Terbius oleh Cipali…*

35

Selamat pagi…

Sudahkah anda mencoba Tol Cipali?

Di awal bulan kemarin… ketika lebaran… sudah mencoba.

Heran.. saya itu orang yang gak punya kampung karena kakek dan nenek saya sudah lama meninggal.  Orang tua saya di Jakarta Selatan… Mertua di Bekasi.  Tidak ada alasan bagi saya untuk keluar dari Jakarta, tidak ada alasan untuk mudik.

Tapi tetap saja… ketika Lebaran kemarin… saya mencoba untuk mudik.  Ketemu keluarga di Semarang… adalah tujuan sampingannya.  Tapi… tujuan utama saya adalah: saya mau coba Tol Cipali.  Tol yang baru dibuka itu.

Sebelum saya berangkat… saya dikejutkan oleh berita kecelakaan yang menimpa satu keluarga.  Wih.. berarti saya harus hati-hati ini.

Akhirnya… saya berangkat juga.  Saya berjalan berombongan bersama adik ipar dan keluarganya.  Kami menggunakan dua mobil.  Dua mobil yang sama.  Mobil 2000 cc non-kijang keluaran beberapa tahun yang lalu.   Kami berangkat Sabtu pagi tanggal 22 Juli … dan balik hari Senin pagi tanggal 24 Juli.

Hasilnya? Yang pertama… kami sekeluarga bisa berkunjung pada beberapa sanak saudara di Semarang, mengunjungi beberapa tempat wisata, dan terutama… menikmati beberapa masakan di Semarang yang memang kami sukai.  Yang kedua adalah.. perjalanan ke sana… kami tempuh sekitar 7 jam pulang… 7 jam pergi.  Waktu yang cukup bagus karena kami santai

Tapi.. hasil yang paling penting bagi saya adalah:

Saya bisa memacu mobil dengan kecepatan sekitar 100 – 140 km/jam selama satu jam penuh ketika berada dalam Tol Cipali!

Pernahkah anda merasakan hal seperti itu? Saya tidak pernah.  Ngebut di tol dalam kota.. paling cuman bisa 100 km/jam.  Itupun tidak akan bisa lebih dari 15 menit, kita harus sudah ngerem lagi.  Ngebut di tol Jagorawi atau Tol Bandung? Sama saja. Top speed di 120… paling tidak akan bertahan diatas 20 menit.  Ngebut di Tol Lingkar Selatan? Mana bisa sekarang ngebut disitu orang semua truk-truk besar yang berjalan lambat.  Bisa jalan rata diatas 80 km/jam selama 15 menit saja sudah berasa seperti mendapatkan berkah kalau di tol Lingkar Selatan.

Tentu saja… saya tidak kepingin menunjukkan bahwa saya berhobby ngebut.  Banyak diantara anda yang lebih jago ngebut daripada saya.  Saya tidak kepingin pamer mobil keluarga, karena saya yakin banyak dari anda yang punya mobil lebih bagus dari saya. (sudahlah Astra… kalau ente cuman bisa facelift doang setiap kali pameran mobil… bukannya tidak mungkin kalau masa depan itu akan menjadi milik Honda, Mitsubishi, atau Ford.  Hehehe).

Saya gak tau apakah itu penting buat anda.  Tapi bagi saya … saya melihat bahwa keberadaan dari jalan tol seperti Tol Cipali ini, setidaknya memberikan harapan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, seudah berada di jalan yang benar.   Ok lah itu hanya sebuah jalan tol.  Itu juga jalan tol yang dibangun pada jaman SBY.  Tapi, dengan keberadaan dari jalan tol ini, seakan merupakan signal bahwa nanti akan ada jalan tol – jalan tol lainnya lagi… yang terus dibangun, yang bisa membuat distribusi barang semakin efisien.  Pemerintah yang berfokus pada pembangunan inflastruktur (tidak hanya membakar BBM seperti pemerintah yang terdahulu), memberikan harapan bahwa kedepan, kalau berbagai krisis global ini sudah lewat, maka pertumbuhan ekonomi bisa semakin cepat lagi, lebih cepat dari yang pernah kita bayangkan!!!

So… saya tidak terlalu pusing dengan semua krisis yang ada belakangan ini.  Saya juga tidak terlalu pusing kalau di sekeliling Jokowi banyak banget orang-orang tolol yang rajin memperberat setiap langkah yang dilakukannya.  Saya tidak perduli dengan para preman, para mafia, yang terus berusaha meletupkan kebencian, meletupkan kekerasan, meletupkan kerusuhan, agar Pemerintah terus kembali kepada cara yang lama, cara mereka.  Saya tidak perduli dengan para haters, atau orang-orang yang terus menebarkan berita-berita jahat demi popularitas sesaat.

Toh… posisi trading saya tetap berada dalam posisi yang benar.

Toh … Pemerintah sudah berada di jalan yang benar.

Saya tetap OPTIMIS!!!

Nikmat bener kalau kita trading pake analisis teknikal ye?  Nikmat bener kalau kita berhasil : beli ketika mau naik .. dan jual ketika mau turun.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

You might also like More from author

2 Comments

  1. galihsatria says

    Kalo saya ngeri pak, saya juga begitu, rasanya ga pernah nginjak gas tapi pas nglirik spidometer udah 130 aja. Buat safety sih perlu penurun kecepatan di tol Cipali.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Galih…

      Jangan dikasih penurunan kecepatan… nanti fun nya hilang. Hehehe. Tapi bener kok… saya beberapa kali lupa diri.. ngelirik speedometer tahu2 sudah diatas 150 km/jam. Inget anak istri yang ada di sekitar saya… langsung saya pelanin lagi. Hehehe.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.