Top ini adalah sebuah pola pergerakan harga berbentuk M, dimana potensi koreksinya adalah sebesar lebar dari double top itu sendiri.

150416 Double Top Lengkap

Tapi, pergerakan harga setelah double top menembus suport dari midpoint, tidak selamanya langsung bergerak turun menyentuh target dari double top tersebut.  Kadang kala, harga tidak langsung bergerak menuju target dari double top.  Dengan adanya pergerakan harga yang tidak menuju target harga ini, pola pergerakan harga double top tersebut dinyatakan batal.

Pertanyaannya sekarang adalah: Dalam seperti apakah sebuah double top dinyatakan batal?

Terdapat beberapa keadaan dimana sebuah double top dinyatakan batal.

  • Harga mencetak titik tertinggi yang baru diatas titik tertinggi yang dicapai oleh Top 2.

Contohnya seperti bisa dilihat pada grafik AALI dibawah ini:

150424 Double Top Fail New High

Ketika harga mencetak level tertinggi diatas Top kedua (Top 2), pola Double Top tersebut dinyatakan gagal.

  • Harga terlalu lama bergerak flat setelah mengalami breakout.

Double top itu adalah sebuah pola cepat.  Pola cepat itu artinya: setelah mengalami penembusan suport (breakout atas midpoint), harga akan bergerak menuju target harga dalam tempo yang tidak lama.  Memang, pullback bisa saja terjadi.  Akan tetapi, kalau pullbacknya ini kelamaan, double top tersebut bisa dinyatakan gagal.  Atau setidaknya… kalaupun harga bergerak turun mencapai target harga, itu dianggap sebagai ‘bonus’ … bukan karena pola double top tersebut.

Contohnya bisa dilihat pada grafik WIKA berikut ini:

150424 Double Top Fail Whipsaw

Harga bukannya bergerak turun menuju target harga, tapi malah hanya bergerak mendatar (whipsaw) di sekitar midpoint.  Dalam kondisi seperti ini double top dinyatakan gagal.

  • Dalam kondisi terakir.. Double Top dinyatakan gagal jika pada pullback yang terjadi setelah breakout, harga bergerak naik lebih dari 3% diatas resisten midpoint.

Cara ini terkait dengan adanya ‘rule of three‘.  Cara ini sebenarnya cukup bagus karena kita tidak harus menunggu harga mencapai harga tertinggi seperti pada kondisi pertama .  Tapi dari pengalaman saya, cara ini kurang begitu sesuai dengan konsep trend follower karena cenderung memancing orang untuk melakukan posisi beli ketika harga bergerak terlalu tinggi.

Ada kondisi lain enggak ya? Nanti saya cari lagi deh.  Tapi sejauh ini.. ini dulu yang bisa saya share.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*diclaimer ON

Leave A Reply

Your email address will not be published.