Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Saatnya @Jokowi melakukan Haji/Umroh Abidin…*

289

Selamat pagi…

Dalam semua krisis ekonomi … kondisi ekonomi terasa memburuk.  Akan tetapi… apakah semuanya buruk? apakah semua jelek? Belum tentu juga. Didalam, sebuah krisis ekonomi… terkadang muncul juga peluang yang bisa memperbaiki kondisi jangka panjang.

Dalam krisis kali ini… semua variabel jangka pendek terlihat runtuh.  Pertumbuhan Ekonomi melambat sampai kapan juga gak jelas, pencairan dana anggaran yang tersendat di daerah, suku bunga yang tidak kunjung turun karena Gubernur BI ketakutan sendiri sama The Fed, Shanghai Bubble Burst, dan masih banyak lagi cerita seram lainnya.

Akan tetapi … tidak semuanya jelek tentu saja.  Ada sesuatu yang menarik, yang bisa berguna untuk kondisi ekonomi kita jangka panjang.  Apakah itu?

Salah rahmat terselubung (blessing in disguisse) yang saat ini sedang terjadi adalah: harga minyak dunia turut mengalami kejatuhan.  Akibat perang minyak vs shale gas yang dicanangkan oleh Arab Saudi, harga minyak jatuh dari atas level US$100 .. hingga mencapai dibawah US$50 per barrel.  Kondisi ini diperburuk dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi global, yang membuat harga minyak semakin terpuruk.

Kalau kita lihat chart dibawah ini… harga minyak sudah kembali mencetak level terendah baru.

150825 Brent

Dimana… kalau kita lihat level retracement 161,8% … sepertinya harga minyak Brent ini masih akan terus bergerak turun menuju level US$30 per barrel.

Bagaimana bisa dibilang bagus sih pak? Kan kalau harga minyak turun… harga CPO dan batubara yang merupakan komoditas ekspor utama kita kan malah jadi semakin babak belur?

Loh… bukannya kalau harga minyak turun harga BBM dan TDL bisa turun juga??? Cuman begini….

Harga minyak yang terus bergerak turun ini… sebenarnya memberikan peluang bagi Pemerintah untuk kembali menurunkan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL).  Cuman… kalau yang ini… sepertinya saya kok agak pesimis ya? Perilaku dari Pertamina dan PLN saat ini… sebenarnya sudah tidak berbeda dengan Mafia Daging, Mafia Beras, Mafia Ayam, Mafia Cabe, dan mafia-mafia yang lain: kalau disuruh naikin harga cepat sekali… tapi kalau disuruh nurunin harga… selalu males, berkelit, ngeles, gak jelas gitu.  Akan tetapi… kenapa Pemerintah juga tidak berani mendesak Pertamina dan PLN juga.  Mengapa?? Pemerintah sepertinya masih trauma dengan kondisi inflasi yang terjadi selama bulan November 2014 – Maret 2015 kemarin: ketika harga BBM dan TDL naik, harga barang ikutan naik.  Tapi.. ketika harga BBM dan TDL turun, harga barang tidak ikut turun.  Pemerintah jadi takut untuk menurunkan harga BBM… karena kalau diturunkan… nanti kan harus dinaikkan lagi.  Pemerintah tidak siap dengan keruwetan yang terjadi karena masalah BBM dan TDL ini.. karena saat ini sedang mengobarkan perang melawan Mafia Sapi.

Langkah lain yang bisa ditempuh adalah agar Presiden Jokowi bisa melakukan Haji/Umroh Abidin.  Maksudnya…  Tidak sekedar naik haji atau umroh biasa.   Akan tetapi… Jokowi melakukan perjalanan keliling ke negara-negara Arab (atas biaya dinas atau abidin) untuk mencoba melakukan kontrak pembelian minyak untuk jangka panjang dengan negara-negara Arab.  Nggak cuman negara-negara Arab sih… tapi bisa juga ke Rusia, atau bahkan Amerika.

Coba bayangkan: terakhir Pemerintah menaikkan harga BBM… adalah ketika rata-rata harga minyak sedang berada di sekitar level US$60 – US$70.  Kalau nanti harga minyak bertahan dibawah level US$35… masa sih gak mungkin kalau Pemerintah melakukan pembelian minyak jangka panjang dibawah harga US$50 ??? Kalau minyak bisa didapatkan di harga kurang dari US$45 … masa sih Pemerintah gak bisa menurunkan harga BBM barang 10% atau bahkan 20% ???

Menteri perdagangan kita kan lulusan Harvard dengan koneksi yang sangat luas.  Saya kira … tugas untuk mencari suplier minyak … bakal menjadi tantangan yang menarik untuk beliau.  Dan kalau ternyata bisa… penghambatnya nanti hanya tinggal perilaku mafia yang masih dimiliki oleh Pertamina dan juga PLN.  Tinggal dibabat… jebret..jebret.. jebret!!!

Hehehehe….

Enak bener ngomongnya.  Saya tahu… prakteknya akan luar biasa sulit.

Tapi.. ini ide yang menarik dan masuk akal juga kan???

Bayangkan… kalau kita bisa dapet bensin murah untuk 5 – 10 tahun lagi.  Pertumbuhan ekonomi bisa kembali menjulang tinggi.

Pak Tommy… kalau harga minyak nanti turun ke US$20 bagaimana? Apakah tidak mungkin?

Ya kalau harga minyak sampai segitu… emang bisa lama? Gak akan lah.  Emang bisa … 5 tahun lagi mobil seperti Tesla sudah wirawiri bebas di jalanan Jakarta sebanyak Kijang? Emang pertumbuhan ekonomi global bakal rendah terus untuk jangka panjang? Saya kira tidak mungkin.

Fenomena harga minyak murah… bukanlah fenomena yang bisa berlangsung lama.  Itu yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Happy trading…. semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

4 Comments
  1. okim rahardja says

    Good idea pak. Gimana klo ide ini di_tweet ke pak Jokowi??

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Sudah Pak Okim… kalau judulnya pake @jokowi .. sepertinya sudah lewat twit beliau. Silakan anda retwit saja biar lebih ada penegasan. 😀

      Wassalam,
      Satrio

  2. @cnuno_ says

    agak pesimis harga bbm turun kalo masih ada mafia migas pak.. mudah2an kedepannya semua mafia bisa dibabat habis..

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Betul. Apalagi.. SS sepertinya juga sudah terecruit.

Leave A Reply

Your email address will not be published.