Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Duit Rp 10 juta ingin investasi saham? Ini yang harus anda beli…*

4 3,699

Selamat pagi…

Lama berselang… saya sudah bilang kalau ‘Duit cuman Rp 10 juta… mendingan jangan beli saham‘.  Lantas… apa solusinya kalau ternyata duit kita kurang dari Rp 10 juta tapi kepingin investasi di saham?

Saya bilang sih : Mendingan Anda beli saja REKSADANA SAHAM !!! atau setidaknya REKSADANA CAMPURAN!!!

———

Catatan:

Reksadana adalah suatu cara berinvestasi dimana pemodal melakukan pengumpulan dana yang kemudian dana ini dikelola oleh seorang fund manager.

Reksadana saham adalah reksadana yang sebagian besar (biasanya minimal 80%) diinvestasikan di saham.

Reksadana campuran adalah reksadana yang 50% dari portfolionya diinvestasikan pada saham, dimana 50% sisanya diinvestasikan pada instrumen pendapatan tetap.

Karena Reksadana saham memiliki komponen saham yang lebih tinggi… pergerakan reksadana saham biasanya lebih volatile, lebih mengikuti pergerakan IHSG jika dibandingkan dengan Reksadana Campuran.

Cuman.. untuk detailnya… saya bahas lain waktu saja ya…. kali ini.. telen saja deh definisinya seperti itu.  hehehe.

———

Kedua Reksadana ini sudah jelas.  Jelas biayanya tinggi… tapi dikenakan hanya didepan ketika beli (ada yang gratis juga siy…) atau ketika jualan/redeem (ada yang gratis juga siy…).. dan ada biaya tahunan sebesar 1% untuk management fee.  Tapi … minimal… investasi pada reksadana saham atau reksadana campuran ini tidak terus biayanya sebesar 33% per bulan seperti Menabung Saham itu.

Kedua Reksadana itu juga sudah jelas.  Jelas return anda mengikuti IHSG atau benchmark market lainnya.  Eh… tapi anda tetap harus melihat isi dari reksadana tersebut loh.  Reksadana yang geraknya ikutan IHSG biasanya terdiri dari saham-saham big caps.  Kalau isinya ternyata gorengan… ya tetap saja gak jelas.

Kedua Reksadana ini juga jelas.  Jelas bakal memberikan anda pelajaran ketika anda ingin belajar untuk trading mengikuti naik turunnya pergerakan IHSG.  Tapi tetap saja dengan syarat ketentuan diatas: isinya harus big caps.  Tidak boleh saham yang gak jelas.

So… kalau duit anda kurang dari Rp 10 juta… tapi anda ingin berinvestasi di saham… atau minimal ingin ‘nilai investasi anda bergerak sesuai dengan naik turunnya IHSG’ … maka anda bisa mulai dengan berinvestasi pada Reksadana Saham atau Reksadana Campuran.

Anda mau nabung minimal Rp 100.000 per bulan? Bisa…. Rp 250.000 per bulan… bisa… Mau nabung lebih dari itu? Juga bisa.  Tapi sepertinya tidak semua reksadana bisa menabung Rp 100.000 juga.  Karena minimal pembelian reksadana.. itu sering kali di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 250.000.  Tapi anda cari sendiri lah.. sepertinya masih banyak kok reksadana yang bisa beli dengan jumlah minimal kurang dari Rp 250.000.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

 

4 Comments
  1. Yari says

    sy pemula y tertarik investasi dan trading reksadana saham. setelah mengikuti byk postingan pak satrio, sy jadi pengen terjun di reksadana saham mengingat dananya msh 10 jtan.
    Mohon masukannya pak satrio..
    1. yang termasuk saham big caps itu, apa saja?
    2. Bgm cara bedakan, saham gorengan dengan big caps?
    3. Bgm caranya agar bs lbh untung dengan reksadana saham dan apa y hrs dikuasai?
    Terima kasih sebelumnya pak Satrio

    1. rencanatrading says

      Bung Yari …

      1. Saham Big Caps itu… adalah 10 saham dengan kapitaliasi terbesar. Yang diantaranay selalu disitu: BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, UNVR, GGRM, HMSP. Sisanya masih kadang berubah-ubah.
      2. Banyak hal pak.. kapitalisasinya, kondisi fundamentalnya, pemainnya juga.
      3. Minimal harus bisa prediksi arah IHSG. Ikutan IHSG saja pak. Baca arah IHSG jangka menengah. Kalau IHSGnya mau turun dulu.. ya memang harus dilepas dulu.

      Wassalam,
      Satrio

  2. dhita says

    Dear pak satrio,
    Menurut anda,manajer investasi apa yg bagus untuk di pilih bagi pemula?

    Trims

    1. rencanatrading says

      Bu Dhita…

      Kalau naruh duit … saya gak berani pilih yang aneh-aneh. Selama ini saya cuman pake Schroder atau Fortis. Itu saja kinerjanya juga sudah bagus banget kok.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.