Trading for A Living di @idx_bei : Tahukah Anda Betapa Mahal Biayanya?*

552

Pak Tommy…  Kemarin anda bilang kalau tingkat keuntungan yang wajar bagi seorang yang menempuh jalan Trading for A Living di Bursa Efek Indonesia, itu hanya sekitar 3% – 5% per bulan.  Kok sedikit sekali ya Pak?  Kan banyak para master yang bilang bahwa mereka bisa mendapatkan 10% per bulan dengan gampang.

Selamat pagi…

Kalau anda sudah membaca dua tulisan saya sebelumnya tentang Trading for A Living di Bursa Efek Indonesia, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang umum untuk dilontarkan, terutama bagi orang yang memandang bahwa tingkat keuntungan yang saya sampaikan, yang 3% – 5% per bulan itu… tergolong sangat kecil.  Mengapa hitungan tingkat saya sangat kecil?  Jawaban saya sederhana:

Tingkat keuntungan Trading for A Living di Bursa Efek Indonesia itu sangat kecil karena biaya yang harus dikeluarkan memang sangat besar.

Kalau anda sudah membaca buku dari Alexander Elder yang berjudul Trading for A Living … anda pasti tahu bahwa Alexander Elder memberikan tekanan pada perlunya kita mengenali biaya-biaya yang harus kita keluarkan ketika kita melakukan Trading for A Living.  Pengenalan atas biaya ini sangat penting karena untuk memperoleh pendapatan yang maksimal, kita juga harus memiliki kemampuan dalam mengendalikan biaya.

Dari pengalaman yang sudah saya peroleh di Bursa Efek Indonesia, biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang trader, biasanya terbagi menjadi dua: biaya yang eksplisit dan biaya yang implisit.

Biaya Langsung atau Biaya Eksplisit

Biaya Langsung atau biaya eksplisit adalah biaya yang benar-benar harus kita keluarkan ketika kita melakukan transaksi.  Ini adalah biaya yang benar-benar harus kita bayar ketika kita melakukan transaksi meliputi:

  1. Biaya transaksi.  Secara umum, biaya transaksi ini tidak lain adalah fee dari transaksi yang dikenakan oleh perusahaan sekuritas.  Besarannya bervariasi, bisa kurang dari 0,1 persen, tapi paling tinggi sekarang bisa sekitar 0,2 persen hingga 0,25 persen.  Akan tetapi, biaya transaksi ini tidak hanya berhenti disitu.  Biaya transaksi ini bisa ditambahkan dengan biaya-biaya yang lain seperti
    • online trading fee yang biasanya dikenakan bulanan,
    • biaya kustodian,
    • pajak penghasilan
  2. Biaya internet.  Yang namanya trading saham jaman sekarang, tentu dilakukan melalui online trading.  Biaya koneksi… kalau kita lakukan di area free wifi, bisa saja gratis.  Akan tetapi, kalau dilakukan di rumah, mall, atau dimana saja, tentu saja tidak gratis.  Dan jangan lupa: trader Indonesia itu… hobbynya lihat running trade.  Running trade ini sangat tinggi jumlah datanya.
  3. Biaya bunga dan denda.  Kalau transaksi margin (membeli saham dengan pembiayaan dari sekuritas), tentu saja seorang trader akan dikenakan bunga.  Tapi karena fasilitas margin biasanya aturannya ribet dan hanya bisa dilakukan oleh trader bermodal besar, seorang trader sering kali menggunakan fasilitas T+Plus yang intinya adalah memperlambat waktu bayar dimana trader tersebut akan dikenakan denda.

Pada umumnya, semua biaya langsung adalah jelas.  Itu sebabnya, biaya-biaya ini sebenarnya mudah untuk dikendalikan.  Jika kita tidak berkenan terhadap biaya tersebut, kita bisa menolak, atau paling jelek: pindah untuk transaksi melalui broker lain.  Tidak repot untuk menghindari biaya eksplisit ini.

