Rule of Three dalam sebuah Pola Double Bottom…*

125

Selamat pagi…

Beberapa waktu yang lalu… (bertahun-tahun yang lalu sih sebenarnya… hehehe) kita sudah pernah membahas mengenai Rule Of Three dalam menentukan suport atau resisten.

Dalam Rule of Three ini, sebuah suport (resisten) dikatakan masih berfungsi sebagai suport (resisten) apabila harga tidak bergerak menembus suport (resisten) tersebut …

  • Selama 3 hari.
  • Sebesar 3 persen.

Kali ini… kita melihat bagaimana implikasi dari Rule Of Three ini kepada sebuah pola double bottom (silakan melihat pada tulisan pada link ini untuk membaca bahasan yang lebih lengkap tentang pola double bottom).

Bentuk dasar dari sebuah pola double bottom adalah sebagai berikut:

151023 Double Bottom

Double Bottom ini membentuk seperti huruf W, karena ketika harga bergerak turun, harga bertemu dengan suport yang sangat kuat.  Pergerakan harga tersebut, menguji suport tersebut dua kali (double) sebelum pergerakan harga kembali bergerak rebound.  Karena pengujian suport tersebut dilakukan dua kali dan tidak tembus, maka pola ini disebut sebagai pola double bottom.

Dalam realitanya, titik suport dari bottom 1 dan bottom 2, sering kali tidak berada pada level harga yang sama.  Ketika pada harga saham, bisa saja titik bottom berada pada level harga yang sama.  Akan tetapi, ketika pada indeks seperti IHSG misalnya, dimana angkanya memiliki 2 – 3 angka dibelakang koma, tentu saja memiliki level bottom 1 yang tepat sama dengan level bottom 2, adalah sebuah keajaiban yang hampir tidak mungkin terjadi.

Itu sebabnya, pada penentuan titik Bottom 1 dan titik Bottom 2 ini, berlaku kriteria Rule Of Three.

Dengan kata lain: selama Bottom 1 dan Bottom 2 selisihnya tidak lebih dari 3 persen, maka pergerakan harga tersebut masih sah disebut sebagai Double Bottom.

Contohnya ada pada chart INTP berikut ini:

151023 Double Bottom INTP

Saham INTP memiliki Bottom 1 di level 16.200, sedangkan Bottom 2 di level 16.000.   Karena selisihnya masih kurang dari 3 persen… maka pergerakan harga INTP ini… masih bisa digolongkan sebagai sebuah double bottom, sesuai kaidah dari Rule Of Three.

Pertanyaannya sekarang adalah: Dengan midpoint pada level 20.050, berapakah target harga dari Price Pattern tersebut?

Coba anda hitung sendiri deh.

Oh iya…. sebagai latihan… setelah ini… anda bisa melihat chart dari IHSG dan Dow Jones Industrial Average.  Mana coba yang menunjukkan adanya potensi dari Pola Double Bottom.

Kita lihat saja kedepan apakah target dari Price Pattern tersebut bisa tercapai.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.