Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Mari kita Trading Reksadana Saham!!!*

10 1,917

Selamat pagi…

Mungkin anda tidak sadar… bahwa sebenarnya… semenjak Juni kemarin… sebelum saya mulai pindah website … website rencanatrading.com ini sebenarnya sudah saya ganti tag-linenya… saya nanti semboyannya.   Itu loh… tulisan yang diatas halaman website.. yang di bawah tulisan ‘Rencana Trading Saham Indonesia’.

Kalau dulu saya menggunakan tagline: trading tanpa rasa takut, baik market bullish maupun bearish…. sekarang saya menggunakan tag-line seperti apa yang bisa anda baca sekarang:

Strategi Trading Saham dan Reksadana, Pemula hingga Profesional

Berganti tag-line seperti ini… seperti berganti misi … berganti tujuan.

Saya berpikirnya seperti ini:

Dulu… saya merasa bahwa saya harus bisa memberikan pencerahan bagi mereka yang kepingin tahu mengenai trading saham… trading saham dalam yang gak stress sendiri ketika trend berubah turun.  Trading saham yang gembira.  Bullish seneng.. bearish seneng.. semua sending.  Gak terus stress kalau bearish.

Akan tetapi, lama kelamaan saya merasa bahwa trader saham itu.. itu-itu saja orangnya.  Tidak berkembang.  Dengan kecepatan market seperti sekarang.. .dengan market yang sudah konsolidasi lebih dari 2 tahun.. rasa-rasanya yang tertarik untuk beli jual saham.. orangnya ya itu-itu saja.  Investor Indonesia itu.. ya itu – itu saja.  500.000 orang… tidak bisa lebih.  Udah begitu.. cara OJK dan BEI.. dan sekuritas.. juga masih konvensional: disuruh beli saham, dimakanken ke bandar gorengan melalui running trade, terus cari korban lagi.  Terus menerus… berulang-ulang.  Bagaimana kita bisa berkembang???

Coba deh… konsep Menabung Saham yang baru saja digemborkan BEI dan OJK:

Mari Menabung Saham Rp 100.000 per bulan!!!

Sebuah konsep yang sangat hebat.  Konsepnya seperti konsep menabung reksadana:

  • Setiap bulan… orang disuruh membeli saham, memasukkan duit sebesar Rp 100.000 ke pasar modal.
  • Padahal… Bursa mengenakan aturan… bahwa setiap nasabah yang menggunakan online trading.. harus membayar Rp 33.000 ke Bursa Efek untuk informasi pasar modal yang diberikan.
  • Artinya: dari Rp 100.000… sudah dipotong sendiri oleh BEI sebesar Rp 33.000 atau sekitar 1/3 bagiannya.  Investasi kita tinggal Rp 67.000 per bulan atau 2/3 bagian.
  • Duit segitu.. bisanya cuman beli saham 10 lot di harga 67.
  • Saham harga 67 itu.. biasanya adalah saham gorengan yang sudah uzur.. sudah menunggu masuk liang kubur di Rp 50.
  • Harga saham masuk ke Rp 50.
  • Kelar kan?

Hehehehe….. Memang hebat sekali ini konseptornya. Sangat cerdas dan sophisticated.

Saya kemudian berpikir: Bagaimana kita bisa menjaring pemodal baru di pasar modal ya???

Jawaban yang paling masuk akal adalah dengan mewajibkan orang untuk membeli saham seperti Jokowi beberapa waktu yang lalu.  Tapi.. saya kan tidakpunya power seperti itu.  Saya bukan orang yang bisa mewajibkan semua orang untuk membeli saham.. kalau ndak mau terus saya potong lehernya.  Saya tuduh sebagai #penyebarkebencian .  Hehehe…. Gak seperti itu lah.

Jawaban yang muncul di kepala saya adalah: saya harus melebarkan sayap ke pasar reksadana.  Reksadana itu lebih bisa diterima oleh semua orang.  Reksadana itu lebih mudah untuk dipasarkan.  Lagian… sekarang banyak portal reksadana saham.  Banyak kemudahan.  Lebih terjangkau.

Market reksadana sekarang itu … boring.  Membosankan.  Orang disuruh beli.. terus simpan.  Padahal.. dua tahun terakhir.. IHSG flat.  Dilihat dari akhir tahun vs akhir tahun.. duit gak kemana-mana.  Padahal.. kalau dilihat dari high-lownya.. IHSG bisa selisih minimal 10.. 15.. atau bahkan 20 persen.  Itu sebabnya…. saya kepingin memasukkan paham baru:

Mari kita trading reksadana !!!

Hehehe… bagaimana? Menarik kan? Secara … sebanyak-banyaknya financial planner.. strategi mereka selalu basic: cost average.. beli.. beli.. dan beli.  Market naik atau turun.. beli… beli.. beli.  Hm.. so boring gitu.  Mari kita spot top dan bottom IHSG kemudian kita atur reksadana strategi kita.  Bagaimana? Ok kan?

Saya memulai dengan satu rekomendasi:

AYO BELI REKSADANA SAHAM!!! IHSG MAU 5000 NIY!!!

Ah… saya elaborasi nanti deh…. Sekarang sudah sore.. bentar lagi 15.45 harus keluar.

Tapi kedepan… saya akan mulai merambah dunia per-reksadanaan.  Semoga anda juga bisa mendapatkan manfaat dari situ.