Biaya Tidak Langsung atau Biaya Implisit

Biaya ini yang sebenarnya gawat.  Gawat karena asal usulnya terkadang (atau bahkan sering kali) gak jelas.  Selain itu.. kita sering kali tidak sadar bahwa ‘pengeluaran itu sebenarnya adalah biaya’.  Semua ini membuat biaya ini menjadi sulit untuk dikendalikan.  Untuk mempermudah sudut pandang kita… perlu kiranya saya ulang mengenai  sudut pandang kita mengenai masalah Profit berikut ini:

Net Profit = Gross Profit – Semua Pengeluaran

Jadi… apapun yang kita keluarkan untuk mendapatkan profit di pasar modal… adalah biaya.

Berikut adalah beberapa yang termasuk dalam kategori biaya tidak langsung atau biaya implisit.

  1. Cut loss.  Dalam trading… tidak semua posisi bisa mendapatkan profit.  Ada yang profit, ada yang rugi.  Posisi rugi… adalah pengurang dari posisi profit.  Itu sebabnya.. kita harus belajar bagaimana melakukan posisi cut loss dengan kerugian seminim mungkin.
  2. Iseng ayun.  Terus terang… ini adalah biaya terbesar dalam trading saya.  Saya itu sering banget ‘iseng ayun’.  Ketika saya yakin bahwa harga sedang kena resisten, saya iseng melepas posisi… sering kali semuanya lagi.  Setelah itu.. harga lari kemana-mana.
  3. Gagal baibek setelah cut loss.  Tidak semua saham yang kita cut loss itu… kedepannya jelek.  Bisa saja saham itu masih bagus sehingga kedepan masih bisa naik lebih tinggi lagi.  Itu sebabnya… kalau kita cut loss saham bagus.. kita harus make sure kalau kita baibek ketika harga kembali menunjukkan trend naik atau ketika harga mencapai suport.
  4. Tidak disiplin.  Tidak disiplin cut loss.. tidak disiplin baibek.  Itu semua adalah sumber dari biaya tinggi dalam bertransaksi.
  5. Terlalu banyak alasan.  Lihatlah floating loss dari posisi nyangkut yang ada dalam portfolio anda.  Alasan apa yang bisa anda sampaikan untuk posisi nyangkut itu?
  6. Tidak paham konsep.  Trading itu: beli ketika mau naik… jual ketika mau turun.  Sudahkah kita memahami konsep ini?
  7. Beli buku.  Ketika mau belajar kita beli buku.  Itu biaya juga kan?
  8. Beli sistem trading.  Banyaklah orang jualan sistem trading.  Itu semua adalah biaya.  Terlebih lagi… kalau anda tidak disiplin dalam menjalankan sistem trading.  Belum lagi kalau penjual sistem trading ini sengaja membuat manualnya gak jelas sehingga anda harus ikutan workshop berulang ulang dengan biaya yang tidak murah.  Itu jelas sebuah biaya yang sangat mahal.
  9. Ikut Training/Kursus/Workshop.  Pak Tommy… saya ikut training Pak Tommy bayar Rp 2 juta sekali dateng.  Saya sudah datang 3 kali ternyata saya gak paham.  Gimana ya pak? (hadeeh… training saya belum ada yang Rp 2 juta sekali dateng ya Mas.  Saya aamiin kan saja deh.. siapa tau kedepan saya bisa jual training harga Rp 2 jutaan.  Anda masih bilang kalau training itu bukan biaya?
  10. Percaya orang, percaya Pak Tommy.  Yang dimaksud disini adalah ketika anda mengikuti rekomendasi orang, rekomendasi saya.  Anda percaya orang lain… anda percaya saya.. itu semua ada biayanya.  Anda percaya saya… ikut rekomendasi saya… terus anda cut loss.  Biaya kan?
  11. Ikut milis atau grup Facebook.  Sudahlah… kumpulan orang seperti itu… biasanya sarat dengan kepentingan.  Yang jual training, yang jual rekomendasi, yang goreng saham, semua kumpul disitu.  Semua itu adalah biaya.  Percayalah pada Mas Rudi … (dengan gaya iklan Rudi Hadisuwarno jadul.. hehehe).
  12. dll… dsb… dst.  Banyak lagi lah yang lain.  Seperti misalnya… pipis aja adalah biaya dalam trading.  Buang air kecil (pipis) itu adalah biaya ketika ditengah buang air kecil tersebut ada signal beli atau jual yang gagal anda ikutin.  Misalnya.. anda punya BBRI 1000 lot… anda mau stoploss manual BBRI di 9.950, ketika suport di 10.000 ditembus.  Harga running BBRI ada di 10.025.  Anda tinggal pipis.  Ketika anda balik dari pipis.. harga BBRI sudah di 9.850.  Harga pipis anda adalah sebesar Rp 100 x 1000 x 100.  Itu artinya: dengan hanya pipis… anda kena biaya sebesar Rp 10 juta.  Padahal… itu hanya pipis di rumah. Bukan ‘main’ dengan model yang didapat dari RA.  Indah bukan?

