Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Ijtihad dalam Mencari Indeks Saham Syariah…*

3 710

Selamat pagi…

Besok kita sudah mulai memasuki bulan Ramadhan.  Sebagian dari kita .. terutama umat Islam seperti saya.. sudah mulai melaksanakan ibadah Puasa.

Bagi umat Islam… bulan Ramadhan itu sering kali menjadi saat untuk memperbaiki ibadah.  Coba lihat deh yang namanya masjid-masjid.. kalau biasanya gak puasa sepi.  Jam sholat juga sepi.  Nanti kalau bulan Ramadhan… setiap jam shalat.. biasanya masjid akan lebih rame.  Orang yang biasanya hanya sholat di kantor atau di rumah… akan berusaha sholat di masjid.  Apalagi kalau nanti pas hari Jumat.  Yang gak pernah sholat ajah… biasanya lantas nongol Jumatan.  Masjid bisa luar biasa penuh kalau pas Jumatan. Hehehe.

Besarnya minat untuk beribadah ini… membuat saya ingin mencoba melakukan Ijtihad dalam melakukan pembentukan Indeks Saham Syariah.

Keren ya istilahnya…. ‘Ijtihad’.  Dalam Wikipedia … Ijtihat didefinisikan sebagai berikut:

Ijtihad (Arab: اجتهاد) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.

Ijtihad ini harus dilakukan oleh orang yang faqih… orang yang memiliki ilmu.  Ini agar hasilnya bisa bermanfaat.

Dalam masalah saham syariah ini… sebenarnya… semua sudah diatur oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang merupakan kepanjangan tangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Mereka sudah menetapkan beberapa peraturan, termasuk didalamnya penetapan saham syariah, penetapan aturan perdagangan saham syariah, pembentukan indeks saham syariah, dan masih banyak lagi.   Singkatnya.. apa yang dilakukan oleh MUI.. sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Saya sih… merasa bahwa ilmu saya mengenai saham syariah belumlah cukup.  Masih minim.  Itu sebabnya… terkait dengan penetapan saham syariah, saya tidak akan meragukan apa yang sudah ditetapkan oleh MUI.

Akan tetapi… dengan ilmu dan pengalaman menganalisis, berinvestasi, beli-jual, maupu trading saham selama bertahun-tahun … saya merasa bahwa pemodal syariah pemula masih belum mendapatkan arahan yang benar dalam melakukan investasi.

Pemodal itu.. biasanya… kalau mau melakukan investasi saham .. akan melakukan pemilihan saham berdasarkan kriteria tertentu.  Kalau mereka melakukannya dengan kriteria syariah… maka mereka akan mencari saham-saham yang syariah.  Panduan bagi saham-saham syariah… saat ini ada dua: Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).  Permasalahannya bagi pemodal adalah: kalau menggunakan JII, jumlah sahamnya terlalu sedikit, sedangkan kalau menggunakan ISSI .. saya sih melihatnya masih terlalu banyak saham ‘gak jelas’.. saham-saham yang ‘niatnya tidak syariah’.. yang masih bercokol disitu.  Itu yang membuat saya ingin mengajak teman-teman saya untuk membuat sebuah indeks saham syariah, yang bisa dijadikan patokan bagi pemodal pemula untuk melakukan beli-jual saham dengan menggunakan basis syariah.

Seperti apa?

Anda lihat di FB saya deh.  Disana saya sedang mencoba untuk berdiskusi dengan teman-teman saya… untuk mencari kriteria syariah yang tepat… yang bisa digunakan untuk membentuk indeks syariah sendiri.

Sejauh ini… hasilnya adalah sebagai berikut:

  • Kami tidak keberatan dengan penetapan saham syariah oleh DSN, OJK, maupun BEI.  Itu sebabnya.. kami menggunakan seluruh saham syariah yang Daftar Efek Syariah.  Kami tidak ada niatan untuk membuat DES tandingan atau DES yang baru.
  • Kami hanya merasa bahwa indeks syariah yang ada tidak bisa dijadikan benchmark dalam berinvestasi.  ISSI terlalu banyak saham yang tidak syariah… sedangkan JII terlalu sedikit sahamnya.
  • Salah satu saringan yang sudah disepakati adalah: nilai minimal transaksi harian adalah sebesar Rp 150 juta.  Dengan transaksi sebesar itu.. kami melihat bahwa pemodal pemula dengan portfolio sebesar Rp 50 juta, bisa melakukan transaksi tanpa terganggu oleh likuiditas pasar.

Masih banyak lagi kriteria yang sedang kami rundingkan sebelum tercapainya sebuah indeks saham syariah.  Bagi anda yang ingin menyumbang saran, silakan mengikuti diskusi kami yang ada di akun Facebook saya (bisa dicari dengan alamat email analisteknikal@yahoo.com).

Untuk sementara.. ini dulu yang bisa saya sampaikan.  Nanti akan kami berikan kabar apabila ada perkembangan.

Bagi anda yang akan melakukan ibadah Puasa Ramadhan besok.. saya ingin mengucapkan: Selamat Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan.  Mohon maaf lahir dan batin.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

3 Comments
  1. pujianto says

    Alhamdulillah. Hal ini bisa lebih meyakinkan untuk trading di saham syariah.

  2. sb yudhongono says

    Saya pikir kriteria utama untuk emiten yang syariah compliant adalah diterapkannya hukum syariah di perusahaan tersebut. Misalnya telat sekian kali dihukum cambuk, mengakibatkan kerugian dipotong anggota tubuh, dsb. Sebagaimana hukum syariah diterapkan di Aceh atau di Arab. Semoga bermanfaat.

    1. Satrio Utomo says

      Jelas gak mungkin Mas… nanti emiten syariahnya jadi cuman 1: PNBS. Hehehe.

Leave A Reply

Your email address will not be published.