Happy trading … semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

10 Comments
  1. hartono says

    Iya Pak, Reksadana bisa dimaksimalkan. Dari konsultan kami untuk reksa dana beli saat stochastik IHSG dibawah 15. jadi belinya tidak rutin. dan tiap bulan selalu ada saat stochastik dibawah angka 15

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Wah… itu menarik pak… nanti saya bikin small researchnya juga deh… biar rasional.

      Wassalam,
      Satrio

  2. Teddy says

    Dear Pak Satria Utomo,

    Selamat malam,
    Nama saya Teddy dr Surabaya.
    Saya sudah lama mengikuti posting bapak sejak lama walaupun saya belum pernah trading saham.
    Kali ini saya tertarik dgn ulasan bapak mengenai reksadana, sebelumnya dana saya sempat tertelan oleh reksadana FARM ( Falcon Asia )
    Kali ini saya berminat untuk investasi pendidikan untuk anak dgn umur 8 dan 6 tahun.
    Mohon saran dan masukan dr bapak reksadana saham mana yg dapat dipercaya dan tentunya memiliki return yang tinggi.
    Rencana saya rutin rp. 2jt/bulan.
    Thanks

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Teddy…

      Yang disebut sebagai ‘terpercaya’ dalam reksadana saham itu ada dua sisi:

        Pertama: terpercaya karena diterbitkan oleh lembaga pengelola dana yang terpercaya
        Kedua: terpercaya karena returnnya bisa sesuai dengan harapan. Yang dimaksud dengan harapan disini … bisa saja return sesuai dengan tingkat tertentu yang kita inginkan, atau bisa saja returnnya minimal diatas benchmark atau patokan tertentu, seperti IHSG, LQ45 atau benchmark lainnya

      Kalau mengenai lembaganya… sebenarnya saat ini sudah banyak fund manager yang bagus. Kalau yang pake bendera asing… saya sudah membeli produk dari Schroder atau BNP Paribas. Kalau yang lokal, Mandiri atau Danareksa juga cukup terpercaya. Cuman… kalau masalah return… harus di cek satu per satu reksadananya seperti apa.

      Yang perlu dipikirkan juga adalah tempat anda membeli reksadana. Bagusnya sih di Bank. Pak Teddy di Surabaya kan… kota besar. Saya kira… disana sama saja dengan di Jakarta. Kalau di Jakarta sini… saya biasa beli reksadana di Citibank atau Bank Mandiri. Bukannya yang lainnya tidak bagus, tapi saya belum coba yang lainnya. Tapi begini… belakangan saya tertarik untuk membeli reksadana online. Saya sudah lihat tiga situs: Supermarket Reksadana, Bareksa, dan Commonwealth Bank. Pilihan saya jatuh ke Commonwealth Bank karena dibelakangnya ada Bank. Kita bahas nanti secara lebih detail dalam sebuah tulisan deh pak.

      Wassalam,
      Satrio

  3. vina says

    Pak tommy,saya tertarik untuk trading reksadana saham…bagaimana caranya ya pak?saya sekarang menabung reksadana saham setiap bulan dengan sistem autodebet setiap tanggal 1 di bank mandiri tp sy tertarik dengan kata ‘trading reksadana saham’ dari pak tommy..gimana caranya ya pak?

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bu Vina…

      Trading reksadana saham itu pada dasarnya adalah melakukan posisi jual ketika IHSG diprediksi akan bergerak turun untuk trend jangka menengahnya. Atau minimal.. cenderung untuk melakukan profit taking ketika harga sudah mencapai resisten jangka menengah. Kalau trend sedang naik atau harga cenderung akan bergerak naik, silakan anda lakukan apa yang biasa anda lakukan. Kalau anda subscribe tiap bulan dalam jumlah tertentu… terus saja anda lakukan. IHSG nanti baru masuk zone resisten jangka menengah kalau sampai di kisaran 5.400 – 5.500. Untuk saat ini… anda bisa tetap melakukan apa yang anda lakukan.

      Wassalam,
      Satrio

  4. indrayana says

    Saya setuju, reksadana baiknya di trading kan saja….lebih optimal ketimbang didiamkan saja yg jatuhnya malah minus.
    Ada pertanyaan dari saya :
    1. Saat redemp fee nya kan lumayan gede …bisa 2 – 3% (?)
    2. Bagaimana kalo saham ETF ? Fee nya kan bisa lebih kecil …
    3. Apakah ETF cukup liquid ?
    4. Tools yg digunakan untuk reksadana bila di tradingkan , yg gampang saja n mudah dimengerti ?

    trims

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Indrayana…

      ETF itu masalahnya ada di likuiditas. Lihat bid offernya deh. Mana bisa orang beli 1 juta tanpa menggerakkan harga? Masalah ETF masih seputar market maker yang tolol. Market makernya modal kecil pak.. gak mau rugi lagi. Mereka malah sekarang terlihat keasyikan jual reksadana juga secara online.

      Rgds,
      Satrio

  5. Denny says

    Pak satrio saya msh pemula ni.. sya sdh bca bnyk artikel2 dr bpak..
    Tp sya trtariik dgn anjuran bpk tntng trade reksadana..
    Hnya sja msh ragu utk beli reksadana..
    Mhon anjuran n bntuanx..

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Denny…

      Ragunya dari sisi mana? Contact saya saja melalui WA di 08111268889.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.