Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

#CatatanAkhirTahun #PasarModal2015 : Jangan Taruh Duit Pada Orang Jahat…*

256

Selamat pagi…

Anda mungkin sudah lama kenal saya.  Beberapa dari anda mungkin sudah kenal saya sejak jaman saya di Samuel Sekuritas di awal tahun 2000.  Sebagian dari anda kenal saya sejak saya di Trimegah tahun 2004.  Sebagian lagi baru kenal saya ketika saya memulai weblog ini di tahun 2009.  Sebagian dari anda… mungkin baru kenal saya kemarin… atau anda baru saja tahu saya dari hasil googling beberapa menit yang lalu.

Pertanyaannya saya ada dua:

  1.  Apakah anda yakin bahwa saya adalah orang baik yang bisa dipercaya???
  2. Apakah anda mau menaruh duit anda kepada saya???

Kalau anda tidak percaya dengan saya… gampang : JANGAN TARUH DUIT PADA SAYA!!! JANGAN PERNAH DENGAR REKOMENDASI SAYA!!! JANGAN PERNAH MENJADI KLIEN SAYA!!!!!!!!!!!

Gampang toh?

Tapi… realitanya kan tidak begitu.

Realitanya :

  1.  Anda tertarik dengan pasar modal
  2. Anda mendapatkan pasar modal melalui website saya ini.
  3. Anda berpikir bahwa saya (mungkin) adalah orang baik.
  4. Anda (mungkin) sedang berpikir untuk menghubungi saya, mempelajari pasar modal bersama saya.
  5. Anda (mungkin) sedang berpikir untuk menjadi klien saya.

Setelah anda menjadi klien saya… anda beli jual saham… anda rugi… dan anda akan membenci saya seumur hidup… membenci pasar modal seumur hidup.

Padahal… semua akan menjadi mudah kalau anda tidak percaya pada saya. Kalau anda berpikir bahwa saya orang jahat…. anda tidak menaruh uang pada saya… maka anda tidak akan investasi di pasar modal… anda tidak akan rugi.

Pasar modal itu adalah setan utama dari kapitalis.  Semua kejahatan terbesar dari kapitalis ada disini.  Menipu… berbohong … ketidakjururan… mengambil uang… pren makan pren… dll .. dsb… semua ada disini.  Semua berusaha keras mengambil uang anda, saya, dan para investor lainnya.

Jelek… saya gak mau.  Eh… tapi saya butuh… gimana coba?

Ya sudah… saya masuk… saya nyemplung.  Tapi saya bikin satu aturan yang gak boleh dilanggar : saya tetap tidak mau taruh uang pada orang yang jahat!  Ngapain gitu loh… Naruh uang kok ditangan orang yang jahat.  Paling juga sebentar duit kita hilang.  Mengharap orang berubah… mengharap orang bertobat… berharap ‘sekarang beda dengan dulu’ … semua itu.. tidak ada di pasar modal.

Di pasar modal.. orang tidak berubah.  Di pasar modal… dulu dan sekarang sama saja.  Dulu jahat… sekarang juga jahat.

Itu yang membuat saya….

  • Saya tidak mau beli dan rekomendasi saham Lippo sejak awal 2000an.
  • Saya tidak mau beli dan rekomendasi saham Bakrie sejak tahun 2010 – 2012.
  • Saya sudah tidak mau lagi mendengar atau berkomentar terhadap backdoor listing sejak 2013  – 2014.

Untuk tahun 2015 saya punya musuh baru : Saya gak mau beli atau rekomendasi saham-saham GRUP RAJAWALI!!!

Mengapa?

Anda lihat proses right issue BWPT deh.  Proses backdoor listing itu sudah merugikan orang banyak.  Lantas… rumor akuisisi harga tinggi, ternyata harga rendah, katanya mau dibeli asing, ternyata gak jadi, iya… enggak.. iya.. enggak.. tokek… tokek… tokek..

Anda lihat proses pembelian saham TAXI deh. Sejak awal saya sudah gak suka.  Orang Taksi Express itu kan badan hukum awalnya adalah koperasi.  Kalau anda adalah orang Jakarta yang paham… yang care… yang sering ngajak ngobrol supir taksi kalau sedang naik taksi… anda pasti juga tahu akan fakta itu.  Nah… Kok bisa berubah jadi PT? PT Tbk lagi.  Kok bisa IPO? Dari situ saja rasanya sudah aneh.   Lantas… ketika Saratoga mau masuk … disitu lebih aneh lagi. Masa jeruk mau makan jeruk???

Terlebih lagi… saya kan belakangan banyak diajak masuk ke berbagai grup WA dan Telegram.  Hadeeeh…. pola rekomendasi dari orang-0rang yang ada disitu terhadap BWPT dan TAXI… bener-bener sudah seperti gorengan Grup Lippo atau MYRX jaman awal 2000 dulu: kejam dan tidak berperikemanusiaan.  Kalau mereka rekomendasi beli… kalau berita bagus dihembus-hembuskan dengan sangat bersemangat.. berarti setelah itu harga akan jatuh. Demikian juga sebaliknya ketika harga akan bergerak naik…. berita jelek dihembuskan… rekomendasi cut loss dibikin….

Jadi… pelajaran lain yang bisa saya peroleh ditahun 2015 ini adalah:  bahwa saya kembali diingatkan…

Jangan sentuh saham-saham yang jahat!  Jangan sentuh juga ‘ide-ide’ yang jahat.

Ide yang jahat ini… terutama adalah yang terkait dengan masalah Backdoor listing.  Sudahlah… kalau ceritanya backdoor listing … gak ada yang bagus deh.  Yang ada hanya pembodohan investor retail.  Investor retail yang dipaksa beli harga tinggi… lantas kemudian harga sahamnya dihancurkan dengan berbagai preemtive right issue dan private placement.  Harga diangkat tinggi … terus cetak saham.  Kita lihat deh apakah saham top gainer di tahun 2015 ini akan melakukan hal yang sama di tahun 2016 nanti.

Salah satu dari anda mungkin akan bilang begini: Pak Tommy… kalau anda bilang itu salah… Mengapa Bursa dan OJK membiarkan?

Saya selalu terngiang kata orang pasar modal yang sekarang sering banget diajak makan-makan oleh Jokowi:

Kebebasan mereka itu dilindungi oleh Undang-Undang Perseroan Terbatas.  Kita gak bisa melakukan apa-apa kok… Kamu gak bisa melakukan apa-apa…. Semua tidak bisa melakukan apa-apa!!!

Dimana Pemerintah Indonesia kalau tidak bisa melindungi rakyat sendiri? Padahal… Cita pertama dan kedua dari Nawacita adalah sebagai berikut:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

Perlindungan Rakyat di Pasar Modal ? Nggak kok… itu semua resiko pasar.  Itu dalih standarnya.  Kita tetap harus menghadapinya sendiri-sendiri.

Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya di Pasar Modal ??? Nggak mungkin lah… dari kasus SIAP kemarin… benang merah yang terlihat sebenarnya adalah: itu semua adalah masalah Pepeng … Pengusaha yang dekat dengan Penguasa.

So… 2015 … pasar modal tetap menjadi hutan belantara bagi investor retail.  Demikian juga di tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya dari Pemerintahan Jokowi.  Anda harus bisa jaga diri …. saya juga harus bisa jaga diri.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.