Ketika Harga Saham Berlangsung Timpang…*

173

Selamat pagi…

Ada fenomena menarik pada pergerakan harga hari ini, 27 November 2015.  Fenomena menarik ini terjadi pada saham MEDC… sebagaian orang menyebutnya sebagai saham Mad Cow karena memang terkenal larinya gila ketika dulu sempat ‘dimainkan’ oleh salah seorang ‘pemuka saham’.

Bukan masalah berita akuisisi Newmont yang prematur itu.  Hehehe.  Lucu tapi ini.  Rizal Ramli ternyata punya kepentingan juga.  Mungkin karena beliau menjagokan keluarga Panigoro untuk mengambil alih saham Newmont (tambang emas di Nusa Tenggara) dalam proses divestasinya… beliau kemudian mengeluarkan statement.  Kalau diurut-urutkan… runtun beritanya kurang lebih seperti ini.

Lucu memang… yang satu beritanya ‘baru naksir’… ternyata yang lain bilangnya ‘sudah kawin’.  Masih bagus tidak ada yang bilang: oh… itu sudah hamil.  Hehehehe… bisa semakin runyam.

Pagi ini.. beritanya sudah mulai jelas: ada yang bilang ‘belum dibahas’ … pihak Newmont bahkan bilang ‘belum ada kesepakatan’.

So… saya sih gak bakal membahas masalah ini karena gak jelas juga mau mulainya kemana.

Tapi… saya melihat ada hal yang menarik disini: kemarin… harga saham MEDC bergerak hingga hampir Autoreject (AR) harga tertinggi (naik lebih dari 20%).  Pada hari ini.. harga saham MEDC turun 8% lebih… mendekati posisi autoreject terendah. Hehehe…. Mungkin anda menganggap ini normal karena saat ini aturan itu yang sedang diberlakukan oleh Bursa Efek Indonesia.

Pertanyaannya sekarang adalah: emang kita masih krisis ya? emang kita belum keluar dari masa-masa menegangkan Krisis Rupiah beberapa waktu yang lalu?

Memang sih…  buat saham yang ‘bener’ seperti MEDC… kondisi ini masih terlihat ‘normal’.

Tapi… bagimana kalau aturan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh market maker yang jahat? Mereka melakukan distribusi (melepas saham) dengan cara menarik harga sampai AR kanan misalnya…. kemudian AR kiri 3 hari berturut-turut… apa nggak amsyong tuh?

Sebenarnya … kejadian MEDC ini mengingatkan Bursa Efek Indonesia untuk melakukan ‘normalisasi’ aturan autorejection.  Atau… BEI malah memandang pergerakan harga yang timpang seperti ini sebagai ‘normal’???

Happy trading … semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.