Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Fibonacci Price Projection Part 2: Aplikasi dalam Chart – Trend Naik*

926

Selamat pagi…

Sebelumnya, anda sudah melihat bagaimana bagaimana landasan pola pikir atau landasan teori yang mendasari sebuah Fibonacci Price Projection.

Sekarang… mari kita lihat aplikasinya dalam sebuah chart atau grafik pergerakan harga.  Pada kesempatan ini, kita akan menggunakan sebuah grafik dari IHSG.

150711 IHSG Fibo Projection

Pada chart tersebut… kemudian kita menetapkan titik awal dimana kita bisa menempatakan sebuah Fibonacci Price Projection.  Fibonacci Price Projection ditarik berdasarkan sebuah trend awal.

150711 IHSG Fibo Projection Titik Awal

Pada gambar di atas, trend awal yang dimaksud adalah trend yang berlangsung dari Titik Awal hingga Titik 1.  Setelah trend tersebut berakhir, harga kemudian bergerak turun hingga mencapai Titik 2.

Fibonacci Price Projection ini adalah sebuah tools dalam Metastock yang bisa ditemui pada kolom menu sebelah kiri.  Icon dari Fibonacci Price Projection ini letaknya di sekitar Fibonnaci Retracement, dimana Fibonacci Retracement pada iconnya terlihat ada huruf R sedangkan Fibonacci Price Projection dikenali dengan icon yang mirip tapi terlihat ada huruf P disitu.

150711 IHSG Fibo Projection Icon

Plotting atau peletakan Fibonacci Price Projection pada gambar, dilakukan dengan cara melakukan penarikan garis Fibonacci dari Titik Awal menuju Titik 1, kemudian ‘meletakkan’ (melakukan klik sekali lagi) pada titik 2.  Hasilnya bisa dilihat dibawah ini.

150711 IHSG Fibo Projection Titik Kedua

Yang disebut sebagai Fibonacci Price Projection adalah Pergerakan Harga dari Titik 2 ke Titik 3 … dimana jarak atau panjang (vertikal) dari titik 2 ke titik 3 itu, adalah proyeksi atau sama persis panjangnya dari pergerakan dari Titik Awal ke Titik 1.

150711 IHSG Fibo Projection Titik Ketiga

Mau contoh terakhirnya?

Aduh.. sayangnya… saya belum nemu contoh pergerakan terakhir pada saham-saham blue chip.  JSMR sepertinya bisa digolongkan dalam bentuk seperti ini.   Akan tetapi.. JSMR kan belum reversal.  Satu yang berhasil saya temukan kemarin… ada pada saham KIJA.  Problemnya… saham ini kan saham lapis gak jelas gitu.  Jadi tolong.. anda mensikapinya dengan lebih berhati-hati.  (ingat Disclaimer ya!!! Kalau beli terus rugi itu resiko anda sendiri!!! He3)

Perhatikan dari chart saham KIJA berikut ini.

150711 Fibo Projection KIJA

Saham KIJA kemarin bergerak naik tapi terlihat masih gagal dalam menembus resisten di 279.

Pada gambar tersebut.. kemudian kita tentukan titik untuk penarikan Fibonacci Price Projection, yaitu titik 1 dan titik 2.

150711 Fibo Projection KIJA - 2 titik

Kemudian… kita tarik Fibonacci Price Projectionnya.

150711 Fibo Projection KIJA - Resisten resisten

Dari gambar diatas bisa kita lihat kesimpulan sebagai berikut:

  • Jika KIJA mampu menembus resisten di 279.. maka potensi kenaikan (dengan menggunakan teori Fibonacci Price Projection) ini adalah hingga mencapai level 298, yang merupakan Fibonacci Price Projection 100%.

Apakah sampai disitu saja? Bisa saja.  Akan tetapi…

  • Jika resisten di 298 ditembus.. berarti potensi kenaikannya bisa mencapai kisaran 325 – 327 yang merupakan Fibonacci Price Projection 161,8%.
  • Jika resisten di Fibonacci Price Projection 161,8% bisa ditembus… berarti resisten berikutnya ada di kisaran 370 – 375.

So… apakah KIJA benar-benar bisa bergerak sampai ke resisten tersebut jika resisten di 280 ditembus? Resisten mana yang menjadi resisten kuat dari KIJA? Mari kita lihat bersama.

Tapi setidaknya… semoga penjelasan ini.. bisa membuat kita semua belajar mengenai bagaimana menggunakan Fibonacci Price Projection pada sebuah pergerakan harga.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

5 Comments
  1. antoni90 says

    Pak Satrio, kapan pakai fibonacci retracement dan kapan pakai fibonacci price projection?

  2. antoni90 says

    Pak Satrio, untuk analisa harga PWON keadaan saat ini apakah bisa pakai fibonacci price projection?

    1. Satrio Utomo says

      Bung Anthony ….

      Kalau anda melihat PWON… coba lihat pake pattern Inverted H&S saja… pasti jauh lebih menarik.

      Wassalam,
      Satrio

  3. Robert says

    Terima kasih Pak Satrio untuk artikel2 dan kekonsistensi penulisan materi yg berbobot demi calon pengguna pasar modal Indonesia yang lebih melek dan intelek.

    Saya ingin bertanya 2 hal terkait Fibo Projection :
    – Apakah penggunaan Fibo Ret dan Fibo Proj ini harus bersamaan ?
    – Untuk kasus KIJA di atas, apakah titik awalnya di sekitar harga 232 – 233 dan ditarik ke titik 1 sehingga Fibo Projectionnya apabila mengikuti panjang tarikan ialah meenyentuh Fibo Ret 100% ?

    Mohon koreksinya ya Pak apabila saya salah memahami. Terima kasih

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Robert.

      Saya jawab pertanyaan anda satu per satu ya…

      – Apakah penggunaan Fibo Ret dan Fibo Proj ini harus bersamaan ?

      Tommy: Tidak. Harusnya malah satu per satu karena kegunaannya berbeda.

      – Untuk kasus KIJA di atas, apakah titik awalnya di sekitar harga 232 – 233 dan ditarik ke titik 1 sehingga Fibo Projectionnya apabila mengikuti panjang tarikan ialah meenyentuh Fibo Ret 100% ?

      Tommy : betul pak. Titik pertamanya adalah low 233.

      Hehehe… cuman.. KIJA ini adalah sebuah contoh yang gagal. Memang masih naik.. tapi ternyata hanya kena resisten di 280 terus turun lagi. Target 295 – 300 gagal.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.