Saham-saham yang pernah dikeluarkan dari Perhitungan IHSG (Bagian Pertama)*

93

Selamat pagi…

IHSG adalah sebuah angka indeks yang berfungsi sebagai barometer dari pergerakan harga saham di Indonesia.  Sebagai sebuah barometer, berarti IHSG mencerminkan kondisi rata-rata secara keseluruhan dari harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.  Jika IHSG bergerak naik, maka sebagian besar harga saham akan bergerak naik, demikian pula sebaliknya.

Karena disebut sebagai IHSG… Indeks Harga Saham Gabungan… berarti IHSG seharusnya berisi seluruh saham, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.  Akan tetapi… ternyata .. ada beberapa saham yang pernah ‘dikeluarkan’ atau tidak diikutsertakan dalam penghitungan IHSG.

Saham apa sajakah itu?

IPO EXCL yang bermasalah…

Saham pertama yang dikeluarkan dari IHSG adalah saham yang saat itu dikenal sebagai PT. Excelcomindo (EXCL).  Gak tanggung-tanggung lagi.. saham ini dikeluarkan tidak lama setelah IPO.  Kejadiannya sekitar bulan Oktober tahun 2005 (hebat banget ternyata..  Detik.com masih punya arsip beritanya). Usut punya usut, ketika IPO, penjatahan yang dilakukan oleh penjamin emisi ternyata tidak memberikan jatah yang banyak untuk pemegang saham publik.  Setelah IPO pada tanggal 16 September 2005 pada harga 2.000 per lembar saham, harga saham EXCL kemudian melejit hingga sempat mencapai harga tertinggi di level 4.925 pada tanggal 12 Oktober 2005.  Nilai kapitalisasi pasarnya melejit dari Rp. 14,1 trilyun, menjadi Rp 34,9 trilyun dalam waktu kurang dari sebulan.  Sebuah prestasi yang ‘luar biasa’ (kalau gak mau dibilang ‘kurang ajar banget’ … hehehe).  IHSG jadi bergerak naik sebesar 5,2 persen, dari 1048 menjadi 1102.  Padahal … dalam periode waktu yang sama, saham TLKM (yang saat itu menjadi big caps terbesar di IHSG) tetap stagnan tidak berubah, sedangkan GGRM hanya naik tipis sekitar 2,3 persen.

151030 IHSG Excl 2005

Dari sini sebenarnya permasalahannya: sudah baru IPO… sahamnya dikuasai asing… harga sahamnya melejit sedangkan publik tidak ada yang dapat… IHSGnya rusak.  Memang Malingsia dari dulu k******.

Analis bete, pelaku pasar gusar, Bursa Efek Jakarta marah besar.  Keputusan Pak Erry Firmansyah (Dirut BEJ) ketika itu jelas: EXCL harus dikeluarkan dari perhitungan IHSG!!!

Itulah sebabnya… sejak 13 Oktober 2005, tidak sampai sebulan setelah IPO, EXCL dikeluarkan dari penghitungan IHSG.

Saham EXCL ini baru kembali dimasukkan pada penghitungan IHSG pada tanggal 10 Mei 2010, setelah melepas meningkatkan kepemilikan saham publik menjadi 20 persen.

Saham apalagi yang pernah kena kartu merah.. keluar dari penghitungan IHSG?

Kita lanjutkan pada tulisan berikutnya ya….

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.