#PasarModal2015 : Sebuah Pelajaran Berharga dari SIAP #catatanakhirtahun

168

Selamat sore…

Perdagangan saham di tahun 2015 baru saja berakhir. IHSG akhirnay ditutup pada level 4.593,01.  Ini berarti.. di tahun 2015 ini.. dibandingkan dengan akhir tahun lalu dimana IHSG ditutup pada level 5.226.95 berarti IHSG selama 2015 mengalami penurunan sebesar 663,94 poin atau setara dengan 12,12 persen.  Bukan hal yang terlalu jelek juga karena IHSG sempat mencetak titik tertinggi di level 5.524,04 … dan titik terendah di level 4.033,59.

Kalau anda bertanya kepada saya.. pelajaran apa yang bisa saya peroleh selama 2015 ini… Ada 2 pelajaran yang bisa saya peroleh di tahun 2015 ini.  Dimana keduanya terkait dengan saham SIAP.

Yang Pertama: Ketika Direksi BEI muncul di TV dan bilang bahwa ‘tidak ada penggorengan saham di saham SIAP!!!’ saya cuman bisa bilang: oh… berarti Bursa kita masih tetap seperti jaman dahulu kala.  Tidak ada perubahan.  Biar rezim sudah ganti jadi Jokowi. Bursa kita tetap saja seperti itu.  Jadi… kalau kemudian program Menabung Saham juga kualitasnya seperti itu.. fraksi harga juga tetap tidak perduli dengan pemodal retail.. saya juga tidak heran.

Yang Kedua : Dalam kasus SIAP ini… saya melihat adanya trend baru di kalangan fund manager.  Setelah semenjak 2 tahun IHSG hanya cenderung flat… naik juga cuman di 5200 – 5500 .. turun juga cuman ke 4000-4200.. para fund manager ini memiliki cara baru yang sophiosticated untuk memperoleh cuan : BUANG SEMUA SAHAM BIG CAPS … BELI SAHAM ‘BERMASALAH’ TAPI BISA KASI FIXED RETURN!!!’.  Cara ini terlihat mulai cetar membahana tahun kemarin ketika kasus TRAM muncul… tapi semakin mengkilap dan membahana ketika kasus SIAP kemarin muncul.  Yah… memang sih… kasus ini sejauh ini hanya melibatkan fund manager dana pensiun.  Saya hanya bisa berharap agar cara permainan seperti ini… tidak kemudian menjalar pada fund manager reksadana.  Fund manager asuransi sih sudah mulai mencoba.  Kapan hari itu kan sempat ada beritanya kalau ada sebuah asuransi memenuhi portfolionya dengan saham-saham Grup Bakrie.  Modus ini sudah mulai menjalar.

Coba bayangkan: kalau fund manager reksadana tertarik duit gampang terus ikut melakukan cara ini.  Bagaimana kabar dunia persilatan itu?  Dan.. lihatlah: OJK dan BEI tidak tertarik dengan mode ini.  Ini memantabkan Kesipulan Pertama saya tadi… bahwa pihak otoritas sebenarnya masih tutup mata dan telingga terhadap hal-hal semacam ini.  Buat mereka.. ini hal yang gak penting banget.  Padahal…. disini letak kepercayaan terhadap pasar modal!!! Capa banget kan?

Menkeu? Menko Ekuin? Jokowi? Mana tertarik masalah beginian…  Jokowi memang tertarik sama pasar.  Tapi apakah semua timbangan di pasar itu masih normal atau sudah miring semua seperti ini.. dia gak akan tahu.  Menteri juga gak akan perduli.  Kita saja yang terus berusaha … agar tetap memiliki akal sehat di pasar modal ini.

Semoga tahun depan … tahun 2016 … kita diberi market yang lebih baik.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

You might also like More from author

1 Comment

  1. Mr.ron says

    Memang ga ada yg peduli sm investor…. percuma bicara indek saham ketika mulai jadi presiden. Spt anak yg di biarin tumbuh besar sendiri ga di urus.

    Mirip sekali spt lokasi pariwisata yg bagus tapi minim sekalin infrastruktur. Mana ada yg mau datang. Pdhl brp byk domino effect di sana sbg penunjang ekonomi negara.

    Salam gigit jari.

Leave A Reply

Your email address will not be published.