Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

$PGAS: Ketegangan Yang Tidak Perlu…*

231

Selamat pagi…

Logikanya memang begini:

Kalau harga sedang bergerak turun, semakin kecil kesempatan harga bergerak turun, maka penurunan harga tidak akan terlalu besar.

Kalau kita jelaskan dengan menggunakan contoh niy… kalau harga mau turun dari 1000 ke 500… kalau tiap hari hanya kita kasih kesempatan untuk bergerak sebesar Rp 100 .. maka bottomnya bisa jadi bukan di 500… tapi bisa saja malah di 600 atau bahkan 700.

Permasalahannya adalah: emang di market saham hanya ada satu? Selain itu… Siapa sih yang mau sahamnya kena Autoreject ?

Autoreject itu adalah resiko.  Terutama bagi seorang fund manager.  Kalau fund manager punya portfolio dan salah satu sahamnya terkena autoreject …. sedangkan ada nasabah yang sedang redeem … maka … mau nggak mau fund manager ini harus melepas saham lain yang berfundamental lebih bagus.

Contohnya sudah bisa kita lihat kemarin.  Ketika PGAS mengalami autoreject, banyak saham-saham lain yang mengalami tekanan yang tidak perlu… seperti misalnya SMGR … yang kemarin sempat menyentuh harga autoreject sebelum kembali rebound.  Domino effect dari harga autoreject yang terlalu dekat… memang jadi lebih terasa.

Resiko yang lain lagi adalah: saya kok tidak melihat SRO melakukan penyesuaian atas aturan auto halt pada IHSG ya? Dulu (CMIIW) .. sempat ada aturan dimana BEI atau OJK bisa melakukan halt market (suspend market) kalau IHSG bergerak turun sampai 10%.  Nah sekarang… dengan aturan AR yang hanya 10% ini… berarti sangat kecil kemungkinan bagi koreksi IHSG untuk mencapai 10%… Bagaimana mau melakukan halt market ?

So… apakah kita melihatnya sebagai resiko?

Hehehe.. .dimana-mana .. yang namanya resiko itu… selalu datang bersama-sama dengan peluang.  Dengan kata lain…

kondisi ketakutan yang berlebihan sebagai akibat dari saham PGAS ini… selama tidak memberikan potensi untuk terjadinya halt market … adalah kesempatan bagi kita untuk mendapatkan saham lain dengan harga yang lebih murah.

Cuman ya gitu… itu belum tentu bottom… belum tentu harga sudah tidak bisa turun lagi … dan itu adalah sebuah resiko yang sangat besar.

Apakah anda berani? Apakah saya berani? Apakah kita berani?

Hehehe… jangan lupa aturan dasar dari seorang trader: Beli ketika mau naik… jual ketika mau turun.  Saya lebih patuh terhadap aturan tersebut dibandingkan dengan ‘bermain logika’ seperti ini.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan cara-cara yang kami bahas pada ulasan ini.  Terima kasih

2 Comments
  1. labforex.org says

    blog nya kren mas,,,materinya enak cuma terganggu sama iklan googlenya..nyampah banget..non aktifkan saja mas..

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Sabar ya Mas… saya sedang berusaha untuk mencari settingan yang pas.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.