So… jangan lagi berpikir bahwa target profit 3% – 5% per bulan itu kecil.   Pertanyaannya adalah: apakah itu achieveable? Apakah itu realistis? Apakah itu bisa dicapai?

Ketika anda melakukan ‘Trading for A Living’ … banyak sekali biaya yang anda harus perhitungkan.  Anda harus benar-benar cermat dalam berhitung dan memilah.  Menyesal kemudian.. tidak ada gunanya.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan cara-cara yang kami bahas pada ulasan ini.  Terima kasih.

 

 

You might also like More from author

11 Comments

  1. Vicky Laurentina says

    Adeuuhh..Pak, saya masih menyangkal dalam hati bahwa online trading fee bulanan itu juga sebetulnya biaya yang harus saya tempuh.

    Tapi poin Implisit nomer 8 dan 10 itu betul-betul membuka mata saya supaya tetap percaya diri di Bursa. Terima kasih sudah mengingatkan saya, Pak.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bu Vicky Laurentina…

      Terima kasih juga sudah menyempatkan membaca tulisan saya. Ide sebenarnya memang itu Bu…. agar setiap orang percaya diri dalam menghadapi pasar modal.

      Wassalam,
      Satrio

  2. Anthony says

    Pak Tommy, Apakah target minimal 3% per bulan itu bisa dicapai dalam kondisi market apapun? Maksudnya kalau sedang krisis pun target 3% sebulan masih bisa dicapai?

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Anthony…

      Saya sebut minimal disini… sebenarnya hanya perkiraan saja. Hanya untuk memberikan gambaran. Bisa saja diartikan sebagai rata-rata.

      Wassalam,
      Satrio

  3. Dony says

    Pak Rommy
    Terimakasih pencerahannya ternyata xostly banget yaa…
    Salam

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Salam kenal Bung Dony…

      Memang mahal…. tapi kalau semua biaya sudah bisa kita lewati…. dunia akan terasa benar-benar indaaaaaah….

      Wassalam,
      Satrio

  4. hobilari says

    Wah mantap sekali bahasannya Pak Tommy tentang Trading for LIving, banyak memberi pencerahan, yang mau Trading for Living di BEI.

    Untuk amannya kalau menurut saya tetap ada penghasilan yang tetap setiap bulan, jadi tidak hanya tergantung dari trading, karena kondisi bisa naik turun setiap minggu.

  5. Teguh widodo says

    Pak Tomi, artikel anda tentang trading saham sangat menarik , jelas mudah dipahami dan sangat bermanfaat bagi pemula dan yg expert, mohon info apakah kumpulan artikel anda dapat dibeli dimana ? Mohon jawaban di alamat email saya , salam kenal , saya teguh widodo , mulai trading di bei sejak bbrp thn lalu, tks teguh widodo

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Mas Teguh…

      Kumpulan artikel saya belum pernah saya bukukan Mas. Silakan anda gali semua yang anda perlukan di website ini. Gratis.

      Wassalam,
      Satrio

  6. Afif says

    Ajarakallah pak…. ALHAMDULILLAH n Tq bnget Pak tommy

    1. rencanatrading says

      Terima kasih Pak Afif…. Semoga barokah…

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.