#BBMSUBSIDI : Ketika Asing Tidak Mau Diajak Berbohong…

33

Selamat pagi…

Sebenarnya sih… niat Pemerintah itu baik.  Ditengah harga minyak dunia yang terus bergerak naik dan kurs Rupiah yang terus melemah… Pemerintah kepingin memberikan solusi kepada rakyat… Pemerintah kepingin meringankan beban dari harga BBM yang terus bergerak naik.  Langkah ini… sepertinya.. minimal akan dilakukan selama bulan Ramadhan hingga Lebaran nanti sehingga rakyat tidak terlalu terbebani.

Sebenarnya siy.. caranya mudah saja: Pemerintah tinggal bilang: untuk meringankan beban masyarakat, maka harga Premium tidak akan berubah hingga bulan xxxx.

Problemnya: cara yang dilakukan oleh Pemerintah bisa dikatakan cukup lucu: Pemerintah meminta kepada Pertamina untuk tidak mengubah harga Pertamax terlalu sering. Pemerintah melakukan intervensi harga BBM non-subsidi.  Semua agar tidak terlihat Pemerintah sedang mensubsidi BBM Premium.. secara tidak langsung.

Langkah tersebut terlihat sukses.  Semua aman.  Pertamax tidak berubah.  Berarti harga Premium tidak berubah juga. Langkah yang sangat cerdas.

Sampai….

Penjual BBM Asing… menaikkan harga BBM Non Subsidi yang mereka jual!!!

Tuh… Shell per tanggal 26 Mei kemarin… menaikkan harga BBM dari Rp 8900 ke Rp 9100.

150529 Harga BBM Shell Mei 2015

Hehehe… ini adalah kejadian yang tidak terelakkan.  Pemerintah memang bisa mengintervensi Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM Non Subsidi.  Pemerintah bahkan mampu memaksa Pertamina untuk jual BBM dengan harga rugi.  Akan tetapi.. apakah kemudian SPBU asing itu mau diatur seenak kemauan Pemerintah (Baca: Menteri ESDM) ?

Pemerintah Sebaiknya Jujur…

Komunikasi adalah kelemahan terbesar dari Pemerintah saat ini.  Ditengah semua perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah, buruknya komunikasi yang dilakukan Pemerintah, telah membuat ‘langkah-langkah benar’ yang dilakukan oleh Pemerintah terlihat selalu menyakitkan.  Coba deh… kalau Pemerintah mau jujur.  Bilang aja seperti tadi:  Eh… kami mau meringankan sedikit beban rakyat selama Puasa dan Lebaran.  Jadi… perubahan harga BBM rutinnya.. kami hentikan dulu.  Masalah akan selesai.  Rakyat juga lebih senang.  Tapi.. Pemerintah (baca: Menteri ESDM) lebih memilih untuk menggunakan cara yang berbelit-belit dan tidak jelas arahnya mau kemana begini.  Orang market (pasar modal) seperti saya.. malah bisa membaca; oh.. Pemerintah sedang mensubsidi BBM lagi.  Jadi… kedepan.. jangan heran kalau pembangunan infrastruktur terancam.  dll.. dsb.. dst.  Malah jadi runyam kan?

Kejujuran itu… adalah kunci dari keberhasilan komunikasi.

Kapan ya Pemerintah mau sadar?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.