Beberapa Pertanyaan Tentang Portfolio Rebalancing…*

112

Selamat pagi…

Koreksi minggu kemarin nikmat kan? IHSG di awal minggu sempat mendekati level 4.700 … eh… tiba-tiba diguyur tekanan jual.  Padahal.. kinerja emiten juga gak jelek-jelek amat.  BBCA, BBRI, UNTR, dan ICBP juga masih bagus.  The Fed juga gak naikin suku bunga.  Tapi.. asing jual big caps besar-besaran.  BBRI, BBCA, ASII, BMRI… semua di big sale.  Yang tetap kuat hanya HMSP.

Ada apa?

Menurut saya… itu adalah Portfolio Rebalancing yang dilakukan oleh fund manager.

Apakah Portfolio Rebalancing itu?

Anda bisa baca pada tulisan yang saya posting sebelumnya.

Apa inti dari Portfolio Rebalancing ini?

Fund manager beli HMSP, jual big caps lainnya.

Sampai kapan akan berlangsung?

Gak tau.  Bisa kelar pada hari Rabu (ketika HMSP mulai dihitung dalam IHSG, tanggal 4 November) … bisa kelar di akhir minggu … bisa kelar di akhir bulan … atau akhir tahun.  Sampai puas deh.  Sampai fund manager sudah mendapatkan jumlah HMSP yang cukup dalam portfolionya.

Apakah ada tanda kalau Portfolio Rebalancing ini selesai?

Tekanan jual pada big caps berkurang… Aksi beli pada HMSP berkurang juga.

Mengapa IHSG turun? Kan yang beli dan yang dijual adalah saham Indonesia juga?

Yang dijual adalah saham anggota IHSG… big capsnya lagi.  Padahal yang dibeli adalah saham yang bukan anggota IHSG.  HMSP baru masuk dalam penghitungan IHSG pada tanggal 4 November nanti.  Itupun berangsur-angsur… sesuai tenggat waktu yang diberikan oleh BEI.

151029 Penghitungan HMSP dalam IHSG

Kalau ada tenggat waktu begini… Fund manager harusnya ngejar HMSP santai kan?  Gak perlu buru-buru.

Nggak juga.  Benchmark indeks kan tidak hanya IHSG.  IHSG hanya menjadi benchmark di dalam negeri.  Di luar negeri, juga ada lembaga lain yang membuat benchmark dengan beranggotakan saham dari Indonesia.  Lembaga ini seperti MSCI, FTSE, Dow Jones, Stoxx.  Rumor yang beredar minggu lalu, MSCI sudah memasukkan HMSP dalam salah satu indeksnya, yaitu MSCI Global.

Adakah sektor atau indeks yang mendapatkan sentimen negatif?

Bukan berarti indeks syariah turun terus IHSG naik loh yaa! Tapi lebih ke adanya kemungkinan bahwa pergerakan indeks Syariah (seperti ISSI dan JII) akan semakin meninggalkan IHSG.  Secara… saham berkapitalisasi terbesar pada IHSG sekarang adalah saham haram.  Memang sih.. ini hanya berpindah dari saham non-syariah (perbankan) menjadi saham haram (rokok).  Tapi.. tetap saja…

Apakah ini berarti harga saham HMSP akan terus meroket?

Belum tentu juga.  Bursa sudah menetralisir kemungkinan itu dengan membuat proses masuknya HMSP dalam IHSG menjadi berangsur-angsur.  Sebelum akuisisi Philip Morris dulu… HMSP juga biasanya hanya diperdagangkan pada PER 15 kali  – PER 25 kali.  HMSP saat ini sudah diperdagangkan pada PER current sebesar 30an kali.

Apakah Portfolio Rebalancing ini adalah sesuatu yang fundamental?

Jelas tidak.  Ini hanya masalah strategi investasi portfolio saja. Tidak akan mengubah kondisi fundamental dari perseroan… apalagi kondisi fundamental dari perekonomian.  Mungkin nantinya akan mengubah rata-rata PER dari beberapa saham.  Tapi tentu saja tidak semua saham.

Apa lagi ya? Anda bikin pertanyaan lanjutannya dibawah ini deh…  Nanti akan saya coba jawab semampu saya.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.